jurnalistik.co.id – Perdana Menteri Andy Burnham akan memulai kunjungan luar negeri pertamanya sebagai kepala pemerintahan dengan terbang ke Kyiv pada Senin, untuk menegaskan kembali dukungan Inggris bagi Ukraina. Kunjungan ini sekaligus menjadi momen simbolik menjelang peringatan kemerdekaan negara tersebut.
Di Kyiv, Burnham dijadwalkan memimpin pertemuan pertamanya dalam wadah “coalition of the willing” yang dibentuk oleh Inggris dan Prancis, dan yang pada masa pemerintahan sebelumnya dipersiapkan oleh Sir Keir Starmer. Dalam pertemuan tersebut, ia akan duduk sebagai tuan rumah untuk menegaskan konsolidasi dukungan internasional.
Selain memimpin pertemuan koalisi, Burnham juga akan mengambil bagian dalam agenda perayaan kemerdekaan Ukraina. Ia turut dijadwalkan menerima penghargaan atas nama rakyat Inggris sebagai bentuk pengakuan terhadap dukungan Inggris untuk Ukraina.
Rangkaian agenda itu disusun di tengah meningkatnya serangan Rusia terhadap Ukraina dalam beberapa pekan terakhir. Salah satu serangan yang disebut terjadi pada hari Jumat menimpa sebuah pusat perbelanjaan dan menewaskan setidaknya 16 orang.
Pidato dukungan di hari kemerdekaan
Menjelang kunjungannya, Burnham menyampaikan bahwa pada hari kemerdekaan Ukraina yang ke-35, masyarakat Ukraina tidak perlu ragu terhadap sikap Inggris. Ia mengatakan: “On Ukraine’s 35th anniversary of independence, the Ukrainian people should be in no doubt: the UK is behind you today and for as long as it takes.”
Dalam pernyataan itu, Burnham menekankan bahwa kontribusi Inggris tidak berhenti pada dukungan di tingkat kebijakan, melainkan juga ingin disampaikan langsung. Ia menyatakan: “I am proud of the contribution our country has made to Ukraine and I want the Ukrainian people to hear it directly from me that our support will not waver. After all, Ukraine’s security is our security.”
Burnham juga mengaitkan hubungan persahabatan antara Ukraina dan Inggris dengan prospek jangka panjang yang melebihi perang yang sedang berlangsung. Ia menyebut persahabatan tersebut akan “long outlast Russia’s illegal war”, serta menegaskan tekad Inggris untuk terus berada di pihak Ukraina. Ia menambahkan: “Russia should be in no doubt of our resolve. We will not back down until there is a just and lasting peace.”
Balasan Moskow atas penggunaan drone Inggris
Seruan Burnham muncul setelah Moskow memperingatkan adanya “consequences” terkait penggunaan drone Inggris oleh Ukraina. Menurut pemberitaan tersebut, peringatan itu datang dalam konteks peningkatan serangan Ukraina jarak jauh terhadap infrastruktur dan wilayah di Rusia.
Kyiv disebut telah mengintensifkan serangan jarak jauh ke Moskow serta wilayah Rusia lainnya, termasuk menargetkan kilang minyak dan gudang milik perusahaan ritel daring terbesar Rusia, Wildberries. Rangkaian serangan ini memperlebar eskalasi yang juga mendorong respons diplomatik dari pihak Rusia.
Berita Terkait
Di London, kedutaan Rusia mengungkapkan tuduhan terhadap Inggris. Dalam pernyataannya, kedutaan itu menuduh Inggris “deliberately opting for an escalation of the Ukraine crisis”, seraya menyatakan bahwa “the deeper its involvement in the conflict… the higher the price it will pay”.
Menanggapi ancaman dan kritik tersebut, Burnham pada pekan lalu menyampaikan bahwa Inggris tidak akan menarik dukungannya. Ia berkata: “We are not fair-weather friends, we will be there in Ukraine’s hour of need and that won’t change.”
Ketika ditanya pada hari Selasa mengenai ancaman dari Rusia, Burnham kembali menegaskan posisi pemerintah Inggris. Ia menyatakan bahwa Inggris memberikan dukungan agar Ukraina bisa membela diri, dan bahwa ini merupakan sikap Inggris sejak konflik berlangsung, dengan menegaskan: “providing support so that Ukraine can defend itself and that’s been the British position all the way through this conflict, by previous prime ministers – it remains the case with me”.
Langkah teknologi pertahanan dan kerja sama Prancis
Kunjungan Burnham ke Kyiv juga diiringi rencana pengumuman kebijakan di bidang pertahanan. Ia dijadwalkan menyatakan bahwa pemerintah Inggris telah menyetujui agar perusahaan pertahanan MBDA dapat mendeklasifikasi informasi tentang komponen Inggris untuk rudal jelajah jarak jauh Scalp.
Scalp disebut sebagai padanan Prancis dari rudal Storm Shadow milik Inggris. Keduanya menggunakan teknologi yang sama antara Inggris dan Prancis, dan Presiden Emmanuel Macron dipantau menimbang opsi pembentukan lini perakitan lokal untuk rudal Scalp di Ukraina.
Latar diplomatik di tengah perubahan posisi duta
Situasi diplomatik juga menjadi bagian dari konteks kunjungan tersebut. Pemberitaan menyebut bahwa Rusia telah mengonfirmasi duta besarnya untuk Inggris, Andrei Kelin, meninggalkan pos di London dalam beberapa pekan terakhir, sementara Kremlin belum mengajukan pengganti.
Meski demikian, kedutaan Rusia di Inggris menyatakan kepada BBC bahwa situasi itu tidak mencerminkan niat untuk menurunkan hubungan diplomatik kedua negara.
Dalam hubungan simbolik yang lain, Zelensky disebut menjadi pemimpin negara asing pertama yang disambut di Downing Street setelah Burnham resmi menjabat perdana menteri pada Juli. Kini, kunjungan Burnham ke Kyiv menjadi kelanjutan dari dinamika tersebut, ketika dukungan dan koordinasi kebijakan kembali dipusatkan pada hubungan Inggris–Ukraina di masa peringatan kemerdekaan.
Dengan agenda memimpin pertemuan “coalition of the willing”, menghadiri rangkaian perayaan, serta menegaskan komitmen pertahanan dan dukungan politik, Burnham berupaya mengunci pesan utama: Inggris hadir bersama Ukraina di tengah eskalasi serangan dan peringatan dari Moskow. Pada saat yang sama, langkah teknologi terkait Scalp dan respons diplomatik Rusia menempatkan kunjungan ini sebagai pengingat bahwa perang tidak hanya diperebutkan di lapangan, tetapi juga lewat keputusan kebijakan, informasi, dan jaringan kerja sama antarnegara.












