jurnalistik.co.id – Legenda tinju Inggris, Prince Naseem Hamed, menyatakan keyakinannya bahwa Moses Itauma berada di level yang jauh melampaui para mantan juara kelas berat. Pernyataan itu ia sampaikan menjelang perebutan gelar kelas berat IBF yang lowong, saat Itauma bersiap menghadapi Filip Hrgovic di London.
Itauma akan mengunci laga melawan Hrgovic pada Sabtu di O2 Arena, London, dengan status gelar IBF kelas berat yang masih tersedia. Usia Itauma 21 tahun, sementara rekor profesionalnya masih tak terkalahkan: 14 kemenangan dalam 14 pertarungan.
Bagi Hamed, laga ini bukan sekadar tentang gelar, melainkan tentang kelahiran penerus yang mampu melewati dua nama besar era sebelumnya. Ia meyakini Itauma akan melampaui Anthony Joshua dan Tyson Fury, yang sama-sama pernah menjadi sorotan utama tinju kelas berat Inggris.
Pujiannya kepada Itauma
Hamed mengatakan Itauma “a million times better” dibanding Joshua dan Fury. Ia juga menegaskan, menurut penilaiannya, tidak ada alasan bagi Fury ataupun Joshua untuk benar-benar ingin beradu dengan Moses Itauma.
“Moses is on another level to the likes of Tyson Fury and Tyson would say that himself. Tyson would not want to fight Moses and neither would Joshua,” ujar Hamed kepada BBC Sport. Ia menambahkan, “If they did I would say they are very brave.”
Hamed menilai pencapaian Fury dan Joshua memang luar biasa, tetapi ia menolak menyamakan Moses dengan keduanya. “[But] I can’t compare Moses. He is a million times better than them.”
Ia juga menyebut Fury sebagai figur yang memberi warna dan dampak besar bagi tinju Inggris. “I think Tyson Fury was amazing for British boxing and what he achieved, what he did and brought to the game and how colourful he was as a personality,” kata Hamed, sebelum menyinggung kontribusi awal Joshua.
Menurutnya, Joshua berhasil melakukan pekerjaan besar pada fase awal kariernya. “I think Joshua did an amazing job early in his career to win a world title and be an ambassador for British boxing.”
Hrgovic sebagai penantang
Sebagai lawan, Hrgovic datang dengan rekor yang dinilai tetap kuat meski diposisikan sebagai underdog. Usia Hrgovic 34 tahun, ia merupakan peraih medali perunggu Olimpiade, dan sejauh ini hanya mengalami satu kekalahan.
Kekalahan itu terjadi saat ia menghadapi Daniel Dubois pada 2024, yang kini memegang status juara dunia WBO. Dalam total 21 laga, Hrgovic tercatat hanya kalah satu kali, sehingga kualitas oposisi yang ia hadapi dianggap lebih menantang.
Berita Terkait
Meski begitu, Hamed tidak melihat laga ini akan berubah menjadi ujian yang benar-benar berat bagi Itauma. Ia justru menganggap malam itu akan berjalan lebih mudah daripada ekspektasi di atas kertas.
“On paper it’s a test but I don’t think the night that we watch it it will be a test,” ujar Hamed. Ia menegaskan, “I think it’s going to be one of Moses’ easiest nights of his career and he’ll win a world title.”
Target sejarah dan perbandingan usia
Jika Itauma meraih kemenangan, ia akan menjadi juara dunia kelas berat termuda kedua dalam sejarah. Posisinya hanya akan berada di bawah Mike Tyson, yang disebut sebagai acuan di catatan sejarah tersebut.
Hamed juga menekankan bahwa pencapaian Itauma berpeluang datang lebih cepat daripada Joshua saat merebut gelar dunia pertamanya. Ia menyebut Itauma bisa melakukannya 14 hari lebih cepat, saat Joshua meraih gelar perdananya pada pertarungan pro ke-16.
Dalam konteks rekor lain, Hamed menempatkan Fury dan Joshua dalam pola hasil yang berbeda. Fury tercatat kalah dua kali—keduanya ditelan Oleksandr Usyk—sedangkan Joshua mengalami empat kekalahan dalam 34 pertarungan profesional.
Hamed sendiri pernah mengalami perjalanan historis yang serupa di awal kariernya. Ia menjadi juara dunia Inggris termuda ketika mengalahkan Steve Robinson untuk gelar WBO kelas bulu di Cardiff pada 1995, saat berusia 21 tahun dan 230 hari.
Ia menyebut, bila Itauma menang melawan Hrgovic, ia akan tertinggal hanya 14 hari dari rekor usia yang pernah dicapai Hamed. Namun, Hamed menyatakan ia tidak menjadikan rekor sebagai fokus utama.
Motivasi dan keyakinan mempertahankan sabuk
Menurut Hamed, yang ia ingin lihat adalah potensi Itauma yang benar-benar terpenuhi sebagai petinju spesial. Ia mengaitkan keyakinan itu dengan pengalaman pribadinya saat menatap masa depan karier tinju.
“Winning a national title as an amateur aged 11 and then having in your head all the way through your amateur career that you’ll be world champion at 21 – I visualised that. I think it’s very much the same for Moses,” katanya.
Hamed menegaskan tingkat kepercayaannya bukan hanya pada kemenangan, melainkan pada kemampuan Itauma untuk bertahan setelah menjadi juara. “I’m so confident that Moses is going to be the heavyweight champion of the world. I’m so confident that he’ll defend that belt for as long as he wants.”
Dengan laga yang berlangsung di O2 Arena pada Sabtu, penantang dari Kroasia membawa rekor yang solid, sementara Itauma membawa rangkaian tak terkalahkan. Namun, menurut Hamed, hasil akhirnya tetap mengarah pada pengambilalihan sabuk dunia oleh Moses Itauma.












