Internasional

Prakiraan musim gugur Inggris: El Niño berpotensi lebih basah dan lebih hangat dari normal

×

Prakiraan musim gugur Inggris: El Niño berpotensi lebih basah dan lebih hangat dari normal

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: UK autumn forecast: El Niño to cause wetter and warmer-than-normal season

jurnalistik.co.id – Kondisi cuaca di Inggris musim gugur ini diproyeksikan akan lebih hangat sekaligus lebih basah dari biasanya. Met Office menilai hal tersebut dipicu penguatan El Niño, yang diperkirakan mencapai puncak pada November atau Desember.

Dalam prakiraan terbaru, Met Office juga mengaitkan perubahan pola itu dengan peluang musim yang lebih “berangin” dan berpotensi memicu badai dibanding musim gugur normal. Bagi wilayah yang sebelumnya sedang berupaya pulih dari dampak kekeringan, prospek hujan tambahan bisa menjadi angin segar, tetapi risiko banjir tetap perlu diwaspadai.

El Niño sendiri dijelaskan sebagai pemanasan di Samudra Pasifik tropis. Met Office menyebut fenomena ini diperkirakan menjadi yang terkuat dalam ingatan generasi yang hidup, sehingga kemungkinan ikut mendorong pergantian menuju kondisi yang lebih tidak menentu di paruh musim berikutnya.

Terkait peluang hujan, Met Office menyatakan ada peningkatan kemungkinan “wetter than average conditions” sepanjang musim gugur. “The latest seasonal forecasts suggest an increased likelihood of wetter than average conditions as we move through autumn, which would be consistent with the historical influence of El Niño events,” ujar Met Office Chief Meteorologist Ian Lisk.

Namun, Met Office menekankan bahwa El Niño bukan satu-satunya faktor yang menentukan cuaca Inggris. Lisk menambahkan, “While this event may become one of the strongest El Niño events on record, that does not automatically mean more severe impacts for the UK.” Pernyataan itu menggambarkan bahwa efek El Niño terhadap dampak riil tetap bergantung pada kombinasi pengaruh atmosfer lainnya.

Prakiraan juga mengarah pada musim yang lebih “stormier”. Peluang cuaca basah dan berangin disebut lebih tinggi dari normal, terutama mulai November, sehingga hujan lebat atau angin kencang berpotensi muncul pada periode tersebut.

Di sisi lain, kondisi laut di sekitar Inggris juga ikut berperan. Dengan iklim yang sudah semakin menghangat, ditambah suhu laut yang tidak biasa tinggi di sekitar kawasan Inggris, temperatur daratan diperkirakan dapat tetap berada di atas rata-rata.

Met Office menghubungkan kecenderungan hangat ini dengan rangkaian panas ekstrem yang sebelumnya terjadi pada musim panas. Musim panas 2026 secara sementara diputuskan sebagai yang terpanas dalam catatan, setelah lima gelombang panas meluas serta 40 hari dengan suhu di atas 30°C (86°F). Serangkaian panas ekstrem sejak akhir musim semi juga memicu marine heatwaves, ketika suhu permukaan laut naik hingga 5°C di atas normal. Menurut penjelasan ilmiah yang dirujuk dalam prakiraan, laut yang lebih hangat biasanya membuat suhu daratan tetap lebih tinggi daripada seharusnya.

Pertanyaan berikutnya adalah kapan pemulihan kekeringan benar-benar selesai. Saat kelompok National Drought Group dari Environment Agency (EA) bertemu pada hari Kamis, status kekeringan disebut belum berubah. Helen Wakeham, Director of Water di EA, menyebut, “drought recovery is a very long process,” dan menegaskan pemulihan hanya benar-benar selesai setelah cadangan di waduk, sungai, dan air tanah kembali normal.

Walaupun curah hujan tambahan diperkirakan datang, prakiraan ini juga mengingatkan potensi “weather whiplash”, yakni pola yang bergerak dari satu ekstrem ke ekstrem lainnya. Pengalaman serupa disebut terjadi pada 2025: Inggris mengalami musim panas dengan panas rekor, lalu di musim gugur berikutnya muncul badai serta banjir.

Risiko banjir karenanya tidak dapat dianggap hilang hanya karena hujan kembali. Sebagai gambaran kejadian banjir yang pernah terjadi, teks prakiraan juga menyinggung banjir akibat Storm Chandra di hamlet Weycroft, Axminster, pada 27 Januari 2026.

Contoh lain yang disebut adalah Storm Amy, yakni badai bernama pertama pada musim 2025-26, yang membawa banjir ke sebagian wilayah Inggris pada Oktober lalu.

Bagian akhir musim juga mendapat perhatian. Met Office menyebut kecil kemungkinan Inggris akan mengalami salju pada musim gugur ini, tetapi masih terlalu dini untuk menilai apakah musim dingin akan sangat dingin atau bersalju. Tahun-tahun El Niño umumnya membawa peningkatan peluang cuaca dingin dan bersalju pada akhir musim dingin di Eropa barat laut, meski posisi Inggris yang berada di tepi Atlantik membuat pengaruh tersebut tidak selalu sederhana.

Prakiraan menambahkan bahwa faktor meteorologis lain dapat mencegah datangnya angin dari arah utara atau timur yang biasanya membawa udara lebih dingin. Saat menilik sejarah setelah El Niño kuat sejak 1900, tercatat hanya musim dingin 1982/83 yang mengalami salju yang meluas dan bersifat mengganggu.