Olahraga

Keyne, Adik Bungsu Lamine Yamal yang Ikut Jadi Sorotan di Piala Dunia 2026

×

Keyne, Adik Bungsu Lamine Yamal yang Ikut Jadi Sorotan di Piala Dunia 2026

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Sosok Keyne, Adik Lamine Yamal yang Viral di Piala Dunia 2026

jurnalistik.co.id – Kemenangan Spanyol di Piala Dunia 2026 menyisakan satu sorotan tambahan: sosok Keyne, adik bungsu Lamine Yamal, yang ikut menyita perhatian saat momen besar itu berlangsung.

Spanyol meraih gelar juara setelah menundukkan Argentina dengan skor 1-0 melalui tendangan Ferran Torres pada babak perpanjangan waktu, di New York New Jersey Stadium, Senin (20/7/2026) pagi waktu Indonesia.

Di tengah perayaan yang dipenuhi emosi, nama Lamine Yamal menjadi pusat sorotan. Salah satu adegan yang paling banyak dibicarakan adalah ketika ia terekam memeluk Lionel Messi, legenda asal Argentina, tepat setelah pertandingan.

Bagi banyak penggemar, pelukan itu terasa seperti pertemuan hangat dua generasi lulusan La Masia, akademi pembinaan klub Barcelona. Setelah pertandingan, momen tersebut hadir sebagai simbol kedekatan di luar hingar-bingar kompetisi.

Namun, perhatian lain juga muncul dari sisi keluarga Yamal. Keyne, adik bungsunya, disebut memiliki peran tersendiri dalam kilau peristiwa-peristiwa besar yang diikuti kakaknya.

Lamine Yamal pernah menyampaikan ungkapan yang menggambarkan betapa ia memerhatikan kebahagiaan sang adik. “Saya terharu ketika melihat adik laki-laki saya sebahagia ini, serta melihat ibu dan teman-teman saya menjalani kehidupan yang selalu mereka impikan,” ungkap Yamal kepada media The Athletic, melansir People pada Senin.

Pernyataan itu muncul ketika publik sedang menyaksikan Yamal melewati hari-hari yang penuh puncak prestasi. Di situ, Keyne hadir sebagai figur yang melengkapi cerita kemenangan, bukan sekadar latar di pinggir lapangan.

Sejak kehadirannya disebutkan, Keyne digambarkan tumbuh dalam lingkungan keluarga yang tetap dijaga agar tetap harmonis. Keyne lahir dari ibu Sheila Ebana pada bulan September 2022.

Sebelum Keyne hadir, Sheila Ebana menjalin asmara dengan Mounir Nasraoui, yang kemudian menjadi ayah dari Lamine Yamal. Namun, hubungan kedua orangtuanya kandas ketika Yamal baru menginjak usia tiga tahun.

Setelah itu, keduanya menempuh jalan hidup masing-masing dan memiliki anak dari pasangan baru. Meski demikian, mereka tetap menjaga keharmonisan keluarga secara erat dan kompak.

Dalam wawancara dengan stasiun radio Cadena SER, Yamal menceritakan bahwa ibunya melahirkan pada usia yang sangat belia, yakni 16 tahun. Ia juga menyebut bahwa ayahnya harus berjuang mencari nafkah.

Ia kemudian menuturkan rasa syukurnya saat melihat sang ibu menjalani kehidupan yang membuatnya bahagia. Penuturannya mengarah pada gambaran bahwa kebahagiaan keluarga menjadi bagian yang penting dalam perjalanan Yamal menuju level profesional.

Selain berbicara tentang kondisi ibunya, Yamal juga menyinggung perbedaan yang ia rasakan terkait kehidupan Keyne. Ia merasa lega karena sang adik kini bisa menikmati masa kecil yang layak, sebuah kemewahan yang dulu tidak ia dapatkan saat keluarga masih tinggal di apartemen sempit.

Yamal menyebut apartemen tersebut menyatukan area tidur dan dapur. Dari keterangan itu, tersirat bahwa masa kecil yang dijalani Yamal tidak memiliki ruang yang sama seperti yang dialami Keyne di fase sekarang.

Sejak Yamal memulai debut profesionalnya bersama Barcelona pada tahun 2023, Keyne kerap terlihat berada di tribune penonton. Ia digambarkan seperti menjadi tamu yang nyaris tak terpisahkan dalam berbagai momen pertandingan kakaknya.

Ketika Spanyol menjuarai UEFA European Championship pada tahun 2024, Keyne yang menonton bersama ibunya langsung berlari ke tengah lapangan untuk merayakan kemenangan. Reaksi itu menjadi bagian dari cerita emosional saat publik menyaksikan Yamal dan Spanyol meraih puncak turnamen.

Pemandangan serupa juga terjadi kala klubnya bertanding melawan Athletic Club Bilbao pada Agustus 2024. Di setiap kesempatan, kehadiran Keyne membawa warna tersendiri karena ia hadir bukan hanya sebagai penonton, melainkan sebagai simbol dukungan keluarga.

Dalam konteks Piala Dunia 2026 yang sedang berada di puncak perhatian, keterlibatan Keyne memperkuat gambaran bahwa prestasi di lapangan beriringan dengan kehidupan keluarga. Karena itulah, perhatian publik tidak hanya tertuju pada hasil laga, tetapi juga pada momen-momen hangat yang menyertainya.

Sementara Spanyol mengunci gelar melalui gol Ferran Torres pada perpanjangan waktu, cerita lain tetap bergerak dari sisi yang lebih personal. Keyne, dengan kehadiran dan reaksi yang konsisten, menjadi salah satu alasan mengapa perayaan itu terasa memiliki lapisan emosi yang berbeda.

Pada akhirnya, sorotan terhadap Keyne tidak berdiri sendiri. Ia terkait erat dengan cara Lamine Yamal memaknai kebahagiaan keluarga, serta cara ia menempatkan sang adik sebagai bagian dari perjalanan yang selama ini ia jalani.