jurnalistik.co.id – Laga Irak vs Norwegia pada lanjutan fase grup Piala Dunia 2026 menjadi salah satu pertandingan yang menarik perhatian publik sepak bola. Duel ini mempertemukan tim yang sama-sama membawa misi besar menuju turnamen antarnegara di level tertinggi.
Pertandingan dijadwalkan berlangsung di Gillette Stadium, Foxborough, Amerika Serikat, pada Rabu (17/6/2026) pukul 05.00 WIB. Fans dapat menyaksikan laga tersebut melalui siaran langsung TVRI maupun layanan live streaming resmi Piala Dunia 2026.
Di atas kertas, laga ini juga hadir dengan narasi khusus karena menjadi momen debut Erling Haaland di Piala Dunia 2026. Kehadiran Haaland membuat duel Irak vs Norwegia semakin dinantikan, terutama bagi penonton yang ingin melihat penyerang tersebut tampil di panggung turnamen terbesar antarnegara.
Norwegia datang ke Piala Dunia dengan kepercayaan diri tinggi setelah menunjukkan performa impresif sepanjang babak kualifikasi. Tim asuhan Stale Solbakken mencatat kemenangan dalam delapan pertandingan kualifikasi, sekaligus menegaskan dominasi mereka di zona Eropa.
Selain performa di kualifikasi, laga ini juga punya makna tersendiri bagi Norwegia karena kembali berlaga di Piala Dunia setelah absen sejak 1998. Perjalanan tim dengan generasi baru yang dipimpin Haaland membawa harapan besar untuk mengulang bahkan melampaui pencapaian Norwegia di era sebelumnya.
Nama Haaland menjadi sorotan utama pada laga ini. Penyerang berusia 25 tahun tersebut memasuki Piala Dunia 2026 dengan reputasi sebagai salah satu striker paling mematikan di dunia. Bersama tim nasional Norwegia, Haaland telah mencetak 55 gol dari 50 penampilan.
Kontribusi Haaland juga terlihat dari catatannya di babak kualifikasi zona Eropa. Ia menjadi pencetak gol terbanyak dengan koleksi 16 gol, sehingga perannya di lini depan menjadi salah satu faktor yang banyak diperhitungkan.
Norwegia tidak hanya bergantung pada Haaland. Tim berjuluk itu juga memiliki sejumlah pemain berkualitas seperti kapten Martin Odegaard, Alexander Sorloth, Antonio Nusa, serta Fredrik Aursnes. Kombinasi pemain-pemain tersebut membuat Norwegia diprediksi menjadi salah satu kuda hitam di Piala Dunia kali ini.
Di sisi lain, Irak datang bukan sebagai lawan yang bisa dianggap remeh. Tim berjuluk Lions of Mesopotamia itu mengusung motivasi tinggi setelah menunggu 40 tahun untuk kembali tampil di Piala Dunia. Irak terakhir kali bermain di Piala Dunia pada 1986, saat mereka hanya mampu tampil di fase grup dan menelan tiga kekalahan.
Kebangkitan Irak menuju Piala Dunia tidak terlepas dari peran pelatih Graham Arnold. Ia disebut sebagai sosok penting di balik keberhasilan Irak mencapai turnamen ini, sekaligus membawa tim menembus jalan yang panjang hingga akhirnya hadir di Piala Dunia 2026.
Dalam prosesnya, Irak melewati babak playoff antarkonfederasi dengan kemenangan atas Bolivia. Hasil tersebut menjadi penegasan bahwa Irak siap bersaing pada level turnamen besar, terutama ketika mereka kini kembali ke panggung yang sama setelah rentang waktu puluhan tahun.
Dengan pertemuan yang mempertemukan debut Haaland di Piala Dunia dan ambisi Irak yang kembali setelah lama absen, laga Irak vs Norwegia pada Rabu pagi WIB ini diharapkan menghadirkan pertandingan yang kompetitif sejak awal. Bagi penonton, duel ini menjadi momen penting untuk menyaksikan bagaimana Norwegia mengandalkan kekuatan kolektifnya, sementara Irak membuktikan kesiapan mereka tampil di Piala Dunia.
Bagi penonton yang menunggu laga ini, perhatian tidak hanya tertuju pada nama besar di papan berita, tetapi juga pada cara kedua tim memulai pertandingan. Dengan statusnya sebagai lanjutan fase grup, hasil di laga perdana menjadi modal awal yang akan menentukan arah perjalanan masing-masing menuju pertandingan berikutnya.
Norwegia datang dengan modal catatan selama kualifikasi yang menunjukkan konsistensi, sekaligus membawa kisah kembalinya mereka ke Piala Dunia setelah jeda panjang sejak 1998. Sementara itu, Irak menjalani momen yang sarat emosi karena penantian 40 tahun akhirnya berujung pada kesempatan kembali bersaing di turnamen antarnegara terbesar.
Selain menyoroti Haaland dan jajaran pemain seperti Martin Odegaard, Irak dan Norwegia sama-sama punya alasan untuk tampil percaya diri. Perjalanan Irak yang menembus Piala Dunia lewat babak playoff antarkonfederasi, termasuk kemenangan atas Bolivia, turut menjadi penegasan bahwa tim ini tidak datang sekadar untuk ikut tampil, tetapi bertekad membuat perlawanan sejak menit awal.












