Daerah

Sofian Ibrahim Resmi Membuka Diklat Calon Paskibraka Provinsi Gorontalo 2026 di El-Madinah Hotel

×

Sofian Ibrahim Resmi Membuka Diklat Calon Paskibraka Provinsi Gorontalo 2026 di El-Madinah Hotel

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Sekdaprov Gorontalo Buka Pemusatan Latihan Paskibraka 2026

jurnalistik.co.id – Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Gorontalo Sofian Ibrahim resmi membuka pemusatan pendidikan dan pelatihan calon Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Tingkat Provinsi Gorontalo tahun 2026. Kegiatan ini berlangsung di El-Madinah Hotel, Kota Gorontalo, pada Sabtu (1/8/2026).

Dalam pembukaan tersebut, Sofian didampingi berbagai unsur penyelenggara dan menyaksikan rangkaian awal kegiatan pemusatan diklat. Sebanyak 25 siswa yang telah lolos seleksi dari ribuan pelajar SMA, SMK, dan MA se-Provinsi Gorontalo mengikuti agenda ini.

Pesan pembentukan karakter dan disiplin

Melalui arahannya, Sofian menyampaikan apresiasi sekaligus kebanggaan kepada para calon Paskibraka. Ia menekankan bahwa proses pemusatan bukan sekadar latihan teknis, tetapi juga tahap penting pembentukan karakter dan kesiapan menjalankan tugas pada upacara HUT ke-81 Republik Indonesia.

Sofian mengingatkan peserta agar bersungguh-sungguh mengikuti seluruh rangkaian pendidikan dan pelatihan. Menurutnya, tiap tahapan latihan akan membantu membentuk karakter, disiplin, jiwa kepemimpinan, serta semangat pengabdian kepada bangsa dan daerah.

“Kalian adalah putra-putri terbaik Gorontalo. Manfaatkan setiap proses latihan untuk membentuk karakter, disiplin, jiwa kepemimpinan, dan semangat pengabdian kepada bangsa serta daerah,” kata Sofian.

Penekanan pada nasionalisme dan teladan

Di kesempatan yang sama, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Provinsi Gorontalo, Nikson Entengo, menjelaskan bahwa pemusatan diklat diarahkan untuk mempersiapkan peserta secara menyeluruh. Ia menyebut program ini tidak hanya membangun kemampuan teknis, tetapi juga menanamkan karakter dan nasionalisme.

Selama masa pelatihan, para calon Paskibraka akan dibina oleh pelatih, pembina, dan pamong. Pembinaan tersebut didukung oleh unsur TNI, Polri, Duta Pancasila Paskibraka Indonesia (DPPI), serta Purna Paskibraka Indonesai (PPI).

“Diharapkan calon Paskibraka mampu melaksanakan tugas kenegaraan secara optimal sekaligus menjadi teladan bagi generasi muda Gorontalo,” ujar Nikson.

Komitmen pemerintah menyiapkan Paskibraka 2026

Pemusatan pendidikan dan pelatihan ini juga disebut sebagai wujud komitmen Pemerintah Provinsi Gorontalo. Komitmen tersebut dijalankan di bawah kepemimpinan Gubernur Gusnar Ismail dan Wagub Idah Syahidah Rusli Habibie.

Dalam kerangka itu, pemerintah provinsi menyiapkan generasi muda yang berkarakter Pancasila, berintegritas, dan siap mengemban amanah sebagai Paskibraka pada tahun 2026. Melalui pemusatan diklat, peserta diarahkan agar memahami tanggung jawab sebagai wakil terbaik yang akan menjalankan tugas kenegaraan.

Rangkaian latihan mengarah pada upacara HUT RI

Para calon Paskibraka yang mengikuti pemusatan diklat di El-Madinah Hotel akan menjalani pembinaan sesuai kebutuhan pelaksanaan agenda upacara. Program pemusatan pada level provinsi dimaksudkan menjadi tahap penguatan sebelum pelaksanaan tugas pada momen kenegaraan.

Upacara HUT ke-81 Republik Indonesia mengusung tema “Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur”. Tema tersebut menjadi salah satu arah dalam semangat penyelenggaraan latihan, agar peserta memahami makna pengabdian dan tanggung jawab yang akan diemban.

Dengan demikian, pembukaan pemusatan diklat pada Sabtu (1/8/2026) menjadi penanda dimulainya proses panjang pembentukan calon Paskibraka. Para peserta diharapkan terus mengasah kemampuan, sekaligus memperkuat sikap dan nilai yang akan dibawa saat menjalankan tugas pada upacara HUT ke-81 RI.

Pemusatan ini menjadi momentum awal bagi para calon yang telah melewati proses seleksi ketat. Dengan masuk ke tahapan pendidikan dan pelatihan tingkat provinsi, para peserta mendapatkan ruang untuk menata sikap, cara berpikir, serta kesiapan saat menghadapi rangkaian tugas pada upacara kenegaraan.

Selama menjalani pembinaan, Sofian dan pihak terkait menempatkan kedisiplinan sebagai bagian dari pembelajaran yang harus tumbuh dari kesadaran peserta. Penguatan tersebut diharapkan membuat setiap calon Paskibraka tidak hanya mampu mengikuti instruksi, tetapi juga memahami alasan di balik latihan yang dijalani sebagai bekal pengabdian.

Di sisi lain, penjelasan Nikson Entengo menegaskan bahwa pelatihan dirancang secara menyeluruh, mulai dari penguasaan teknis sampai pembentukan nasionalisme dan keteladanan. Dengan dukungan unsur yang membina para peserta, diharapkan lahir calon Paskibraka yang siap menjalankan peran kenegaraan sekaligus menjadi contoh bagi generasi muda di Gorontalo.