Olahraga

Inggris vs Pakistan: Pakistan melepas 7 pemain, memanggil 7, dan mengganti Sarfaraz Ahmed

×

Inggris vs Pakistan: Pakistan melepas 7 pemain, memanggil 7, dan mengganti Sarfaraz Ahmed

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: England v Pakistan: Tourists drop seven players, call up seven and release coach Sarfaraz Ahmed

jurnalistik.co.id – Pakistan merespons kekalahan beruntun mereka dari Inggris dengan melakukan perubahan yang sangat tidak biasa. Jelang laga Uji ketiga dan pamungkas seri di Edgbaston, tim tamu mengganti komposisi pemain sekaligus jajaran pelatih dan stafnya.

Setelah dua kekalahan yang berjalan timpang pada dua Tes pertama, Pakistan mengambil langkah ā€œekstremā€ dengan melepas tujuh pemain dan memanggil tujuh pemain baru. Di saat yang sama, kepala pelatih Sarfaraz Ahmed ikut dilepas, sehingga rotasi juga terjadi di ruang pelatih.

Perubahan pemain: tujuh dilepas, tujuh dipanggil

Lima dari tujuh pemain yang dilepas merupakan nama yang sempat tampil pada seri ini. Mereka adalah Muhammad Rizwan, Imam-ul-Haq, Salman Ali Agha, Ali Usman, dan Khurram Shahzad.

Dua pemain lain dikirim pulang tanpa sempat turun bermain. Aamir Jamal dan Muhammad Awais Jafar termasuk yang harus kembali lebih cepat.

Pakistan kemudian memanggil total tujuh pemain untuk Tes ketiga. Dari nama yang dipanggil, Saim Ayub dan Abdullah Fazal tercatat memiliki pengalaman bermain Test sebelumnya, sementara lima lainnya adalah pendatang baru yang belum pernah melakukan debut Test.

Rincian pemanggilan tersebut meliputi Arafat Minhas sebagai all-rounder spesialis spin-bowling, Mohammed Imran Jr sebagai quick left-arm, Said Baig sebagai wicketkeeper, serta dua all-rounder lain, Mohammad Imran dan Razaullah.

Rotasi staf: Sarfaraz dan Umar Gul dilepas

Selain perubahan di skuat, Pakistan juga melakukan pembaruan pada staf pelatih. Sarfaraz Ahmed sebagai kepala pelatih dan Umar Gul sebagai asistennya dilepas untuk digantikan oleh pelatih white-ball Pakistan, Mike Hesson.

Untuk posisi tambahan, mantan pe-quick asal Australia Ashley Noffke juga didatangkan. Dengan penggantian ini, keputusan Pakistan tidak hanya menyentuh pemain, tetapi juga menyasar arah pembinaan jangka pendek selama sisa tur.

Laga Uji ketiga di Birmingham dijadwalkan mulai 9 September. Ini memberi gambaran bahwa Pakistan ingin langsung ā€œmengunciā€ momentum baru sebelum seri berakhir.

Hasil dua Tes pertama menjadi pemicu perombakan

Kekalahan pada dua Tes awal membuat situasi Pakistan berada di bawah tekanan besar. Pada Tes pertama di Headingley, Pakistan kalah dengan selisih satu inning, sedangkan pada Tes kedua di Lord’s mereka tertinggal 194 run.

Pakistan juga mengalami kesulitan besar saat memukul, karena mereka tersingkir dengan skor di bawah 200 pada masing-masing dari empat innings yang dijalani. Pola permainan yang rapuh ini menjadi latar bagi keputusan perombakan menyeluruh menjelang pertandingan berikutnya.

Untuk sebuah tim tamu yang sedang menjalani tur, pengiriman pulang tujuh pemain dan pelepasan kepala pelatih di tengah seri dinilai sangat jarang terjadi. Pakistan sendiri dikenal memiliki kecenderungan membuat keputusan yang tidak lazim saat menghadapi kekalahan.

Contoh yang pernah terjadi adalah saat Inggris tur di Pakistan pada 2024. Ketika tuan rumah kalah pada Tes pertama setelah Inggris mencetak total lebih dari 800, Pakistan merespons pada Tes kedua dengan bermain di pitch yang sama di Multan.

Pada kesempatan itu, Pakistan menggunakan penghangat taman (garden heaters) dan kipas untuk mengeringkan permukaan, dengan tujuan membantu permainan spin mereka. Hasilnya, tim tuan rumah memenangkan dua Tes berikutnya dan menutup seri dengan skor 2-1.

Situasi kontroversi pada Tes kedua ikut mewarnai keputusan

Langkah perombakan besar ini datang setelah tim Pakistan dikelilingi kontroversi selama Tes kedua. Pada hari pertama saat waktu makan siang, PCB sempat mengancam akan membatalkan sisa pertandingan dan tur karena sebuah wawancara dengan putra-putra Imran Khan yang disiarkan Sky.

Imran Khan, mantan kapten dan perdana menteri Pakistan, tengah menjalani hukuman penjara selama tiga tahun atas tuduhan korupsi yang ia bantah. Walau demikian, Pakistan akhirnya tetap melanjutkan Tes, dengan kapten Babar dan kepala pelatih Sarfaraz sama-sama menyatakan tidak mengetahui rencana pemboikotan.

Di antara pemain yang dilepas, ada Salman yang sempat menjadi kapten pada Tes pertama. Ia memimpin karena Babar Azam mengalami cedera, tetapi kemudian Salman tidak dipertahankan untuk Tes kedua.

Nama lain yang ikut dilepas adalah Imam-ul-Haq, yang mendapat kritik pada Lord’s karena tidak berupaya melakukan pemukulan pada kedua innings setelah mengalami cedera betis saat bertugas di hari pembukaan. Kondisi-kondisi seperti ini turut memperjelas mengapa Pakistan memilih melakukan perubahan cepat menjelang laga berikutnya.

Selain dinamika internal di tur, Pakistan juga dijadwalkan memiliki agenda dengan Raja Charles di Clarence House pada pekan ini. Dengan semua perubahan ini, Tes ketiga akan menjadi titik uji baru bagi Pakistan dalam seri yang sedang berjalan.