Internasional

Zack Polanski terpilih jadi kandidat Green Party untuk pemilihan sela kursi lama Keir Starmer di Holborn dan St Pancras

×

Zack Polanski terpilih jadi kandidat Green Party untuk pemilihan sela kursi lama Keir Starmer di Holborn dan St Pancras

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Zack Polanski to be Green Party candidate for Keir Starmer's old seat

jurnalistik.co.id – Zack Polanski resmi terpilih sebagai kandidat Green Party untuk pemilihan sela di kursi parlemen yang sebelumnya diduduki Sir Keir Starmer. Ia akan bertarung memperebutkan jabatan tersebut di daerah Holborn dan St Pancras pada 8 Oktober.

Polanski merupakan anggota London Assembly. Dengan pemilihan ini, ia akan maju sebagai calon Green Party dalam pemilihan sela untuk menggantikan Starmer yang telah mengumumkan mundur dari parlemen.

Menurut keterangan yang disampaikan, Polanski dipilih oleh anggota Camden Green Party. Proses pemilihan itu membuatnya mengungguli seorang pesaing, yakni anggota dewan setempat Hamza Chowdhury.

Dalam pernyataannya, Polanski menyatakan, “we have the momentum and we can win”. Ia juga menambahkan kalimat yang menegaskan sikap Green Party: “might be the underdog in this election but we have the momentum and we can win”.

Keyakinan tersebut menjadi bagian dari pesan kampanye Polanski menjelang pemilihan 8 Oktober. Bagi Green Party, pencalonan ini sekaligus menjadi kesempatan untuk mencoba menembus dominasi partai lain di kursi tersebut.

Bagi pemilih Holborn dan St Pancras, pemilihan sela ini berlangsung setelah terjadinya kekosongan kursi. Kekosongan itu muncul karena Sir Keir Starmer, yang sebelumnya menjadi Perdana Menteri, memutuskan untuk berhenti sebagai anggota parlemen agar fokus pada peran di bidang urusan internasional.

Selama ini, kursi tersebut berada di bawah penguasaan Partai Buruh (Labour). Labour telah memegang kursi inner London itu sejak kursi tersebut dibentuk pada 1983.

Dalam pemilihan sela, Labour juga menurunkan kandidatnya sendiri. Calon yang diajukan adalah pemimpin Dewan Camden, Sagal Abdi-Wali.

Dengan demikian, pemilihan 8 Oktober akan mempertemukan kandidat Green Party, Zack Polanski, melawan kandidat Labour, Sagal Abdi-Wali. Pertarungan keduanya menjadi sorotan karena kursi yang diperebutkan memiliki sejarah panjang di bawah Labour.

Langkah pemilihan Green Party dan sinyal persaingan

Terpilihnya Polanski menandai penentuan resmi Green Party menjelang pemilihan sela. Ia dipilih lewat mekanisme internal di Camden Green Party, sehingga keputusan tersebut mencerminkan preferensi di tingkat organisasi lokal.

Dalam pemilihan itu, Hamza Chowdhury disebut sebagai kandidat yang juga masuk pertimbangan. Polanski kemudian diputuskan sebagai pilihan anggota untuk maju sebagai calon partai dalam kontestasi politik yang lebih luas.

Bagi Green Party, penegasan bahwa mereka mungkin menghadapi status “underdog” tidak menghalangi strategi untuk tetap mendorong kemenangan. Polanski menempatkan momentum sebagai faktor penting yang, menurutnya, dapat dimanfaatkan untuk meraih hasil yang lebih baik dari ekspektasi.

Ungkapan Polanski mengenai peluang itu menunjukkan kerangka komunikasi yang ingin dibangun menjelang hari pemungutan suara. Ia menekankan bahwa partainya memiliki daya dorong dan peluang untuk mengubah dinamika persaingan.

Sementara itu, bagi Labour, pemilihan sela menjadi ujian apakah penguasaan kursi yang sudah berlangsung sejak 1983 dapat dipertahankan. Keberadaan calon Sagal Abdi-Wali memperlihatkan bahwa Labour menyiapkan kandidat yang memiliki kedekatan dengan struktur pemerintahan lokal melalui posisi sebagai pemimpin Dewan Camden.

Dalam konteks demikian, pemilihan sela di Holborn dan St Pancras tidak hanya soal pergantian nama di kursi parlemen. Namun, ia juga menjadi penanda arah dukungan politik di wilayah itu setelah perubahan pada sosok yang sebelumnya mengisi jabatan.

Kedua kandidat sama-sama akan memusatkan perhatian pada hari pemilihan tanggal 8 Oktober. Bagi Zack Polanski, momen ini sekaligus menjadi langkah menuju targetnya untuk menjadi anggota parlemen (MP) melalui jalur Green Party.

Adapun bagi pemilih, pemilihan sela ini menawarkan pilihan antara kelanjutan tradisi penguasaan Labour di kursi inner London dan peluang yang ingin dibawa Green Party dengan pencalonan Zack Polanski. Dengan jadwal yang sudah ditetapkan, persaingan di Holborn dan St Pancras akan segera memasuki fase penentuan.

Sejauh sumber menyebut, seluruh rangkaian perubahan berawal dari keputusan Sir Keir Starmer untuk mengundurkan diri dari parlemen demi fokus pada peran internasional. Setelah kekosongan terjadi, proses pencalonan pun bergulir, termasuk penetapan Zack Polanski sebagai kandidat Green Party dan Sagal Abdi-Wali sebagai kandidat Labour untuk pemilihan sela yang berlangsung 8 Oktober.