Bisnis & Ekonomi

RAPBN 2027: Akomodasi & Makan Minum Ditarget Tumbuh Tertinggi

×

RAPBN 2027: Akomodasi & Makan Minum Ditarget Tumbuh Tertinggi

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Akomodasi & Mamin Jadi Sektor dengan Target Pertumbuhan Tertinggi - Market

jurnalistik.co.id – Pemerintah menempatkan RAPBN 2027 sebagai kerangka untuk mendorong pertumbuhan ekonomi hingga 6% pada tahun 2027. Dalam pembahasan asumsi dasar RAPBN, target itu dirujuk sebagai hasil dari sejumlah sektor yang dibidik untuk bergerak seiring kebijakan yang ditetapkan.

Pernyataan tersebut disampaikan Ketua Komisi XI DPR RI, Mukhamad Misbakhun, dalam Rapat Pengambilan Keputusan Atas Asumsi Dasar dalam RUU APBN TA 2027 pada Rabu (2/9/2026). Ia menekankan bahwa capaian target pertumbuhan ekonomi diarahkan lewat penguatan kebijakan di sisi produksi.

Menurut Misbakhun, fokusnya adalah mengoptimalkan kinerja serta potensi yang dimiliki tiap sektor. Ia mengatakan, “Untuk mendukung pencapaian target pertumbuhan ekonomi, pemerintah memperkuat kebijakan di sisi produksi dengan mengoptimalkan kinerja dan potensi masing-masing sektor,” kata Mukhamad Misbakhun.

RAPBN 2027 kemudian memetakan arah pertumbuhan pada sejumlah lapangan usaha. Di antara sektor yang menjadi perhatian, penyediaan akomodasi dan makan minum ditargetkan mencatat pertumbuhan sebesar 9,4% pada 2027.

Target 9,4% tersebut disebut sebagai yang tertinggi dibandingkan sektor lain yang juga ditetapkan pemerintah. Dengan demikian, sektor ini ditempatkan pada posisi paling agresif dalam proyeksi pertumbuhan tahun mendatang.

Selain akomodasi dan makan minum, sektor transportasi dan pergudangan juga ditetapkan tumbuh 8,9% pada 2027. Pemerintah memandang sektor ini sebagai bagian yang ikut mendorong kinerja ekonomi melalui aktivitas distribusi serta layanan logistik.

Di sisi lain, informasi dan komunikasi diproyeksikan tumbuh sebesar 8,1% pada tahun yang sama. Penetapan angka ini menempatkan sektor digital dan komunikasi sebagai salah satu penopang laju ekonomi dalam proyeksi RAPBN 2027.

Pemerintah juga menargetkan pertumbuhan pada sektor jasa kesehatan dan kegiatan sosial sebesar 7% untuk 2027. Angka tersebut merefleksikan harapan agar layanan kesehatan dan kegiatan sosial ikut berkontribusi menjaga ritme pertumbuhan ekonomi.

Tak hanya itu, sektor perdagangan besar, eceran, serta reparasi mobil dan motor ditetapkan tumbuh 6,5% pada 2027. Pemerintah menempatkan aktivitas perdagangan dan perawatan kendaraan sebagai salah satu elemen penting dalam ekosistem konsumsi dan jasa.

Jika dilihat dari rentang target pertumbuhan antar sektor, perbedaan angka menunjukkan adanya prioritas pada lapangan usaha yang diharapkan lebih cepat pulih atau berkembang. Misalnya, penyediaan akomodasi dan makan minum memperoleh target 9,4%, sementara sektor perdagangan besar, eceran, serta reparasi mobil dan motor ditetapkan 6,5%.

Dengan konfigurasi target tersebut, pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi 6% sebagai sasaran utama pada 2027. Penetapan target sektor yang bervariasi memperlihatkan bahwa arah kebijakan diarahkan melalui perbedaan karakter dan potensi masing-masing lapangan usaha.

Di ruang pembahasan DPR, Mukhamad Misbakhun menegaskan bahwa penguatan dilakukan lewat optimasi di sisi produksi. Ia menempatkan kinerja sektor sebagai pintu masuk untuk mendekatkan perekonomian pada target pertumbuhan yang telah ditentukan.

Dalam konteks RAPBN 2027, proyeksi pertumbuhan sektor-sektor tersebut berfungsi sebagai basis asumsi bagi penyusunan arah kebijakan. Pemerintah tidak hanya menetapkan angka agregat, melainkan juga menurunkannya ke target pertumbuhan pada sektor-sektor yang menjadi tumpuan ekonomi.

Pada akhirnya, RAPBN 2027 memposisikan sektor-sektor dengan target pertumbuhan yang berbeda sebagai bagian dari strategi pencapaian pertumbuhan ekonomi 6% pada 2027. Penyediaan akomodasi dan makan minum menjadi sektor dengan target tertinggi, sementara sektor lain bergerak dalam kisaran yang telah ditetapkan, termasuk transportasi dan pergudangan 8,9%, informasi dan komunikasi 8,1%, jasa kesehatan dan kegiatan sosial 7%, serta perdagangan besar, eceran, dan reparasi mobil serta motor 6,5%.