Peristiwa

Viral Dugaan Penolakan Pasien di IGD RSUD Abdul Moeloek Berujung Meninggal, Pihak RS Beri Klarifikasi

×

Viral Dugaan Penolakan Pasien di IGD RSUD Abdul Moeloek Berujung Meninggal, Pihak RS Beri Klarifikasi

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Viral soal Pasien Ditolak IGD RSUD Abdul Moeloek hingga Meninggal, Rumah Sakit Beri Klarifikasi

jurnalistik.co.id – Dugaan penolakan pasien di Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Dr H Abdul Moeloek (RSUDAM) hingga berujung meninggal dunia menjadi sorotan setelah beredar di media sosial Threads. Dalam unggahan yang viral, keluarga menyampaikan pasien tidak ditangani sebagai kondisi darurat, sedangkan pihak rumah sakit membantah tuduhan tersebut.

Unggahan itu dibagikan akun @orghaveeeee, yang mengaku membawa ibunya, Juleha (52), untuk berobat ke IGD RSUDAM pada 29 Juli 2026. Seiring unggahan itu menyebar, publik ikut mempertanyakan keputusan awal saat pasien tiba di fasilitas kesehatan.

Pemilik akun menulis bahwa keluarganya membawa Juleha ke IGD, namun menurut penuturannya tidak mendapat penanganan darurat. Dalam unggahan itu, ia juga menyatakan bahwa pasien akhirnya meninggal dunia setelah dibawa keluar dari RSUDAM.

Pemilik akun menyampaikan pesan langsung dalam unggahannya: “Dear RS Abdul Moeloek, mama saya yang kamu tolak di IGD yang katanya kondisinya gak darurat itu sekarang sudah meninggal,”. Ia menyebut unggahan tersebut telah dibagikan ribuan kali.

Setelah meninggalkan RSUDAM, keluarga menurut unggahan membawa pasien ke rumah sakit lain. Pemilik akun menyebut dokter di lokasi rujukan menyatakan kondisi Juleha kritis karena mengalami kekurangan darah hingga empat kantong serta menderita stroke di kedua sisi kepala.

Dalam unggahan lanjutan, pemilik akun mengungkapkan kekecewaan atas respons tenaga medis yang bertugas saat itu. Ia menilai penyampaian kondisi pasien kurang berempati.

Ia juga menuliskan, “Saya bukan orang medis saja melihat kondisi mama saya benar-benar sudah gawat, tapi kenapa Anda sebagai dokter bilang tidak darurat. Semoga dokter tidak merasakan apa yang saya rasakan, karena jujur rasanya sakit banget sampai harus kehilangan mama saya,”. Ungkapan tersebut mencerminkan ketidaksepakatan keluarga terhadap penilaian awal yang disebut “tidak darurat”.

Selain memuat klaim terkait penilaian kondisi, pemilik akun turut menyinggung cara tenaga medis menyampaikan informasi kepada keluarga. Menurutnya, penyampaian dinilai kurang mempertimbangkan situasi pasien dan keluarga.

Menanggapi viralitas unggahan tersebut, pihak RSUD Dr H Abdul Moeloek menyampaikan klarifikasi melalui hasil investigasi internal. Rumah sakit menegaskan tidak terjadi penolakan terhadap pasien yang datang ke IGD.

Wakil Direktur Keperawatan, Pelayanan, dan Penunjang Medik RSUD Dr H Abdul Moeloek, dr Yusmaidi, membantah adanya penolakan sebagaimana disampaikan keluarga. Ia menyatakan bahwa investigasi internal menunjukkan pasien tetap diterima dan menjalani pemeriksaan saat tiba di IGD.

Menurut Yusmaidi, “Dari hasil investigasi kami, tidak benar ada penolakan pasien. Semua pasien yang datang ke RSUD Abdul Moeloek selalu kami terima dan dilakukan pemeriksaan,” kata Yusmaidi kepada Kompas.com, Rabu (5/8/2026). Ia menempatkan bantahan itu sebagai respons atas tuduhan “ditolak” yang beredar di media sosial.

Yusmaidi juga menjelaskan temuan dari pemeriksaan dokter pada saat pasien datang. Ia menyampaikan bahwa hasil pemeriksaan menunjukkan kondisi pasien masih stabil meski dalam keadaan lemah.

“Pasien sudah diperiksa sesuai prosedur. Dari hasil pemeriksaan dokter, kondisi pasien masih baik dan tanda-tanda vitalnya dalam batas normal,” ujar Yusmaidi. Pernyataan itu menegaskan bahwa rumah sakit menganggap penilaian awal dilakukan melalui pemeriksaan dan parameter tanda vital.

Lebih lanjut, Yusmaidi menyebut proses penilaian juga mempertimbangkan riwayat pasien. Ia mengatakan, berdasarkan anamnesis, pasien sebelumnya telah menjalani perawatan di rumah sakit lain, sehingga dokter menyarankan agar kembali berkonsultasi dengan dokter yang sebelumnya menangani pasien.

Klarifikasi tersebut muncul setelah klaim keluarga menyebut Juleha tidak ditangani sebagai kondisi emergency dan kemudian meninggal dunia. Di sisi lain, pihak RSUDAM menyampaikan bahwa pemeriksaan tetap dilakukan dan tidak ada penolakan pasien.

Sampai berita ini dipublikasikan, perbedaan narasi antara keluarga dan pihak rumah sakit menjadi inti dari perbincangan publik. Unggahan yang memuat tanggal 29 Juli 2026 dan sejumlah detail kondisi pasien menjadi salah satu dasar yang mendorong respons klarifikasi dari RSUD Dr H Abdul Moeloek.