jurnalistik.co.id – Kementerian Pariwisata menyatakan siap mendukung upaya optimalisasi penerbangan empty leg Garuda Indonesia sebagai sarana untuk mendatangkan lebih banyak wisatawan mancanegara dari Arab Saudi ke Indonesia. Wamenpar Ni Luh Enik Ermawati menegaskan dukungan tersebut sejalan dengan target kunjungan wisatawan ke Tanah Air.
“Kami dari Kementerian Pariwisata pada prinsipnya tentu mendukung hal ini dan menerima dengan sangat baik, karena kami dari Kementerian Pariwisata punya target kunjungan wisatawan ke Indonesia,” ujar Ni Luh dalam kesempatan di Kementerian Haji dan Umrah pada Kamis (25/6/2026).
Ni Luh menjelaskan, dalam waktu yang relatif singkat pada tahun ini penerbangan empty leg telah berhasil mengangkut sekitar 1.723 penumpang. Menurutnya, capaian itu diharapkan dapat terus meningkat, khususnya pada musim haji tahun depan.
“Tahun ini dalam waktu yang begitu singkat empty leg yang terisi sekitar 1.723 dan kita juga ingin terus meningkatkan ini utamanya di tahun depan,” katanya.
Penguatan kolaborasi dan promosi di pasar Arab Saudi
Untuk mendorong peningkatan tersebut, Kementerian Pariwisata akan memperkuat kolaborasi dengan Kementerian Haji dan Umrah, Garuda Indonesia, serta Kementerian Perhubungan. Fokus kolaborasi ini diarahkan pada penguatan promosi pasar Arab Saudi.
Ni Luh menyebut strategi promosi akan diperkuat, mulai dari promosi digital. Selain itu, langkah lain yang disebutnya meliputi sales mission hingga business matching yang dilakukan di Arab Saudi.
Dengan pendekatan promosi yang lebih terstruktur, Kementerian Pariwisata berupaya memastikan peluang dari penerbangan empty leg dapat diterjemahkan menjadi minat kunjungan. Upaya tersebut diharapkan membuat wisatawan yang datang benar-benar berasal dari Arab Saudi.
Diversifikasi produk wisata untuk menarik minat
Selain promosi, Ni Luh juga menekankan pentingnya diversifikasi produk wisata. Ia menyampaikan bahwa diversifikasi tersebut akan dilakukan agar tawaran destinasi menjadi lebih menarik bagi calon wisatawan asal negara tersebut.
“Diversifikasi produk juga akan kita kuatkan sehingga mudah-mudahan kita betul-betul bisa memanfaatkan empty leg ini secara maksimal agar wisatawan yang datang ke Indonesia ini benar-benar wisatawan dari Arab Saudi,” tuturnya.
Pendekatan ini, menurut penjelasan Wamenpar, ditujukan agar peningkatan kunjungan tidak hanya berhenti pada pemenuhan kursi penerbangan. Lebih jauh, diversifikasi diharapkan membantu menajamkan daya tarik destinasi yang relevan dengan minat pasar Arab Saudi.
Kebutuhan data untuk pengembangan destinasi
Ni Luh menambahkan bahwa Kementerian Pariwisata juga membutuhkan data dari Garuda Indonesia mengenai destinasi tujuan para penumpang di Indonesia. Data tersebut, lanjutnya, akan digunakan untuk memperkuat pengembangan destinasi dan industri pariwisata di daerah tujuan.
“Sehingga mudah-mudahan ini betul-betul sesuai cita-cita Bapak Presiden. Kita bisa memaksimalkan empty leg ini untuk kedatangan wisatawan mancanegara dari Arab Saudi,” pungkasnya.
Dengan demikian, optimisme yang disampaikan Kementerian Pariwisata bertumpu pada dua aspek utama, yakni penguatan kerja sama lintas pihak serta penyelarasan promosi dan pengembangan destinasi berbasis data. Langkah tersebut ditujukan agar tren pengangkutan penumpang dari penerbangan empty leg dapat terus meningkat menuju musim haji berikutnya.
Menurut Ni Luh, upaya tersebut pada intinya bertujuan agar peluang yang muncul dari penerbangan empty leg tidak berhenti pada angka pengangkutan semata. Kementerian Pariwisata ingin kerja sama lintas pihak menghasilkan rangkaian tindak lanjut yang lebih nyata, mulai dari penguatan informasi destinasi hingga kesiapan penawaran agar minat calon wisatawan dapat berkembang menjadi rencana perjalanan.
Penguatan promosi yang disiapkan juga akan dibuat lebih terarah, dengan menempatkan promosi digital sebagai pintu awal untuk menjangkau pasar Arab Saudi. Langkah lanjutan berupa sales mission dan business matching dinilai penting untuk mempertemukan para pemangku kepentingan dan memastikan pembahasan peluang tersebut dapat diterjemahkan ke dalam kerja kolaboratif yang berkelanjutan.
Di sisi lain, diversifikasi produk wisata menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari strategi tersebut. Dengan memperkaya variasi tawaran destinasi, Kementerian Pariwisata berharap calon wisatawan memiliki lebih banyak opsi yang sesuai dengan minat pasar asal Arab Saudi. Penyempurnaan ini juga akan didukung data dari Garuda Indonesia mengenai destinasi tujuan penumpang, sehingga pengembangan destinasi dan industri pariwisata di daerah tujuan dapat lebih tepat sasaran.
Dengan kombinasi penguatan promosi, perbaikan penawaran destinasi, serta pemanfaatan data yang lebih terstruktur, Kementerian Pariwisata menargetkan tren pengangkutan dari penerbangan empty leg dapat terus bertumbuh menuju musim haji berikutnya. Harapannya, hasil yang dicapai memberi manfaat yang lebih luas bagi upaya peningkatan kunjungan wisatawan mancanegara dari Arab Saudi ke Indonesia.












