jurnalistik.co.id – Pangeran Wales (Prince of Wales) Pangeran William akan menghadiri pemakaman Raja Harald V dari Norwegia di Oslo pada Rabu pekan depan. Istana Buckingham mengumumkan kehadiran itu, dengan Pangeran William mewakili Raja Charles.
Dalam keterangan resminya, disebutkan bahwa prosesi akan berlangsung pada 9 September. Setelah prosesi, upacara pemakaman akan dilanjutkan dengan ibadah di Oslo Cathedral.
Selain Pangeran William, Putri Anne juga akan hadir secara personal. Ia dikenal sebagai wali baptis (godmother) bagi raja baru Norwegia, yaitu Raja Haakon VIII.
Raja Harald V meninggal dunia bulan lalu dalam usia 89 tahun. Ia berada di tahta Norwegia selama 35 tahun, sosok yang selama ini dipandang dekat dengan masyarakat dan ikut mendorong modernisasi monarki.
Menurut sumber-sumber kerajaan, kehadiran Pangeran William mengikuti konvensi bahwa kepala monarki tidak lazim menghadiri pemakaman kepala negara lain. Large crowds atau kerumunan besar diharapkan menyertai prosesi perpisahan bagi Raja Harald V.
Ribuan orang juga tercatat telah mengantri untuk memberikan penghormatan terakhir saat jenazah berada dalam keadaan berbaring (lying in state) di kapel Royal Palace, di ibu kota Norwegia. Setelah rangkaian upacara, pemakaman dilakukan secara pribadi di mausoleum kerajaan di Akershus Fortress.
Pada hari pemakaman, Pangeran William akan didampingi oleh Ratu Sonja. Turut hadir anggota keluarga kerajaan Norwegia, termasuk Raja Haakon VIII yang baru, serta sejumlah bangsawan Eropa lainnya.
Dalam rangkaian penghormatan, terdapat pula pidato televisi yang disampaikan secara emosional oleh putra Raja Harald, Raja Haakon. Dalam pidatonya, Raja Haakon menyampaikan: “Thank you for being such a good dad.”
Berita Terkait
Raja Harald dipersepsikan sebagai “people’s king” yang berupaya membuat monarki lebih relevan, termasuk dengan merangkul perubahan dan memecah tradisi melalui pernikahan dengan seorang warga biasa. Ia juga disebut tampil sebagai figur yang menyatukan.
Raja Haakon menilai dirinya mewakili nilai “society built on law and justice, where everyone is of equal value”. Pesan ini menegaskan bagaimana generasi penerus memposisikan arah monarki di tengah tuntutan masyarakat.
Sementara itu, pesan Raja Charles turut memuji sepupunya, Raja Harald V. Raja Charles menyebut pelayanan Raja Harald kepada rakyatnya dengan “unwavering dedication, guiding Norway through times of great change with warmth and humility”.
Raja Haakon VIII memulai perannya pada masa yang disebut tidak mudah bagi keluarga kerajaan Norwegia. Tahun ini, keluarga kerajaan juga dihadapkan pada sejumlah skandal yang menjadi sorotan publik.
Istri Raja Haakon, Ratu Mette-Marit, mendapat pemeriksaan ketika terungkap bahwa ia mempertahankan persahabatan selama tiga tahun dengan penjahat seks Jeffrey Epstein. Ia kemudian menyampaikan permintaan maaf secara terbuka.
Selain itu, putra Ratu Mette-Marit dari hubungan sebelumnya, Marius Borg Høiby, divonis pada Juni atas tuduhan pemerkosaan dan sejumlah pelanggaran lain. Ia dijatuhi hukuman empat tahun penjara dan menyatakan akan mengajukan banding.
Di sisi lain, ketika Pangeran William berada di Norwegia, Raja Charles kembali ke Skotlandia. Langkah itu dilakukan setelah Raja Charles bertemu Presiden Macron di London pekan ini, dalam acara Bayeux Tapestry exhibition.
Raja Charles juga akan menjadi tuan rumah bagi Andy Burnham di Balmoral akhir pekan ini. Pertemuan tersebut disebut sebagai kunjungan tahunan Perdana Menteri yang tinggal bersama raja.
Dengan jadwal pemakaman yang berpusat pada 9 September dan rangkaian upacara di Oslo, kehadiran sejumlah tokoh dari berbagai negara menegaskan besarnya perhatian internasional terhadap sosok Raja Harald V. Proses perpisahan, penghormatan di kapel kerajaan, hingga pemakaman privat menjadi bagian dari serangkaian tata cara yang menutup masa pemerintahan Raja Harald.












