jurnalistik.co.id – Garry Kasparov, pembangkang asal Rusia yang tinggal di pengasingan di Amerika Serikat, mengatakan dirinya mendapat peringatan terkait ancaman terhadap keselamatan jiwanya. Menurutnya, peringatan itu datang dari layanan keamanan AS dan Lituania.
Kasparov, mantan juara dunia catur, menyebut bahwa ia termasuk salah satu dari dua tokoh yang diberi arahan untuk mengambil langkah pencegahan. Ia mengatakan sudah melakukan penyesuaian demi mengurangi risiko yang disebutkan kepadanya.
Ia menyampaikan keterangan tersebut di tengah situasi yang sedang menjadi perhatian, setelah Departemen Kehakiman Amerika Serikat membuka surat dakwaan yang telah disegel pada awal bulan ini. Dakwaan itu menuduh lima orang yang diduga bekerja untuk jaringan yang berhubungan dengan Kremlin, merencanakan serangan dan pembunuhan di sejumlah negara, termasuk Amerika Serikat.
Kasparov menyatakan bahwa dalam tulisannya, ia tidak diberi tahu secara gamblang bahwa dirinya dan rekan sesama pendiri Free Russia Forum, Ivan Tyutrin, dipandang sebagai target. Kendati demikian, ia menegaskan kedua pihak sama-sama telah diperingatkan soal keselamatan mereka.
Laporan lain juga memperinci adanya peringatan dari otoritas AS kepada figur-figur oposisi tertentu. Surat kabar Spanyol El Mundo melaporkan bahwa mereka memperoleh informasi bahwa Kasparov—bersama tokoh oposisi Rusia lainnya, Ilya Ponomarev—telah diperingatkan mengenai dugaan plot sejak musim panas.
El Mundo menyebut, berdasarkan sumber-sumber yang dekat dengan Kasparov, ia untuk pertama kali selama tinggal di AS ditempatkan di bawah perlindungan tingkat lebih tinggi pada musim panas. Kasparov kemudian menulis secara terpisah dengan menekankan ketidakmampuannya untuk benar-benar merasa aman.
Dalam tulisannya, Kasparov menyatakan, “I will not stop and I will not hide, even if I thought it was possible to do so.” Ia juga menambahkan, “My family and I will not truly be safe as long as [Russian President Vladimir] Putin is in power in Russia – a circumstance shared by millions.”
Berita Terkait
Kasparov meninggalkan dunia kompetitif catur pada 2005 untuk menekuni karier politik. Ia membangun gerakan-gerakan yang secara terbuka menentang Vladimir Putin sebelum akhirnya melarikan diri dari Rusia pada 2013, dan ia tidak kembali sejak saat itu.
Rusia kemudian mengklasifikasikannya sebagai foreign agent setelah invasi skala penuh ke Ukraina dimulai pada 2022. Pada 2024, Rusia juga memasukkannya ke daftar teroris dan ekstremis, yang ditolak oleh Kasparov.
Terkait Ponomarev, ia dilaporkan menjadi tokoh oposisi lain yang disebut sebagai target dalam pemberitaan. Ponomarev adalah satu-satunya anggota parlemen Rusia yang memilih menentang aneksasi Crimea yang dinilai ilegal pada 2014, sebelum kemudian menjalani pengasingan di Ukraina.
Ponomarev tidak mengonfirmasi maupun menyangkal kepada Moscow Times apakah ia diberi tahu mengenai dugaan plot tersebut. Namun ia menyatakan bahwa tuduhan itu menandai “a new level of escalation” oleh Rusia.
Di sisi lain, Departemen Kehakiman AS menyebut jaringan yang dikaitkan dengan layanan intelijen Rusia telah beroperasi sejak setidaknya 2024. Dakwaan tersebut menggambarkan dugaan RIS Network sebagai pihak yang melakukan konspirasi serta aksi penyerangan dan pembunuhan terhadap pembangkang serta pembelot Rusia di berbagai belahan dunia.
Assistant Attorney General untuk bidang keamanan nasional, John A Eisenberg, menyampaikan bahwa lima orang yang diduga bertanggung jawab mengorganisasi rencana tersebut dituduh bekerja “as part of a global assassination network that reached into the United States, attempting to recruit US citizens and foreigners to carry out killings at the behest of the Kremlin”.
Nama-nama yang disebut dalam dakwaan sebagai bagian dari jaringan tersebut adalah Yuri Khrameev, Kirill Khrameev, Oemis Romagoza Durruthy, Yaidel Delgado Suarez, dan Angel Eduardo Castro. Departemen Kehakiman AS juga menyatakan kelima orang itu masih buron.
Sementara itu, juru bicara Kremlin Dmitry Peskov menyatakan saat dakwaan dibuka bahwa ia tidak akan memberi komentar sebelum mendengar atau melihat “any credible evidence” atau “tangible facts”.





