Internasional

Milei Ancam Langkah Hukum terhadap Inggris Terkait Eksplorasi Minyak Falkland

×

Milei Ancam Langkah Hukum terhadap Inggris Terkait Eksplorasi Minyak Falkland

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Argentina threatens legal action against UK over Falkland Islands oil exploration

jurnalistik.co.id – Presiden Argentina Javier Milei mengeluarkan ancaman langkah hukum terhadap pemerintah Inggris terkait proyek eksplorasi minyak di sekitar Kepulauan Falkland. Dalam unggahan di media sosial, ia menetapkan tenggat dua minggu bagi proyek ladang minyak Sea Lion untuk dihentikan atau memulai proses sengketa tingkat internasional.

Menurut Milei, tenggat dua minggu tersebut diarahkan untuk menghentikan proyek Sea Lion, yang merupakan kerja sama antara perusahaan Israel dan perusahaan Inggris. Ia menyatakan bahwa jika tenggat itu tidak dipenuhi, ia telah “instructed the Foreign Ministry and legal teams to initiate international arbitration” terhadap Inggris.

Dalam pernyataannya, Milei menggambarkan tindakan itu sebagai “the illegal plundering of our resources through the Sea Lion Project”. Ancaman ini sekaligus menempatkan isu kedaulatan Falkland—dikenal di Argentina sebagai Las Malvinas—kembali menjadi fokus ketegangan antara Buenos Aires dan London.

Tenggat dua minggu dan kemungkinan arbitrase internasional

Milei memperingatkan Inggris bahwa bila “the illegitimate exploitation” di kawasan tersebut tidak berakhir dalam waktu dua minggu, Argentina akan membawa persoalan itu ke International Tribunal for the Law of the Sea. Tribunal tersebut merupakan badan peradilan independen yang berbasis di Hamburg dan bertugas memastikan penerapan yang adil terhadap United Nations Convention on the Law of the Sea.

Langkah ini muncul tak lama setelah Milei mengkritik Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dalam pidatonya di Sidang Majelis Umum. Ia menilai organisasi dunia tersebut gagal bertindak terkait kedaulatan Kepulauan Falkland.

Dalam pidatonya, Milei menyebut PBB sebagai “a useless organisation” dan mengatakan lembaga itu hanya melayani “arrogant parasites dressed up as well-intentioned bureaucrats”. Setelah kritik itu, pernyataan Milei kembali memperkuat nada keras terhadap posisi Inggris.

Respons Inggris dan konteks politik Falkland

Sementara itu, Sekretaris Pertahanan Inggris Wes Streeting mengatakan Argentina “lacks the ability” untuk merebut Falkland kembali dengan kekuatan. Komentar tersebut muncul di tengah kelanjutan eskalasi retorika terkait penguasaan kepulauan.

Persoalan Falkland memang telah menjadi sumber konflik lama. Lebih dari empat dekade lalu, sebuah satuan tugas militer Inggris mengusir pasukan Argentina yang telah menginvasi wilayah tersebut pada 1982. Setelah itu, perang yang berlangsung selama 74 hari berujung pada jatuhnya korban jiwa dari kedua pihak.

Dalam konflik tersebut, tercatat 255 personel militer Inggris meninggal, tiga warga kepulauan tewas, dan 649 personel militer Argentina juga gugur. Sejak itu, sengketa kedaulatan terus mempengaruhi hubungan politik dan diplomatik Argentina dan Inggris.

Proyek Sea Lion, estimasi cadangan, dan klaim izin

Sea Lion berada sekitar 130 mil (209 km) dari Kepulauan Falkland. Proyek itu memuat estimasi 1,7 miliar barel minyak, dengan rencana ekstraksi yang dijadwalkan mulai dalam dua tahun ke depan.

Dua perusahaan disebut akan memulai pengambilan dari ladang tersebut: Rockhopper Exploration dari Inggris dan Navitas Petroleum dari Israel. Keduanya menyatakan bahwa mereka memiliki izin yang sah yang dikeluarkan oleh pihak Inggris terkait aktivitas di wilayah Falkland.

Milei, di sisi lain, sebelumnya telah menggambarkan ladang minyak Sea Lion sebagai “clear and present danger”. Pernyataan tersebut menegaskan bahwa baginya, proyek energi itu bukan hanya isu ekonomi, tetapi juga berkaitan langsung dengan klaim kedaulatan atas kawasan.

Untuk menguatkan posisi kedaulatan, sumber menyebut bahwa pada 2013 warga kepulauan memilih untuk tetap menjadi wilayah seberang laut Inggris melalui referendum. Hasilnya menunjukkan 99,8% memilih untuk tetap berada di bawah status tersebut, sedangkan hanya tiga orang yang memilih sebaliknya.

Di tengah rangkaian argumen politik dan hukum, ancaman Milei menambahkan tekanan pada Inggris terkait legitimasi eksplorasi dan eksploitasi sumber daya di sekitar Falkland. Tenggat dua minggu yang ia tetapkan menjadi penentu apakah Argentina akan melanjutkan sengketa melalui jalur arbitrase internasional dan, bila berlanjut, membawa perkara ke International Tribunal for the Law of the Sea.

Dengan demikian, proyek Sea Lion kini tidak hanya diposisikan sebagai agenda energi jangka pendek perusahaan, tetapi juga sebagai titik temu dari konflik kedaulatan yang sudah berlangsung puluhan tahun. Ketika Inggris mengaitkan aktivitas pada izin yang dimiliki, Argentina menempatkannya dalam kerangka tindakan yang dinilainya melanggar dan tidak sah.