Hukum & Kriminal

Berkas kasus Mohamed Al Fayed diserahkan ke jaksa, CPS menunggu keputusan dakwaan

×

Berkas kasus Mohamed Al Fayed diserahkan ke jaksa, CPS menunggu keputusan dakwaan

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Police pass Mohamed Al Fayed case file to prosecutors

jurnalistik.co.id – Metropolitan Police telah menyerahkan berkas bukti terkait penyelidikan atas Mohamed Al Fayed kepada Crown Prosecution Service (CPS). Langkah ini menjadi tahapan berikutnya setelah sejumlah orang diwawancarai dengan status di bawah peringatan.

Dalam pengumuman terbaru, pihak kepolisian menyebut bahwa ada satu tersangka laki-laki pada usia 80-an yang menjadi fokus berkas tersebut. CPS kemudian akan menilai apakah perkara ini memenuhi syarat untuk diajukan dakwaan.

Pada bulan lalu, seorang pria dan seorang perempuan, keduanya juga berada di usia 80-an, diwawancarai di bawah peringatan. Keduanya dicurigai terlibat dalam “aiding and abetting rape and sexual assault” serta “assisting the commission of sexual offences”.

Met Police menyatakan bahwa keputusan untuk menempuh proses dakwaan akan ada di tangan CPS. Penilaian itu akan didasarkan pada kelengkapan bukti yang sudah disusun dalam berkas perkara.

Penyelidikan ini tidak hanya melibatkan dua orang yang diwawancarai pada bulan lalu. “Earlier this year”, tiga perempuan berusia 40-an, 50-an, dan 60-an serta satu laki-laki di usia 60-an juga telah dipanggil untuk diperiksa.

Mohamed Al Fayed, yang dikenal sebagai mantan pemilik Harrods, meninggal dunia tiga tahun lalu pada usia 94. Dalam pemberitaan itu disebutkan bahwa ia tidak pernah menghadapi dakwaan selama hidupnya.

Seorang juru bicara Met Police mengatakan polisi telah menyerahkan berkas lengkap untuk keputusan penuntutan. “detectives submitted a full evidential file” kepada CPS untuk sebuah “charging decision”.

Menurut pernyataan itu, berkas terkait satu tersangka, seorang pria di usia 80-an, serta mengacu pada “two indecent assaults on two women in London”. Polisi juga menyatakan aparat akan terus bekerja bersama dengan jaksa selama proses perkara berjalan.

Dalam keterangan yang sama, Met Police menyebut bahwa hingga saat ini ada tujuh tersangka yang telah diwawancarai di bawah peringatan terkait dugaan pelanggaran tertentu. Dugaan tersebut mencakup “aiding and abetting rape and sexual assault”, “assisting in the commission of sexual offences”, serta “human trafficking for the purposes of sexual exploitation”.

Perkembangan tersebut mendapat respons dari pihak yang mewakili korban dalam kampanye Justice for Fayed and Harrods Survivors. Ko-ketua organisasi, Jen Mills dan Lindsay Mason, menyambut penyerahan berkas bukti kepada CPS sebagai langkah penting.

Dalam pernyataan yang mereka sampaikan, Mills dan Mason mengatakan penyerahan “a full evidential file to the CPS is a significant step”. Mereka menegaskan bahwa hal yang paling utama adalah posisi dua perempuan yang menjadi pusat dari dugaan tersebut.

Keduanya menyatakan, “Both are members of Justice for Fayed and Harrods Survivors and, as with all those impacted by this scandal, we stand alongside them with love and empathy.” Pernyataan itu menekankan dukungan langsung kepada mereka yang menunggu proses lanjutan.

Dengan berkas kini berada di CPS, tahap berikutnya adalah evaluasi apakah proses dakwaan dapat dilanjutkan. Keputusan penuntutan tersebut akan menentukan arah perkara untuk para pihak yang terkait dalam penyelidikan ini.

Kasus yang sudah menyertakan pemeriksaan terhadap beberapa kelompok usia ini menunjukkan bahwa penyelidikan dilakukan secara bertahap sebelum masuk ke fase penilaian penuntutan. Bagi dua perempuan yang menjadi dasar materi dugaan, penyerahan berkas menjadi sinyal bahwa proses hukum bergerak ke tahap yang lebih formal.

Penyerahan berkas bukti lengkap ini dipahami sebagai langkah prosedural yang menempatkan perkara pada tangan jaksa penuntut. Dalam konteks “charging decision”, CPS akan menilai apakah materi yang disusun oleh penyelidik sudah memenuhi ambang untuk melanjutkan ke proses dakwaan, termasuk bagaimana bukti-bukti tersebut saling menguatkan.

Dari sisi cakupan pemeriksaan, proses yang berjalan tidak berhenti pada satu kelompok pemeriksaan saja. Selain seorang tersangka pria di usia 80-an yang menjadi fokus berkas, terdapat pula dua orang yang diwawancarai di bawah peringatan pada bulan lalu, serta pemanggilan lainnya “earlier this year” terhadap tiga perempuan dari rentang usia 40-an hingga 60-an dan satu laki-laki usia 60-an. Hingga saat ini, Met Police menyebut total tujuh tersangka sudah diwawancarai di bawah peringatan, dengan dugaan pelanggaran yang mencakup “aiding and abetting rape and sexual assault”, “assisting the commission of sexual offences”, dan “human trafficking for the purposes of sexual exploitation”, termasuk rujukan pada dua “indecent assaults” terhadap dua perempuan di London.

Setelah berkas berada di CPS, para pihak kini menunggu tahap penilaian lebih formal yang akan menentukan arah perkara. Pihak kepolisian menyatakan aparat akan terus bekerja bersama dengan jaksa selama proses berjalan, sementara ko-ketua kampanye Justice for Fayed and Harrods Survivors, Jen Mills dan Lindsay Mason, menyambut penyerahan “a full evidential file to the CPS” sebagai langkah penting. Mereka menegaskan bahwa perhatian utama tetap tertuju pada posisi dua perempuan yang menjadi pusat dugaan, serta menyampaikan dukungan emosional bagi mereka yang menanti proses lanjutan.