Hukum & Kriminal

Lampu Rumah Tak Menyala 3 Hari, Safitri (56) Ditemukan Tewas dengan “Tangan dan kaki korban terikat” di Bawah Meja Makan

×

Lampu Rumah Tak Menyala 3 Hari, Safitri (56) Ditemukan Tewas dengan “Tangan dan kaki korban terikat” di Bawah Meja Makan

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Lampu Rumah 3 Hari Padam, Lansia di Lampung Utara Ditemukan Tewas Terikat di Bawah Meja Makan

jurnalistik.co.id – Safitri (56), warga Dusun I, Desa Sawojajar, Kecamatan Kotabumi Utara, ditemukan tewas di dalam rumahnya pada Sabtu (11/7/2026) sekitar pukul 20.30 WIB. Peristiwa itu kemudian dilaporkan setelah muncul kecurigaan dari warga sekitar.

Polisi menduga korban menjadi sasaran perampokan yang berujung pada pembunuhan. Dugaan tersebut menguat karena ditemukan sejumlah tanda di lokasi kejadian.

Kecurigaan bermula dari lampu rumah yang padam

Penemuan jasad berawal dari perhatian warga yang menyadari lampu rumah Safitri tidak menyala selama tiga hari berturut-turut. Kondisi itu dianggap tidak biasa karena korban diketahui selalu menyalakan lampu pada malam hari.

Warga lalu menyampaikan informasi tersebut kepada adik kandung korban, Baskoro. Bersama kakak iparnya, Yasir, Baskoro kemudian mendatangi rumah Safitri untuk memastikan keadaan korban.

Sesampainya di dalam rumah, mereka mendapati Safitri telah meninggal dunia. Korban ditemukan dalam kondisi mengenaskan, telungkup di bawah meja makan.

Selain posisi tersebut, tangan dan kaki korban terikat. Mulut korban juga disumpel dengan kain.

“Ditemukan di bawah meja makan dalam kondisi telungkup. Tangan dan kaki korban terikat, mulutnya disumpel kain,” kata Mulyanto saat dikonfirmasi, Minggu (12/7/2026).

Rumah disebut diacak, motor dan perhiasan diduga hilang

Mulyanto membenarkan peristiwa yang dialami Safitri. Menurut penuturan, kondisi rumah yang ditemukan dalam keadaan berantakan turut menjadi bagian dari temuan di lokasi.

Keadaan itu dinilai mengarah pada dugaan bahwa pelaku sempat mengacak-acak isi rumah untuk mencari barang berharga sebelum meninggalkan tempat kejadian. Tidak hanya itu, keluarga juga mendapati sepeda motor milik korban hilang.

Mulyanto menyebut sepeda motor tersebut dipastikan tidak ada di rumah. Sementara itu, perhiasan emas diduga ikut dibawa pelaku, namun masih menunggu pendataan dari pihak keluarga untuk memastikan detailnya.

“Motornya sudah enggak ada, kalau emasnya enggak tahu, kemungkinan juga enggak ada dibawa pasti,” ujar Mulyanto.

Hingga kini, kasus tersebut masih dalam penyelidikan Satreskrim Polres Lampung Utara. Proses penyelidikan diperlukan untuk mengungkap rangkaian kejadian sekaligus menentukan pihak yang diduga terlibat.

Jenazah Safitri telah dievakuasi ke RS Bhayangkara Polda Lampung. Di fasilitas tersebut, korban menjalani proses otopsi untuk memastikan penyebab pasti kematian sekaligus membantu mengungkap pelaku di balik dugaan pembunuhan disertai perampokan.

Dengan temuan berupa korban yang ditemukan telungkup di bawah meja makan serta kondisi tangan dan kaki yang terikat, penyidik akan menautkan seluruh keterangan yang dihimpun dari lokasi kejadian. Pemeriksaan lanjutan melalui otopsi juga diharapkan memberi petunjuk yang lebih kuat terkait kronologi akhir yang dialami korban.

Kecurigaan warga itu berawal dari kebiasaan korban yang selalu menyalakan lampu pada malam hari, namun selama tiga hari berturut-turut lampu rumahnya tidak terlihat menyala. Perbedaan dari rutinitas tersebut membuat warga merasa ada sesuatu yang tidak beres sebelum akhirnya mengarahkan perhatian pada kondisi di dalam rumah.

Setelah informasi sampai ke keluarga, Baskoro bersama Yasir datang untuk mengecek langsung keadaan korban. Di dalam rumah, mereka mendapati Safitri sudah tidak bernyawa. Temuan tersebut semakin memperkuat dugaan adanya peristiwa kekerasan, karena korban ditemukan dengan posisi telungkup di bawah meja makan, dengan tangan dan kaki terikat, serta mulut disumpel menggunakan kain.

Selain melihat kondisi korban, keluarga juga menemukan rumah dalam keadaan berantakan. Kondisi ini disebut memberikan gambaran bahwa pelaku sempat mencari barang berharga di tempat kejadian sebelum meninggalkan lokasi. Sepeda motor milik korban dinyatakan tidak ada lagi di rumah, sedangkan perhiasan emas diduga ikut hilang, namun kepastian jumlah dan detailnya masih menunggu pendataan dari pihak keluarga.

Saat ini, kasus tersebut masih ditangani penyelidikan oleh Satreskrim Polres Lampung Utara. Jenazah telah dievakuasi ke RS Bhayangkara Polda Lampung untuk menjalani proses otopsi. Pemeriksaan tersebut diharapkan memberi penjelasan mengenai penyebab pasti kematian sekaligus memperkuat petunjuk terkait kronologi akhir yang dialami korban, sehingga pihak yang diduga terlibat dapat ditentukan berdasarkan keseluruhan keterangan dari lokasi.