Internasional

Kanada Umumkan Tarif Balasan “Dolar untuk Dolar” ke AS hingga 50%

×

Kanada Umumkan Tarif Balasan “Dolar untuk Dolar” ke AS hingga 50%

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Canada announces 'dollar-for-dollar' retaliatory tariffs on US as high as 50%

jurnalistik.co.id – Kanada mengumumkan tarif balasan sebagai respons atas gelombang tarif terbaru dari Amerika Serikat yang menyasar impor asal Kanada. Kebijakan ini ditetapkan berlaku pada 8 September dan mencakup berbagai jenis produk, mulai dari komoditas industri hingga barang konsumen.

Pemerintah Kanada menyatakan tarif tandingan itu dirancang “dollar-for-dollar” dan dapat mencapai 50%. Dalam keterangannya, Kanada menyebut penetapan itu sebagai langkah yang “proportionate” dan “strategic”, sekaligus bagian dari respons atas eskalasi setelah perundingan perdagangan kedua negara berakhir buntu.

Nilai barang yang terkena tarif

Tarif Kanada akan dikenakan pada hampir C$28 miliar ($20 miliar; £15 miliar) nilai produk Amerika. Daftar yang diumumkan mencakup sejumlah komoditas seperti baja, furnitur, tuna segar, hingga kaus katun (cotton T-shirts).

Langkah ini muncul setelah pembicaraan perdagangan AS–Kanada runtuh pada akhir pekan lalu. Kedua pihak saling menuduh membuat permintaan di menit-menit akhir yang dinilai tidak wajar.

Menteri Keuangan François-Philippe Champagne menegaskan bahwa pembebanan tarif tersebut akan berdampak nyata. Ia menyatakan, “Those tariffs will have real consequences for Canadian workers, businesses and communities across our nation,” lalu menambahkan, “Canada must respond.”

Tarif balasan dan besaran persentasenya

Kanada menetapkan paket tarif tandingan untuk sekitar 700 produk asal AS. Skema yang diumumkan mencakup beberapa lapisan persentase, dengan pengenaan tertinggi mencapai 50% untuk kelompok barang tertentu.

Pertama, Kanada mengatur tarif 50% untuk produk baja (steel) dan aluminium (aluminum) yang sebelumnya hanya dikenai tarif tandingan 25%. Kedua, terdapat tarif 50% untuk berbagai barang lainnya, termasuk madu alami (natural honey), furnitur, pakaian dan produk fesyen (clothing and apparel), makeup, serta parfum.

Selain itu, Kanada menetapkan tarif 25% untuk sejumlah barang seperti peralatan rumah tangga (appliances) dan produk susu (dairy products) yang meliputi keju (cheese). Kelompok lain yang disebut adalah ikan dan makanan laut (fish and seafood), juga beberapa turunan dari baja dan aluminium (certain steel and aluminum derivative products).

Untuk lapisan berikutnya, Kanada memberlakukan tarif 15% pada jenis alat dan mesin tertentu. Di antara yang disebut adalah forklift (forklifts) dan mesin pendingin udara (air conditioning machines).

Dana dukungan untuk pelaku terdampak

Champagne menyatakan Kanada juga akan menyediakan program dukungan tambahan bagi bisnis dan pekerja yang terkena tarif AS. Pemerintah menyebut nilai bantuan sebesar C$7,5 miliar untuk skema program yang ditujukan meminimalkan kehilangan pekerjaan dan menjaga perusahaan tetap bertahan.

Pernyataan itu sejalan dengan kekhawatiran bahwa peningkatan tarif pada perdagangan antara dua mitra dagang yang historisnya sangat dekat akan menimbulkan rasa sakit di kedua sisi perbatasan. Dengan berubahnya biaya perdagangan, rantai pasok yang terbentuk selama puluhan tahun berpotensi menghadapi beban tambahan.

Tanggapan Donald Trump dan respons politis Kanada

Trump belum memberikan komentar langsung terkait tindakan balasan Kanada. Namun, melalui rangkaian unggahan di Truth Social pada Selasa, ia menuduh Kanada telah “ripping off” Amerika Serikat selama puluhan tahun serta menekan petani AS dengan tarif yang tinggi.

Dalam unggahan yang sama, Trump menulis bahwa “I deal with many countries, and Canada is easily the most difficult and unreasonable.” Ia juga menyatakan, “They feel entitled, but they are not a State, and will be entitled no longer!”

Trump turut menyampaikan saran untuk mengubah nama Lake Ontario menjadi “Lake America”, yang ia tulis: “We don’t expect to doing much business with Ontario any longer.” Ucapan tersebut disampaikan dalam konteks hubungan yang kembali memanas antara AS dan Kanada.

Senin sebelumnya, Trump mengancam menaikkan tarif AS atas mobil asal Kanada menjadi 50% mulai 1 Januari. Perdana Menteri Mark Carney menanggapi ancaman itu dengan mengkritik langkah Trump sebagai upaya untuk “destroy” industri Kanada, termasuk sektor pembuatan otomotif serta industri baja dan aluminium.

Rhetorika publik di kedua pihak sempat memanas pada Senin. Setelah menyebut Trump “loser” saat konferensi pers, Ontario Premier Doug Ford mengakui bahwa situasi sempat “things got a little heated”, sebagaimana ia sampaikan dalam wawancara dengan CNN.

Meski begitu, Ford menyampaikan nada yang lebih diplomatis pada Selasa. Ia mengatakan, “But I want to make a deal — a good deal for the American people, a good deal for Canadians,” seraya menempatkan harapan negosiasi yang lebih konstruktif.

USMCA dalam sorotan

EskalasI tarif juga menimbulkan pertanyaan mengenai masa depan perjanjian perdagangan bebas Amerika Utara yang dikenal sebagai USMCA. Perjanjian ini mengikat Kanada, AS, dan Meksiko, dan menjadi payung kerja sama ekonomi kawasan.

Presiden Claudia Sheinbaum dilaporkan mengirim menteri ekonominya, Marcelo Ebrard, ke Washington untuk pembicaraan darurat. Langkah tersebut dilakukan setelah perundingan perdagangan dengan Kanada runtuh.

Dengan paket tarif yang kini dijalankan secara lebih tegas, upaya menjaga ruang perundingan menjadi semakin menentukan. Bagi industri dan konsumen, perubahan tarif berpotensi memengaruhi harga dan ketersediaan produk dari lintas negara, terutama pada komoditas yang disebut langsung dalam daftar Kanada.

Di sisi lain, Kanada menegaskan responsnya merupakan bagian dari kebutuhan untuk menanggapi tarif AS. Baik lewat penetapan tingkat tarif “proportionate” maupun dukungan tambahan yang dijanjikan, langkah ini menunjukkan bahwa ketegangan dagang memasuki fase yang lebih serius menjelang pemberlakuan pada 8 September.