jurnalistik.co.id – Joshua Cammidge, pria Inggris berusia 31 tahun, telah didakwa terkait dugaan bantu-membantu untuk intelijen Rusia dan akan menghadapi proses hukum di Inggris.
Jaksa menyebut Cammidge berasal dari Swindon. Ia diduga menerima arahan dari seorang individu yang diyakini memiliki keterkaitan dengan GRU Volunteer Corps, sebuah kelompok yang dikendalikan oleh dinas intelijen militer Rusia.
Dalam dakwaan tersebut, Cammidge dituduh melakukan dua perbuatan yang masuk dalam rezim National Security Act. Pengadilan kemudian akan menjadi tempat untuk menilai apakah dakwaan itu terbukti.
Cammidge dijadwalkan untuk tampil di Westminster Magistrates’ Court pada Kamis. Proses sidang itu muncul setelah tahapan penangkapan dan penahanan dilakukan oleh aparat penegak hukum.
Menurut keterangan yang disampaikan Crown Prosecution Service (CPS), dakwaan pertama berkaitan dengan “assisting a foreign intelligence service”, sedangkan dakwaan kedua terkait “preparatory conduct”.
Rinciannya, perbuatan yang dituduhkan berupa bantuan terhadap layanan intelijen asing disebut melanggar Section 3 dari National Security Act 203. Sementara itu, perbuatan yang disebut sebagai tindakan persiapan dinyatakan melanggar Section 18 dari National Security Act 2023.
Penangkapan terhadap Cammidge dilakukan pada Jumat. Counter Terrorism Policing (CTP) London menangkapnya di sebuah alamat di Swindon, dengan dukungan dari aparat Wiltshire Police.
Setelah penangkapan, Cammidge dibawa ke sebuah kantor polisi di London. Pada waktu yang sama, pihak kepolisian juga menjalankan penggeledahan di alamat lain di Swindon.
Langkah penegakan hukum berlanjut pada Sabtu. Cammidge kemudian ditangkap kembali dan ditahan berdasarkan ketentuan National Security Act, sebagaimana dijelaskan oleh pihak Metropolitan Police.
Berita Terkait
- Irjen Pol Drs. Widodo Pimpin Apel Pagi Polda Gorontalo (07/09/2026), Tekankan Kewaspadaan, Cari Informasi, dan Jauhi Pelanggaran
- Andrew dan Tristan Tate Tetap Ditahan di AS saat Melawan Ekstradisi ke Inggris
- Ibu Tasia Fortune menuntut kejelasan, berminggu-minggu setelah jenazah perempuan kulit hitam ditemukan tergantung di pohon Mississippi
Dalam keterangannya, CPS menegaskan proses penuntutan dilakukan setelah penelaahan bukti untuk memastikan perkara layak dibawa ke pengadilan dan memenuhi kepentingan publik.
Frank Ferguson, chief crown prosecutor untuk CPS Special Crime and Counter Terrorism Division, menyampaikan: “Our prosecutors have worked to establish that there is sufficient evidence to bring the case to court and that it is in the public interest to pursue criminal proceedings. ”
Ia juga menambahkan pengingat terkait status perkara. “We remind all concerned that proceedings against the defendant are active and he has the right to a fair trial.”
Terakhir, Ferguson menekankan aspek kehati-hatian dalam ruang publik. “It is vital that there should be no reporting, commentary or sharing of information online which could in anyway prejudice these proceedings.”
Dengan demikian, inti perkara yang kini akan dibawa ke pengadilan berpusat pada tuduhan bantuan terhadap layanan intelijen asing serta dugaan tindakan persiapan yang diduga dilakukan Cammidge.
Seiring jadwal sidang di Westminster Magistrates’ Court pada Kamis, pihak penegak hukum akan melanjutkan proses sesuai prosedur peradilan. Sementara itu, penuntutan menggarisbawahi pentingnya menjaga integritas proses hukum, termasuk agar informasi yang berpotensi mengganggu peradilan tidak disebarkan.
Bagi publik, kasus ini menjadi perhatian karena melibatkan penerapan National Security Act. Dakwaan semacam ini biasanya diproses dengan standar pembuktian yang ketat di depan hakim, mengingat muatan serius yang diklaim dalam penuntutan.
Adapun, detail mengenai bagaimana arahan tersebut diterima dan kaitannya dengan GRU Volunteer Corps akan menjadi bagian dari pembahasan di persidangan. Hingga sidang berlangsung, Cammidge tetap berada pada status yang ditentukan hukum sampai ada keputusan pengadilan.
Sidang pada Kamis diharapkan memberikan kejelasan lebih lanjut tentang arah perkara, termasuk bagaimana masing-masing dakwaan akan diuji melalui pembuktian di ruang sidang.












