jurnalistik.co.id – Juara lompat jauh Olimpiade, Tara Davis-Woodhall, menyampaikan kabar mengejutkan setelah mengalami kecelakaan mobil. Atlet asal Amerika Serikat itu mengatakan dirinya merasa “lucky and blessed to be alive” setelah terlibat tabrakan.
Davis-Woodhall menyatakan insiden terjadi saat ia dalam perjalanan menuju sesi latihan. Menurut penuturannya, tabrakan itu berlangsung sangat mengkhawatirkan karena berujung tabrakan berhadapan (head-on) yang ia sebut “very scary”.
Akibat kecelakaan tersebut, ia mengalami gegar otak dengan tingkat “severe”. Kondisi ini membuatnya belum bisa kembali berlatih seperti biasa sejak kejadian.
Meski belum menutup kemungkinan tampil, Davis-Woodhall menyebut ia belum tahu apakah dirinya siap mengikuti agenda berikutnya. Ia juga mengaku absen dari latihan sejak kecelakaan, sehingga proses pemulihan menjadi prioritas utama saat ini.
Dalam unggahan media sosial, ia menuliskan, “Luckily I walked away without any major injuries.” Pernyataan itu sekaligus menjadi penegasan awal bahwa tidak ada cedera serius yang mengancam nyawanya.
Atlet berusia 27 tahun itu menambahkan bahwa ia bekerja bersama tim dan dokter untuk kembali sehat. Ia menulis, “At this point I’m working with my team and doctors to get healthy, but I’m not sure if I will be ready to compete at Ultimate Championships next week. More updates to come.”
Hingga saat ini, Davis-Woodhall juga menyebut cederanya tidak bersifat mengancam nyawa. Namun, ia tetap menghadapi dampak yang cukup berat karena harus menjalani pemulihan setelah mengalami “severe” concussion.
Ia menjelaskan kerusakan kendaraan yang terjadi. “Both cars, which were going at about 20mph, were written off,” katanya, menekankan bahwa meski kecepatan sekitar 20 mph, tabrakan tetap menimbulkan kerusakan total pada kedua mobil.
Waktu yang tidak ideal menjelang kompetisi
Davis-Woodhall menilai insiden ini datang pada momen yang sangat tidak menguntungkan bagi program latihannya. Ia menyebut kondisi dirinya saat ini berada pada puncak persiapan, sehingga keputusan terkait partisipasi terasa sangat sulit.
Berita Terkait
- Kekacauan hari batas transfer Everton terkait Folarin Balogun bikin The Friedkin menghadapi pemberontakan suporter, menurut Phil McNulty
- Paul Pogba, Raheem Sterling, dan Jamie Vardy: daftar free agent usai penutupan bursa transfer
- Kabar Transfer Chelsea: Duel Deadline Day vs Monaco Berbalik Merugikan
Ia mengatakan, “It’s really unfortunate timing; I am at the peak of my training right now.” Menurutnya, ia merasa kecepatannya dan kekuatannya berada pada level terbaik, tetapi kecelakaan mengubah rencana yang sudah disusun.
“I’m as fast as I’ve ever been. I’m as strong as I’ve ever been,” ujarnya. Ungkapan tersebut menunjukkan bahwa ia percaya performanya sedang optimal, meski tubuhnya kini harus menyesuaikan dengan proses pemulihan gegar otak.
Ia kemudian menambahkan, “So this decision is very difficult for me. I don’t know where I am right now.” Pernyataan itu menggambarkan ketidakpastian yang masih ia rasakan terkait kondisi terkini tubuhnya dan kemampuan untuk kembali kompetitif.
Jika pemulihannya memungkinkan, Davis-Woodhall akan mempertimbangkan untuk kembali ke panggung persaingan. Namun, sampai ada perkembangan lanjutan, ia memilih menunggu respons dari tim medis dan proses terapi yang sedang dijalani.
Ultimate Championships di Budapest mulai 11 September
Kejuaraan World Athletics Ultimate Championships dijadwalkan bergulir mulai 11 September di Budapest. Davis-Woodhall disebut sebagai salah satu atlet yang menjadi perhatian karena statusnya sebagai juara dunia yang sedang bersaing di level teratas.
Dalam kejuaraan tersebut, peserta akan memperebutkan hadiah utama sebesar ÂŁ111,000. Format acara juga mempertemukan para jawara dari berbagai level, dengan rangkaian pertandingan yang berlangsung selama tiga hari sebagai bagian dari penutup musim.
Event ini, menurut informasi yang ia sampaikan, mempertemukan juara Olimpiade, juara dunia, dan juara Diamond League, sekaligus para performer terkemuka pada tahun berjalan. Kehadiran atlet-elit dari berbagai kompetisi membuat turnamen ini menjadi salah satu etalase akhir musim yang paling menarik.
Davis-Woodhall sendiri datang dengan catatan prestasi yang kuat. Ia meraih medali emas lompat jauh pada Olimpiade Paris 2024, sebelum kemudian menambah kemenangan sebagai juara dunia di Tokyo satu tahun setelahnya.
Dengan rekam jejak tersebut, keputusan Davis-Woodhall untuk menentukan langkah berikutnya akan sangat ditunggu. Saat ini, ia mengutamakan pemulihan setelah kecelakaan, sembari menilai apakah kondisinya sudah memadai untuk kembali mengikuti jadwal kompetisi yang hanya beberapa hari lagi.
Unggahan dan pernyataannya menegaskan bahwa ia selamat dari insiden tanpa cedera besar, tetapi tetap mengalami dampak kesehatan yang serius. Proses pemulihan yang dijalani bersama tim dan dokter menjadi penentu utama arah karier kompetitifnya dalam beberapa hari mendatang.












