jurnalistik.co.id – JAKARTA — Kementerian Pariwisata bersama sejumlah Online Travel Agent (OTA) mulai menata ekosistem digital pariwisata nasional melalui pengembangan sistem verifikasi berbasis Application Programming Interface (API). Langkah ini diarahkan untuk memastikan seluruh akomodasi yang dipasarkan lewat platform digital sudah mengantongi perizinan berusaha.
Pemanfaatan API tersebut menjadi bagian dari upaya Kemenpar memperkuat tata kelola di sektor akomodasi, terutama pada ekosistem pemesanan yang kini semakin bergantung pada platform digital. Dengan verifikasi yang terhubung melalui sistem ini, pemerintah ingin memastikan promosi akomodasi di ruang digital tetap berjalan di dalam koridor perizinan yang berlaku.
Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana menyampaikan, penataan ekosistem digital pariwisata dirancang bukan hanya untuk urusan administrasi, tetapi juga untuk menjaga keberlanjutan industri pariwisata secara lebih luas. Ia menekankan bahwa perlindungan terhadap hak dan kepuasan wisatawan menjadi salah satu tujuan penting dari kebijakan tersebut.
Widiyanti menyampaikan hal itu dalam Konferensi Pers “Peningkatan Kualitas Tata Kelola Ekosistem Usaha Pariwisata Sektor Akomodasi” di Gedung Sapta Pesona, Jakarta, pada Selasa (26/5/2026). Dalam keterangan tertulis yang dirilis pada Rabu (27/5/2026), ia menegaskan arah kebijakan pemerintah dibuat agar industri pariwisata tumbuh dengan iklim usaha yang sehat, tertib, dan tetap kompetitif.
“Arah kebijakan kami jelas. Kita ingin menumbuhkan industri pariwisata yang adil dan berdaya saing demi pertumbuhan pariwisata yang berkelanjutan,” kata Widiyanti dalam keterangan tertulis tersebut.
Dalam penjelasannya, Kemenpar juga menempatkan tata kelola digital yang baik sebagai bagian dari agenda pembenahan sektor akomodasi. Artinya, pengembangan verifikasi API tidak berdiri sendiri, melainkan menjadi instrumen untuk mendukung penataan hubungan antara pemerintah, pelaku usaha, dan platform digital yang menyalurkan layanan pemesanan akomodasi.
Pada tahap awal, sistem API itu masih berada dalam pengembangan internal. Setelah itu, sistem akan dikembangkan bersama OTA mitra yang terhubung untuk kemudian masuk ke proses integrasi. Dengan skema tersebut, penataan dilakukan bertahap agar implementasinya bisa disesuaikan dengan kebutuhan teknis masing-masing pihak yang terlibat.
Fokus utama dari pengembangan ini tetap sama, yakni memastikan akomodasi yang dipasarkan melalui platform digital benar-benar memenuhi ketentuan perizinan berusaha. Pemerintah berharap mekanisme verifikasi tersebut dapat membantu menciptakan pasar yang lebih tertib, sekaligus memberi kepastian bagi wisatawan saat memilih layanan akomodasi secara daring.
Di sisi lain, langkah ini juga dibaca sebagai upaya memperkuat kepercayaan dalam ekosistem pariwisata digital. Ketika data akomodasi yang tampil di platform sudah terverifikasi, pemerintah menilai ruang usaha menjadi lebih sehat karena pelaku yang beroperasi di dalam sistem punya landasan yang jelas. Pada saat yang sama, wisatawan memperoleh kepastian yang lebih baik terkait layanan yang mereka pesan.
Melalui penataan ini, Kemenpar ingin memastikan pertumbuhan pariwisata berjalan sejalan dengan tertib usaha dan tata kelola digital yang semakin rapi. Verifikasi API yang kini disiapkan menjadi salah satu langkah yang diharapkan mampu menjaga ekosistem pariwisata nasional tetap berkelanjutan, adil, dan berdaya saing.
Di tengah meningkatnya penggunaan platform pemesanan daring, verifikasi berbasis API diposisikan sebagai jembatan agar data akomodasi yang tampil ke publik tetap selaras dengan ketentuan yang berlaku. Dengan begitu, proses promosi tidak hanya cepat dan luas, tetapi juga lebih terjaga dari sisi kepatuhan usaha.
Kemenpar menilai pendekatan bertahap ini memberi ruang bagi semua pihak untuk menyesuaikan diri sebelum integrasi berjalan penuh. Jika mekanisme tersebut dapat diterapkan secara konsisten, ekosistem pariwisata digital diharapkan bergerak lebih tertib, memberi rasa aman kepada wisatawan, dan menjaga persaingan usaha tetap berada dalam koridor yang sehat.






