jurnalistik.co.id – Dua unit lift di Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) Halte Transjakarta Polda Metro Jaya, Sudirman, Jakarta Pusat, dinonaktifkan setelah mengalami gangguan pada sistem kelistrikan. Langkah itu diambil agar tidak ada risiko pengguna terjebak di dalam lift ketika peralatan digunakan.
Peristiwa ini disampaikan teknisi yang ditemui di lokasi pada Rabu, 5 Agustus 2026. Salah satu teknisi menjelaskan kondisi lift memang belum beroperasi meski di bagian kabin terlihat lampunya masih menyala.
Menurut teknisi tersebut, penghentian dilakukan secara sengaja, bukan karena lift mengalami gangguan mendadak yang tidak terkontrol. Ia menyebut, pihaknya belum berani menyalakan unit karena ada masalah kelistrikan.
“Ini (lift dimatikan karena) ada masalah kelistrikan, makanya belum beroperasi. Belum berani saya (kalau dinyalakan). Lah kalau tiba-tiba ada yang terjebak bagaimana coba?” kata teknisi saat berada di depan lift JPO Halte Polda Metro Jaya.
Di bagian bawah, akses menuju lift dipasang tali pembatas berwarna biru agar masyarakat tidak memakai fasilitas tersebut. Meski demikian, lampu di dalam kabin lift tetap tampak menyala.
Teknisi juga menyampaikan bahwa kedua lift tidak dapat dioperasikan secara terpisah. Hal ini terjadi karena sistem kelistrikannya saling terhubung, sehingga gangguan pada satu unit turut berdampak pada unit lainnya.
“Itu lift yang sebelah sana juga enggak beroperasi karena kelistrikannya nyambung,” lanjut teknisi tersebut.
Ia menuturkan, lift di Halte Polda Metro Jaya sempat beroperasi sebelum kembali berhenti sekitar Juli 2026. Namun saat dimintai penjelasan lebih lanjut, teknisi tersebut tidak mengetahui secara pasti kapan lift terakhir kali benar-benar digunakan sebelum mengalami gangguan dan kembali dinonaktifkan.
Berita Terkait
“Nanti normal lagi kalau kelistrikannya udah normal. Daripada bahaya,” tegasnya, menekankan bahwa penghentian operasional dilakukan untuk mencegah potensi risiko bagi pengguna.
Kompas.com telah berupaya menghubungi beberapa pihak untuk konfirmasi terkait gangguan sistem kelistrikan pada lift JPO Halte Transjakarta Polda Metro Jaya. Pihak yang dihubungi adalah Juru Bicara Kementerian Pekerjaan Umum Aisyah Zakiyyah, Kepala Departemen Humas dan CSR Transjakarta Ayu Wardhani, serta Tim Pusat Data dan Informasi (Pusdatin) Dinas Bina Marga Provinsi DKI Jakarta, Virga Agesta.
Hingga berita ini ditayangkan, ketiga pihak tersebut belum memberikan tanggapan.
Halte Polda Metro Jaya juga pernah menjadi salah satu fasilitas yang diserang massa pada Jumat, 29 Agustus 2025. Pada peristiwa itu, api tampak berkobar di depan Polda Metro Jaya, sementara petugas kepolisian berupaya memadamkannya menggunakan water cannon.
Kericuhan terjadi saat mahasiswa menggelar aksi di depan Polda Metro Jaya untuk menyuarakan sejumlah tuntutan.
Thalita Dewanty menulis laporan ini, sementara Abdul Haris Maulana bertindak sebagai editor. Artikel ini diterbitkan dengan waktu 22:10 WIB pada 5 Agustus 2026.
Selain penghentian dari sisi teknis, petugas di lapangan juga memperlihatkan pengaturan pembatas di area akses lift agar masyarakat tidak menggunakan fasilitas tersebut. Walau demikian, indikator penerangan di dalam kabin tetap terlihat aktif, sehingga menimbulkan kebingungan bagi pengunjung.
Teknisi menambahkan bahwa penghentian operasional ini diputuskan berdasarkan kondisi kelistrikan yang belum dinyatakan aman. Karena keterkaitan antarsistem membuat kedua unit terdampak oleh gangguan yang sama, mereka memilih menahan pengoperasian sampai perbaikan benar-benar tuntas dan aliran listrik kembali berfungsi normal.
Dalam informasi yang dihimpun, Kompas.com juga telah mengupayakan konfirmasi ke beberapa pihak terkait, namun sampai berita ini tayang belum ada jawaban. Ketika ditanya mengenai riwayat pemakaian terakhir sebelum dinonaktifkan, teknisi justru tidak dapat memastikan waktunya secara spesifik, namun menegaskan keputusan mematikan lift diambil untuk menghindari risiko pengguna terjebak.












