Internasional

Drone perusahaan Inggris untuk pertama kalinya menghantam sasaran di wilayah daratan Rusia

×

Drone perusahaan Inggris untuk pertama kalinya menghantam sasaran di wilayah daratan Rusia

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: UK-made drones strike targets inside Russia

jurnalistik.co.id – Untuk pertama kalinya, drone buatan Inggris disebut digunakan menyerang sasaran di wilayah daratan Rusia. Laporan ini mengaitkan perangkat tersebut dengan serangan yang menarget titik-titik militer maupun fasilitas industri.

Menurut pemberitaan BBC, drone yang dipakai dalam operasi tersebut dibuat oleh dua perusahaan berbeda berbasis Inggris. Penggunaan di daratan Rusia dilaporkan terjadi secara luas dan menghasilkan serangkaian penargetan yang dianggap “berhasil”.

Sasaran yang disebut meliputi sejumlah fasilitas penting, termasuk kilang serta gudang milik perusahaan ritel daring Wildberries. Wildberries dikenal sebagai salah satu platform belanja populer di Rusia.

BBC menyebut serangan ini pertama kali dilaporkan oleh Sunday Times. Dalam laporan itu, dampak ekonominya disebut telah melampaui £35 miliar.

Sebuah sumber militer yang disebut “berpenempatan baik” juga mengonfirmasi kepada BBC bahwa drone buatan Inggris memang digunakan. Konfirmasi tersebut menjadi dasar bahwa fase penyerangan kini melibatkan perangkat Inggris secara lebih spesifik di daratan Rusia.

Dalam konteks konflik yang sama, BBC juga mengingatkan bahwa sejak sebelumnya rudal jelajah Storm Shadow buatan Inggris sudah digunakan. Namun, laporan ini menilai fase terbaru memberikan dampak yang jauh lebih menentukan dibanding penggunaan yang telah lebih dulu terjadi.

Dari sisi pernyataan pihak Rusia, juru bicara Kementerian Luar Negeri Rusia, Maria Zakharova, sebelumnya menyatakan bahwa ada drone yang memakai komponen dan konfigurasi asal Inggris. Ia juga menyebut contoh penggunaan untuk menyerang wilayah Rusia, termasuk sebuah depot bahan bakar di Kamensky District, wilayah Rostov.

BBC mengaitkan rangkaian informasi tersebut dengan perkembangan dukungan dari pihak Inggris kepada Ukraina. Pada bulan April, Kementerian Pertahanan Inggris mengumumkan rencana memasok Ukraina dengan puluhan ribu drone, termasuk perangkat serang jarak jauh.

Dalam pengumuman tersebut, Kementerian Pertahanan menyatakan bahwa dukungannya kepada Ukraina tidak akan berubah. Dukungan itu digambarkan akan terus diberikan “hingga Ukraina menang”.

Seorang juru bicara juga menyampaikan komitmen bahwa Inggris berupaya menyediakan peralatan yang dibutuhkan Ukraina untuk membela diri dari invasi yang dinilai ilegal. Juru bicara tersebut menambahkan bahwa pada tahun berjalan Inggris menyiapkan lebih dari 150.000 drone, termasuk perangkat Stone Cloak yang disebut dapat mengganggu pertahanan udara Rusia.

Rincian lain yang disebut mencakup misil jelajah berbiaya rendah yang dinilai inovatif. Pernyataan ini ditempatkan sebagai bagian dari paket dukungan terbesar yang diumumkan dalam periode sebelumnya.

BBC kemudian mengaitkan laporan tentang drone terhadap dinamika serangan di Moskow pada hari Minggu. Walikota Moskow menyebut sekitar 600 drone Ukraina diluncurkan menuju kota pada malam hari, dan kira-kira sepertiga di antaranya dihancurkan.

Walikota tersebut juga menyatakan bahwa tiga orang mengalami cedera. Di tengah rangkaian itu, sebuah gudang milik Wildberries disebut menjadi salah satu yang terkena dampak.

Wildberries, yang disebut sebagai versi Rusia dari Amazon, dilaporkan berulang kali menjadi sasaran sejak bulan Juli. Dalam laporan BBC, serangan-serangan tersebut diposisikan sebagai bagian dari pola penargetan yang berkelanjutan.

Dari pihak Kyiv, disebutkan bahwa target diarahkan pada pusat logistik yang digunakan pihak Rusia untuk membeli peralatan militer. Tujuannya, menurut Kyiv, adalah mengganggu pasokan yang diperlukan untuk mendukung operasi militer Rusia.

Dengan demikian, laporan BBC merangkai beberapa lapisan informasi: adanya konfirmasi penggunaan drone buatan Inggris di daratan Rusia, penilaian tentang besarnya kerugian ekonomi, serta rangkaian pernyataan resmi dari pihak Inggris dan respons dari pemerintah Rusia.

Di bagian lain, BBC menempatkan konteks Storm Shadow dan perangkat drone sebagai bagian dari evolusi cara penyerangan berlangsung. Walaupun rudal buatan Inggris pernah digunakan lebih dahulu, laporan ini menekankan bahwa penggunaan drone dalam skala yang disebut luas kini menjadi fase yang lebih menentukan.

BBC juga menekankan keterkaitan antara pernyataan Zakharova dan contoh serangan di wilayah Rostov. Penyebutan depot bahan bakar di Kamensky District berfungsi sebagai ilustrasi bahwa klaim penggunaan komponen dan konfigurasi Inggris sudah muncul sebelumnya.

Sementara itu, pengumuman Kementerian Pertahanan Inggris di bulan April menjadi jembatan yang menjelaskan arah dukungan: pengiriman drone dalam jumlah puluhan ribu, perangkat pengganggu pertahanan udara, serta misil jelajah berbiaya rendah. Semua elemen tersebut ditempatkan sebagai langkah untuk memperkuat kemampuan Ukraina bertahan dan menyerang.

Dalam pemberitaan yang sama, penggambaran serangan terhadap Moskow pada hari Minggu menambah dimensi operasional. Informasi mengenai jumlah drone, tingkat penghancuran kira-kira sepertiga, dan adanya korban cedera memberi gambaran bahwa dinamika serangan berlangsung dalam skala yang signifikan.

Terakhir, penargetan fasilitas Wildberries memperlihatkan bahwa perusahaan ritel daring tidak hanya hadir sebagai aktor bisnis, tetapi juga menjadi bagian dari lanskap sasaran yang disebut relevan bagi operasi logistik. Ketika Kyiv menyebut upaya mengganggu jalur pengadaan militer, Wildberries kemudian muncul sebagai contoh fasilitas yang ikut menjadi perhatian dalam konflik.