Olahraga

Haeran Ryu Rebut Major Beruntun di Evian Championship

×

Haeran Ryu Rebut Major Beruntun di Evian Championship

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Haeran Ryu wins back-to-back majors at Evian Championship

jurnalistik.co.id – Haeran Ryu menuntaskan salah satu minggu paling gemilang dalam kariernya di Evian Championship dengan kemenangan yang terasa seperti mimpi. Ia meraih gelar major keduanya dalam rentang dua pekan setelah menundukkan Brooke Henderson melalui play-off.

Ryu memang sudah mengawali turnamen dengan kepercayaan diri yang tumbuh cepat. Pada Sabtu, ia mencetak skor 11-under 60 untuk mengambil keunggulan tiga pukulan pada 18-under.

Memasuki ronde Minggu, Ryu menyelesaikan permainan dengan 71. Satu-satunya birdie-nya ia datangkan di hole ke-18 di wilayah timur Prancis.

Langit persaingan tidak langsung mereda, karena Henderson yang memulai hari itu tertinggal tujuh pukulan justru melakukan kebangkitan besar. Ia menutup turnamen dengan 64, tujuh-under, berkat pukulan ketiga eagle pada hole terakhir untuk memaksa laga tambahan.

Di momen play-off, Henderson, yang juga merupakan juara pada edisi 2022, mengambil keputusan yang berujung pada konsekuensi besar. Ia meluncur melebar dari tee pada hole ekstra, lalu harus melakukan lay-up.

Ryu mengambil keuntungan penuh dari situasi itu. Ia akhirnya membuat birdie, sementara Henderson hanya mampu menyamakan dengan par, sehingga kemenangan pun menjadi milik Ryu.

Setelah gelar tersebut diamankan, Ryu mengungkap perasaannya dengan kata-kata yang langsung menggambarkan betapa tak terduganya perjalanan singkatnya. Ia mengatakan ini seperti “unreal dream”, karena tiga pekan sebelumnya ia belum memiliki major di daftar koleksinya, tetapi kini sudah dua kali menang beruntun.

Ia juga menambahkan bahwa banyak nama besar berada di atas trofi tersebut, dan ia merasa sangat bahagia namanya tercantum di sana. Pernyataan Ryu menegaskan bagaimana momentum kunci bisa berubah cepat dalam golf tingkat tertinggi.

Kemenangan di Evian Championship sekaligus menjadi bukti kesinambungan performanya sepanjang musim. Ryu sebelumnya juga menjuarai Women’s PGA Championship di Hazeltine pada bulan Juni.

Dari sisi nilai, trofi major kali ini membawa hadiah utama sebesar $1.4 juta (ÂŁ1 juta). Dengan hasil tersebut, Ryu juga menjadi salah satu dari dua pemain yang mengumpulkan seluruh empat gelar wanita major sejauh musim ini berjalan.

Catatan menarik datang dari posisi Nelly Korda. Pemain peringkat satu dunia itu gagal lolos cut di Evian-les-Bains, tetapi tetap mencatat dua kemenangan major lain di awal musim melalui Chevron Championship dan US Women’s Open.

Kesuksesan Ryu terasa lebih menonjol karena ia tidak datang ke turnamen dengan catatan yang mulus seperti tahun lalu. Ia juga sempat gagal cut di event ini satu tahun sebelumnya, dan pada PGA Frisco 2025 ia berada di peringkat 61.

Rangkaian persaingan pada ronde Minggu juga menghadirkan nama-nama yang sempat mengintip peluang kemenangan. Aki Iwai, yang sempat berbagi keunggulan dengan Ryu saat menyusuri hole ke-18, akhirnya tidak mampu mengubah kesempatan menjadi kemenangan pertama.

Iwai gagal memasukkan putt birdie pada momen krusial, sehingga ia harus menyelesaikan turnamen di peringkat ketiga dengan total 18-under. Performa itu membuat persaingan tetap hidup sampai hole penentu, sebelum akhirnya Ryu dan Henderson mendominasi jalannya cerita menuju play-off.

Di bagian berikutnya, Miyu Yamashita dan Mao Saigo menutup turnamen dengan jarak tiga pukulan lebih jauh pada 15-under. Mereka finis bersamaan dengan Jin-Hee Im yang juga mengakhiri kompetisi di angka tersebut.

Untuk kategori pemain Eropa, Anna Nordqvist menjadi yang paling menonjol dengan 13-under. Sementara itu, Charley Hull dan Lottie Woad—keduanya muncul sebagai wajah yang kuat sejak periode awal turnamen—akhirnya kembali di delapan-under.

Dengan kemenangan ini, Evian Championship bukan sekadar mencatat siapa yang paling tajam pada hari final. Turnamen tersebut menegaskan bahwa bagi Haeran Ryu, konsistensi dan keberanian mengambil kesempatan bisa berujung pada gelar major beruntun dalam waktu yang nyaris mustahil.