jurnalistik.co.id – Kontingen Pekan Nasional (PENAS) Petani Nelayan ke-XVII dari Provinsi Riau tiba di Gorontalo untuk mengikuti rangkaian kegiatan yang akan berlangsung di Bumi Serambi Madinah.
Pemerintah Provinsi Gorontalo melalui Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik (Kominfotik) menyambut kedatangan rombongan tersebut di Bandara Djalaludin, Kabupaten Gorontalo, pada Jumat (19/6/2026) sekitar pukul 04.50 Wita.
Penyambutan dilakukan langsung oleh Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik (Kominfotik) Provinsi Gorontalo, Mohamad Trizal Entengo, bersama jajarannya.
Selempang karawo jadi tanda penyambutan
Dalam kesempatan tersebut, Trizal mengalungkan selempang karawo kepada Ketua DPRD Kabupaten Indragiri Hilir dan Asisten Kota Dumai selaku pendamping kontingen Riau.
Pengalungan selempang karawo menjadi penanda kedatangan rombongan yang dibawa melalui maskapai Lion Air.
Sebanyak 48 peserta dari Provinsi Riau tercatat tiba pada jadwal tersebut, sekaligus menjadi bagian dari kedatangan kontingen yang berlangsung bertahap.
Trizal menjelaskan bahwa kontingen Riau sebelumnya sudah memiliki peserta yang lebih dahulu tiba di Gorontalo.
“Kontingen Riau datang secara bertahap, sebelumnya sudah ada delapan peserta yang sudah lebih dahulu tiba di Gorontalo. Alhamdulillah hari ini yang tiba sebanyak 48 orang,” kata Trizal.
70 peserta ikut PENAS XVII
Menurut keterangan yang disampaikan, total kontingen Riau yang akan mengikuti rangkaian kegiatan PENAS XVII berjumlah 70 peserta.
Berdasarkan jadwal berikutnya, masih ada 12 peserta yang dijadwalkan tiba pada Senin dan Selasa pekan depan.
Selama mengikuti PENAS XVII, kontingen Riau akan menempati pemondokan di sejumlah rumah warga yang berada di Kelurahan Biyonga, Kecamatan Limboto, Kabupaten Gorontalo.
Kontingen yang berada di Gorontalo diharapkan mendapat sambutan yang baik dari warga setempat, sehingga seluruh anggota PENAS XVII merasa betah dan nyaman selama menjalani rangkaian kegiatan.
Penyambutan kedatangan kontingen ini juga menegaskan kesiapan Pemprov Gorontalo dalam mengakomodasi rombongan dari berbagai daerah yang terlibat dalam agenda nasional PENAS XVII.
Trizal menegaskan bahwa kedatangan kontingen Riau tidak terjadi sekaligus, melainkan melalui beberapa tahap agar rombongan bisa langsung terlayani sejak tiba. Dengan pola keberangkatan bertahap itu, persiapan penerimaan di Gorontalo dapat berjalan lebih teratur sesuai jadwal rombongan yang masuk.
Proses penyambutan berlangsung di area bandara, dengan perhatian khusus pada rombongan yang menjadi bagian dari agenda nasional PENAS XVII. Kehadiran pihak Kominfotik bersama jajarannya menunjukkan keterlibatan unsur pemerintah daerah dalam menyambut kontingen dari luar Provinsi Gorontalo.
Dalam rangkaian acara tersebut, selempang karawo diberikan sebagai penanda simbolis bagi rombongan Riau. Selempang diserahkan kepada Ketua DPRD Kabupaten Indragiri Hilir dan Asisten Kota Dumai yang bertindak sebagai pendamping kontingen, sehingga keberangkatan pendamping turut menjadi bagian dari penegasan bahwa kontingen tiba dengan susunan rombongan yang sudah ditetapkan.
Pemberian selempang karawo juga sekaligus menjadi penanda bahwa rombongan Riau datang menggunakan maskapai Lion Air sesuai jadwal penerbangan. Penandaan kedatangan ini memperjelas momen saat peserta masuk tahap awal di Gorontalo, sekaligus menjadi sinyal bahwa tahap berikutnya dari kontingen Riau akan menyusul sesuai waktu yang direncanakan.
Secara jumlah, pada jadwal Jumat sekitar pukul 04.50 Wita tersebut tercatat 48 peserta dari Provinsi Riau yang tiba di Gorontalo. Sebelumnya, sudah ada delapan peserta yang lebih dahulu datang, sehingga total yang akan mengikuti rangkaian PENAS XVII dari Riau ditetapkan mencapai 70 peserta, dengan penyempurnaan komposisi melalui kedatangan lanjutan.
Setelah kedatangan peserta pada tahap pertama, rombongan dijadwalkan melanjutkan kegiatan di Gorontalo dengan pemondokan di rumah-rumah warga Kelurahan Biyonga, Kecamatan Limboto, Kabupaten Gorontalo. Penempatan tersebut disiapkan agar seluruh peserta dapat berada di satu kawasan pemondokan, sehingga kenyamanan selama mengikuti rangkaian kegiatan dapat dijaga, sambil menunggu peserta yang dijadwalkan tiba pada Senin dan Selasa pekan depan.
Pemprov Gorontalo juga memandang agenda PENAS XVII sebagai momentum untuk menunjukkan kesiapan dalam menerima kontingen dari berbagai daerah yang terlibat. Dukungan penyambutan dan pengaturan pemondokan menjadi bagian dari upaya agar kontingen dari Riau dapat mengikuti rangkaian kegiatan dengan kondisi yang lebih tenang, serta merasakan sambutan yang layak dari warga setempat.












