jurnalistik.co.id – Jenazah pendaki asal Inggris, Alexander Harris, telah ditemukan di Pakistan bagian utara. Hal itu disampaikan pejabat setempat setelah pencarian terhadap pria berusia 30 tahun itu berakhir pada hari Sabtu.
Alexander Harris, yang berasal dari Birmingham, dilaporkan hilang ketika ia sedang menuruni Musa Ka Musala, sebuah gunung dengan ketinggian lebih dari 4.000 meter. Lokasi pendakian berada di provinsi Khyber Pakhtunkhwa.
Menurut Khalid Iqbal, wakil komisaris wilayah tersebut, Harris sempat menjadi fokus pencarian bersama kepolisian dan sukarelawan. Ia mengatakan bahwa jenazah ditemukan di sebuah jalur di kawasan hutan.
Iqbal menilai, penyebab kematian kemungkinan besar terkait kecelakaan saat perjalanan turun. Ia menyebut, “most probably he slipped and fell”.
Harris diduga mengalami terpeleset dan jatuh saat berada di rute pendakian. Ia juga memiliki kewarganegaraan Irlandia, selain kewarganegaraan Inggris.
Ia memulai pendakian pada Sabtu sekitar pukul 05:40 waktu setempat bersama seorang rekan pendaki. Keduanya sempat mengambil foto di puncak sebelum kemudian mulai menuruni gunung.
Namun, selama proses turun mereka akhirnya terpisah. Iqbal menjelaskan bahwa perbedaan ritme menjadi salah satu pemicunya.
“There was a difference in their speed,” Iqbal said. “He [Harris] was moving faster, he got about 1-2km ahead. Then it started raining.”
Iqbal juga memperkirakan ada 250–300 orang yang terlibat dalam operasi penyelamatan. Pencarian dilakukan dengan berjalan kaki sekaligus menggunakan drone, meski pemanfaatannya terbatas karena visibilitas yang buruk.
Selain upaya lapangan, kondisi cuaca juga mempersulit proses penelusuran. Gangguan seperti hujan dan kabut membuat area sulit dilihat dan medan yang dihadapi pun terbilang curam serta menantang.
Pejabat setempat menyatakan bahwa Harris dan rekan pendakinya tidak melaporkan rencana perjalanan kepada pihak berwenang. Ia menambahkan, “The hotel had offered him a guide and police security,” Iqbal says. “But he said that he knew the area and did not need any help.”
Di sisi lain, tempat Harris bekerja turut menyampaikan kabar duka. Adam Smith International menyebut Harris sebagai sosok yang dicintai di lingkungan kerjanya.
Berita Terkait
Dalam pernyataannya, perusahaan menyatakan Harris adalah “much loved member” dari tim mereka dan menyebut kematian tersebut sebagai kabar yang sangat menyakitkan bagi seluruh anggota organisasi.
Adam Smith International juga menuliskan, “He cared deeply for Pakistan, its people, its nature, and learned Urdu during his time there.” Perusahaan menekankan bahwa Harris membangun hubungan yang erat dengan Pakistan selama menjalani aktivitasnya di sana.
Perusahaan menyampaikan rasa terima kasih kepada berbagai pihak yang membantu proses pencarian. Mereka menyebut, “We are deeply grateful to the hundreds of people who joined the search effort, including local residents, volunteers, police, rescue teams, forest department, members of Alex’s trail running community, and the government of Pakistan that supported the operation.”
Adam Smith International melanjutkan dengan uraian tentang kondisi saat pencarian berlangsung, antara lain hujan lebat, kabut, dan visibilitas yang rendah. Perusahaan menyatakan, “They searched tirelessly in difficult conditions, often in heavy rain, fog and poor visibility, over steep and challenging terrain.”
Perusahaan kemudian menyampaikan pesan dukungan kepada keluarga dan lingkungan sosial Harris. Mereka menulis, “Our thoughts are with Alex’s family, friends and colleagues at this incredibly difficult time. We remain focused on supporting his family.”
Sementara itu, kelompok lari jarak jauh tempat Harris tergabung juga mengekspresikan duka di media sosial. Margalla Trail Runners memanggil Harris sebagai “a passionate trail runner”.
Mereka juga menyampaikan doa dalam unggahan tersebut, “May his soul rest in peace and may his family and loved ones find strength and comfort during this difficult time.”
Pihak Kementerian Luar Negeri Inggris dilaporkan telah dihubungi untuk mendapatkan tanggapan lebih lanjut. Hingga berita ini dirangkum, rincian respons resmi belum dipublikasikan.
Operasi pencarian dan konteks perjalanan
Harris memulai perjalanan dari awal pendakian pada Sabtu pagi, kemudian berada di puncak sebelum memulai penurunan. Pemisahan dengan rekan pendaki terjadi ketika perbedaan kecepatan muncul dalam arus perjalanan, lalu situasi berubah ketika hujan mulai turun.
Dengan melibatkan ratusan orang dan bantuan drone yang penggunaannya dibatasi, pencarian tetap dilakukan sampai akhirnya jenazah ditemukan di jalur hutan. Pejabat setempat menyebut insiden terpeleset dan jatuh sebagai dugaan paling mungkin berdasarkan temuan di lokasi.
Kasus ini juga menyoroti keputusan Harris terkait pengaturan bantuan selama perjalanan. Walau hotel sebelumnya menawarkan pemandu dan pengamanan polisi, ia memilih tidak memakai layanan tersebut karena merasa telah mengetahui area yang dituju.
Dengan ditemukannya jenazah, proses pencarian dinyatakan berakhir, sementara duka terus disampaikan dari perusahaan tempat Harris bekerja maupun komunitas pelari yang mengenalnya sebagai figur aktif di lintasan jarak jauh.












