jurnalistik.co.id – Pertandingan Perancis vs Irak di Grup I Piala Dunia 2026 menjadi salah satu laga yang menyedot perhatian, termasuk karena Les Bleus sementara unggul 1-0 hingga menit ke-23 saat artikel ini dibuat.
Laga kedua Grup I tersebut akan berlangsung di Stadion Philadelphia, Amerika Serikat, pada Selasa (23/6/2026) mulai pukul 04.00 WIB. Bagi penonton yang ingin menyaksikan, siaran langsung tersedia di TVRI.
Jadwal dan cara menonton
Perancis vs Irak disiarkan langsung pada Selasa (23/6/2026) pukul 04.00 WIB melalui TVRI. Selain siaran televisi, penggemar sepak bola juga dapat mengikuti pertandingan melalui beberapa platform over the top (OTT) yang bekerja sama dengan TVRI, termasuk aplikasi Folaplay serta MAXStream TV melalui aplikasi dan langganan.
Dengan jam tayang yang berdekatan, penonton dapat menyiapkan diri lebih awal agar tidak ketinggalan momen-momen awal pertandingan, terutama ketika kedua tim mulai membangun ritme sejak menit-menit pertama.
Momen gol Mbappe dan keunggulan 1-0
Perancis untuk sementara unggul 1-0 hingga menit ke-23. Gol pembuka tercipta pada menit ke-14 melalui sepakan yang digambarkan sebagai roket Kylian Mbappe, memanfaatkan umpan dari Michael Olise.
Mbappe mengarahkan bola ke pojok kanan atas gawang Ahmed Basil. Dengan gol tersebut, Les Bleus mampu menciptakan keunggulan lebih cepat dibanding rencana kebangkitan yang diupayakan Irak sejak awal pertandingan.
Pada fase setelah gol, Perancis tetap tampil lebih dominan dalam mengendalikan tempo pertandingan. Hingga jeda minum, penguasaan bola Perancis mencapai 64 persen, sebuah angka yang menunjukkan mereka lebih sering menguasai alur serangan dan menekan pertahanan lawan.
Secara statistik, Perancis mencatat total enam tembakan, dengan satu di antaranya berbuah gol. Dari sisi ini, efisiensi gol yang dihasilkan Mbappe menjadi faktor penting bagi keunggulan sementara tim.
Rencana taktik dan dinamika permainan
Irak memilih pendekatan yang menitikberatkan pada pertahanan total. Ketika kesulitan menembus area tengah, tim lebih sering mengandalkan serangan balik.
Namun, strategi tersebut selalu berhadapan dengan tantangan pada sektor tengah, dan upaya Irak pada beberapa kesempatan tetap gagal menghasilkan momentum yang mengubah jalannya pertandingan.
Dominasi Perancis juga tercermin dari cara mereka menjaga ritme bola dan mengatur serangan dari fase awal. Tim asuhan Didier Deschamps terlihat menempatkan para pemain kunci untuk menjaga tekanan tetap hidup sepanjang babak pertama.
Didier Deschamps memasang seluruh pemain terbaiknya, termasuk kuartet Michael Olise, Bradley Barcola, Ousmane Dembele, dan Kylian Mbappe di lini depan. Kombinasi tersebut memungkinkan Perancis memiliki variasi pergerakan dan akses umpan yang lebih bervariasi di sekitar kotak penalti.
Sementara itu, Graham Arnold menyiapkan Irak dengan formasi 4-5-1. Di atas kertas, struktur ini memberi ruang bagi tim bertahan rapat sekaligus mencoba memanfaatkan celah ketika Perancis kehilangan keseimbangan setelah mendorong serangan.
Susunan pemain
Perancis (4-2-3-1): Mike Maignan; Jules Kounde, Dayot Upamecano, William Saliba, Lucas Digne; Manu Kone, Adrien Rabiot; Bradley Barcola, Ousmane Dembele, Michael Olise; Kylian Mbappe. Pelatih: Didier Deschamps.
Irak (4-5-1): Ahmed Basil; Merchas Doski, Akam Hashim, Zaid Tahseen, Ali Hussein; Ahmed Qasem, Zidane Iqbal, Amir Alammari, Zaid Ismael, Ibrahim Bayesh; Aymen Hussein (Hamadi 26′). Pelatih: Graham Arnold.
Dengan skor 1-0 yang bertahan hingga menit ke-23, pertandingan ini masih menyisakan ruang besar bagi kedua tim untuk mengubah strategi pada babak berikutnya. Perancis akan berupaya mempertahankan dominasi, sedangkan Irak kemungkinan mencari cara agar serangan baliknya tidak lagi mentok di sektor tengah.












