jurnalistik.co.id – Luciano Spalletti menyampaikan kritik tajam menyangkut kembalinya Roberto Mancini menukangi Timnas Italia. Ia memilih analogi yang bernada sindiran, menyamakan situasi itu dengan upaya memperbarui perangkat lama.
Menurut Spalletti, langkah tersebut ibarat “mencoba memperbarui ponsel yang sudah ketinggalan zaman”. Pernyataan itu dia kutip dari Football Italia, dan disampaikan pada Sabtu (1/8/2026) setelah Juventus menjalani laga persahabatan melawan OGC Nice.
Dalam laga pemanasan itu, Juventus tampil efektif dan menang 2-0. Dua gol kemenangan Si Nyonya Tua masing-masing dicatat oleh Douglas Luiz dan Justin Oboavwoduo.
Meski hasilnya positif, Spalletti menegaskan bahwa skuad yang ia tangani saat ini belum sepenuhnya lengkap. Baginya, Juventus masih berada pada fase pembenahan yang menuntut tambahan opsi agar rencana permainan bisa berjalan lebih maksimal.
Manajemen pun tengah masuk tahap krusial dalam negosiasi perekrutan. Spalletti menyebut upaya mendatangkan striker Randal Kolo Muani dari Paris Saint-Germain, sekaligus mengincar talenta muda Kerim Alajbegovic yang kini bermain untuk Bayer Leverkusen.
Kedatangan Alajbegovic, menurut Spalletti, turut membawa pertanyaan mengenai penempatan peran di lini depan. Terutama bila ia nantinya harus berkolaborasi dengan Kenan Yildiz, Kolo Muani, dan Francisco Conceicao dalam skema yang dirancang.
Spalletti menyatakan timnya saat ini kekurangan dua jenis karakter. Ia menuturkan Juventus membutuhkan seorang penyerang tengah yang mampu menahan bola, serta trequartista yang bisa memberi umpan untuk membangun serangan.
Untuk kebutuhan peran tersebut, Spalletti menilai Kolo Muani sebagai sosok yang relatif lengkap. Ia menyebut Kolo Muani mampu turun ke belakang dan berkolaborasi dengan para gelandang, menyerang ruang kosong, serta memiliki pengalaman bermain di sayap.
Spalletti kemudian memperjelas pandangannya tentang Alajbegovic. Ia menyebut pemain itu lebih cocok ditempatkan sebagai trequartista yang berada di belakang penyerang.
Berita Terkait
Penggambaran peran itu sekaligus memberi isyarat mengenai posisi Kenan Yildiz dalam kemungkinan formasi. Yildiz tampaknya akan tetap difungsikan di sektor sayap kiri dalam skema yang mungkin mengarah ke 4-2-3-1, meski Alajbegovic juga disebut piawai bermain di area sayap tersebut.
Di sisi lain, sorotan Spalletti tidak berhenti pada urusan kebutuhan skuat Juventus. Kritiknya juga diarahkan pada perombakan yang terjadi di tubuh tim nasional, yang menurutnya tidak memberi kesan berarti meski terjadi pergantian.
Spalletti resmi mengambil alih Juventus pada Oktober 2025. Waktu itu, ia baru saja menjalani pemecatan dari kursi pelatih Timnas Italia, dan kepulangannya ke Juventus datang kurang dari empat bulan berselang.
Sejak kepergiannya dari Timnas Italia, Azzurri disebut mengalami kesulitan. Spalletti mencatat bahwa tim sempat ditangani Gennaro Gattuso maupun manajer interim Silvio Baldini, sebelum akhirnya Mancini kembali memimpin tim pekan ini.
Sebelum kembalinya peran itu, Mancini juga telah menjalani rangkaian persiapan yang ditandai konferensi pers di Roma pada 29 Juli 2026. Pada momen tersebut, Roberto Mancini berpose bersama Claudio Ranieri, direktur teknik Federasi Sepak Bola Italia (FIGC), serta Presiden FIGC, Giovanni Malago.
Dengan kata lain, sindiran Spalletti tidak hanya muncul dari hasil laga persahabatan Juventus, tetapi juga dari persepsi yang lebih luas tentang arah pembaruan di Timnas Italia. Analogi ponsel yang “ketinggalan zaman” menjadi cara baginya menilai efektivitas langkah yang diambil setelah Mancini kembali ditunjuk.
Spalletti menilai pembaruan yang hanya bersifat “pergantian nama” tidak otomatis membuat arah permainan lebih jernih. Ia mengaitkan cara pandangnya dengan kebutuhan serupa di level klub: Juventus dinilai masih berada dalam tahap merapikan skuad agar gagasan taktik bisa dijalankan secara lebih lengkap.
Dalam konteks itu, negosiasi perekrutan yang disebut Spalletti meliputi upaya mendatangkan Kolo Muani serta perhatian pada Alajbegovic. Ia juga menyinggung kemungkinan kolaborasi beberapa pemain di depan, termasuk Yildiz di sisi kiri, sebelum menegaskan bahwa Alajbegovic dipandang paling pas sebagai trequartista yang bergerak di belakang penyerang.
Sementara itu, sindiran Spalletti terhadap Mancini juga berangkat dari rangkaian perubahan di Timnas Italia setelah ia meninggalkan kursi kepelatihan. Ia menyebut Azzurri sempat melewati arahan Gennaro Gattuso dan manajer interim Silvio Baldini, sebelum Mancini kembali memimpin pekan ini, dengan persiapan yang ditandai konferensi pers di Roma pada 29 Juli 2026 bersama Claudio Ranieri serta jajaran FIGC.












