Otomotif

Tol Jakarta–Tangerang Diprediksi Macet karena Rekonstruksi Rigid di Sejumlah Titik

×

Tol Jakarta–Tangerang Diprediksi Macet karena Rekonstruksi Rigid di Sejumlah Titik

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Tol Jakarta-Tangerang Macet Parah karena Perbaikan Jalan

jurnalistik.co.id – Jasa Marga mengimbau pengguna Tol Jakarta–Tangerang bersiap menghadapi perlambatan arus lalu lintas pada Minggu (12/7/2026). Penurunan kelancaran dipicu pekerjaan rekonstruksi perkerasan beton atau rigid pavement di beberapa titik.

Dalam informasi yang disampaikan melalui akun resmi PT Jasa Marga pada pukul 11.30 WIB, Jasa Marga menyebut pekerjaan tersebut membuat kapasitas jalan berkurang. Akibatnya, arus kendaraan melambat dan kepadatan terjadi di titik-titik tertentu pada kedua arah.

Rekonstruksi rigid pavement di lajur tengah

Jasa Marga melaporkan kepadatan pada arah Bitung. Tepatnya, di segmen #Tol_Janger Karang Tengah KM 09 sampai KM 10+760, kondisi disebut “PADAT” karena adanya pekerjaan rekonstruksi rigid di lajur 2 atau lajur tengah.

“11.30 WIB #Tol_Janger Karang Tengah KM 09 – KM 10+760 arah Bitung PADAT, ada pekerjaan perbaikan jalan (Rekonstruksi Rigid) di lajur 2/tengah,” tulis Jasa Marga pada Minggu (12/7/2026).

Pada arah sebaliknya, kepadatan juga terpantau di jalur menuju Tomang. Informasi yang sama menyebutkan titik #Tol_Janger Tangerang pada rentang KM 19 sampai KM 17+036, dengan keterangan “PADAT” akibat pekerjaan rekonstruksi rigid di lajur 2 atau lajur tengah.

“11.30 WIB #Tol_Janger Tangerang KM 19 – KM 17+036 arah Tomang PADAT, ada pekerjaan perbaikan jalan (Rekonstruksi Rigid) di lajur 2/tengah,” lanjut keterangan Jasa Marga.

Karena pekerjaan berlangsung pada lajur 2 atau lajur tengah, kendaraan perlu berbagi ruang dengan area yang sedang dikerjakan. Dengan kondisi tersebut, kapasitas jalan menurun sehingga aliran kendaraan bergerak lebih lambat dibanding kondisi normal.

Jasa Marga juga menjelaskan istilah arah yang digunakan di ruas tol tersebut. Arah Bitung adalah jalur kendaraan dari Jakarta menuju Tangerang, dengan tujuan Simpang Susun Bitung di Kabupaten Tangerang.

Sementara itu, arah Tomang merupakan jalur sebaliknya, yakni kendaraan melaju dari Tangerang menuju Jakarta dengan tujuan kawasan Tomang, Jakarta Barat. Pada dua area yang disebutkan, pola dampak yang muncul serupa karena pekerjaan dikerjakan di lajur yang sama, yaitu lajur 2 atau lajur tengah.

Bagian pemeliharaan rutin

Pekerjaan rekonstruksi perkerasan di Tol Jakarta–Tangerang disebut sebagai bagian dari program pemeliharaan rutin. Tujuannya adalah menjaga kualitas infrastruktur jalan tol agar tetap optimal saat digunakan.

Jasa Marga menyebut pelaksanaan pekerjaan dilakukan oleh Jasamarga Metropolitan Tollroad Regional Division (JMT) bersama PT Jasamarga Tollroad Maintenance (JMTM). Dengan keterlibatan dua unit tersebut, proses pekerjaan ditempatkan sebagai bagian dari pemeliharaan berkala di ruas tol.

Dalam keterangan resminya, Jasa Marga menegaskan kegiatan ini merupakan upaya berkelanjutan untuk menjaga kualitas layanan sesuai Standar Pelayanan Minimal (SPM). Perusahaan juga menyampaikan bahwa pemeliharaan ditujukan agar pengguna jalan dapat memperoleh pengalaman berkendara yang aman dan nyaman.

Dampak ke mobilitas dan akses utama bandara

Ruas Tol Jakarta–Tangerang merupakan jalan tol dengan mobilitas kendaraan yang tinggi. Selain menghubungkan Jakarta dengan Tangerang dan wilayah sekitarnya, ruas ini juga menjadi salah satu akses utama menuju Bandara Internasional Soekarno-Hatta.

Dengan tingginya volume lalu lintas, pekerjaan pemeliharaan seperti rekonstruksi rigid pavement berpotensi memunculkan perlambatan di lokasi yang dikerjakan, terutama ketika pekerjaan berada di lajur tengah. Kondisi tersebut membuat kendaraan perlu menyesuaikan ritme perjalanan agar tetap melewati area pekerjaan.

Jasa Marga juga menempatkan pemeliharaan perkerasan sebagai kebutuhan agar kondisi jalan tetap terjaga. Penanganan yang dilakukan secara berkala diharapkan mencegah penurunan performa jalan tol dalam jangka waktu penggunaan yang panjang.

Di sisi lain, pada ruas yang sama terdapat proyek akses Tol langsung di Tol Jakarta–Tangerang yang beroperasi pertengahan 2026 di KM 25. Progres proyek tersebut memperlihatkan adanya dinamika peningkatan konektivitas di ruas tol, meski pada periode tertentu tetap terdapat pekerjaan pemeliharaan rutin yang berpengaruh pada kapasitas di titik tertentu.

Bagi pengguna jalan, informasi yang disampaikan pada pukul 11.30 WIB menjadi sinyal awal untuk mengantisipasi perlambatan. Kepadatan disebut terjadi pada arah Bitung di segmen KM 09 sampai KM 10+760 dan pada arah Tomang di segmen KM 19 sampai KM 17+036, dengan pekerjaan rekonstruksi rigid di lajur 2 atau lajur tengah.