jurnalistik.co.id – Babak pertama Perancis vs Irak di Grup I Piala Dunia 2026 berakhir dengan skor 1-0, setelah Kylian Mbappe mencetak gol pembuka pada menit ke-14.
Pertandingan berlangsung di Stadion Philadelphia, Amerika Serikat, pada Selasa (23/6/2026) mulai pukul 04.00 WIB.
Sejak awal, Perancis tampil menguasai permainan dan berusaha membangun tekanan di area pertahanan lawan. Pada jeda cooling break, Les Bleus bahkan telah mengantongi penguasaan bola hingga 58 persen.
Mbappe memanfaatkan umpan dan menjebol pojok atas
Gol Perancis lahir dari momen yang cepat dan efektif. Pada menit ke-14, Mbappe melepaskan sepakan roket yang memanfaatkan umpan Michael Olise, dan bola bersarang di pojok kanan atas gawang Ahmed Basil.
Secara keseluruhan, Perancis mampu mencatat tujuh peluang tembakan pada babak pertama. Dari jumlah itu, satu kesempatan berhasil dikonversi menjadi gol.
Irak, di sisi lain, lebih sering memilih bertahan dan mengandalkan serangan balik. Meski beberapa kali mencoba melancarkan serangan dari momen transisi, upaya mereka kerap berhenti sebelum memasuki area berbahaya Perancis.
Komposisi awal Perancis dan ancaman cepat di awal laga
Didier Deschamps menurunkan komposisi pemain terbaiknya sejak peluit awal. Dalam formasi tersebut, terdapat empat penyerang andalan, yakni Michael Olise, Bradley Barcola, Ousmane Dembele, serta Kylian Mbappe.
Keputusan itu sejalan dengan rencana Perancis yang ingin memastikan langkah ke babak 32 besar. Timnas Perancis tampil agresif sejak awal untuk memaksa ritme pertandingan mengarah ke permainan yang mereka kendalikan.
Belum genap satu menit laga berjalan, Manu Kone sempat menjadi pembuka ancaman pertama. Namun upaya tersebut belum mengarah ke gawang.
Setelah gol tercipta, Perancis tetap mengendalikan alur permainan. Penguasaan bola Perancis tercatat mencapai 65 persen setidaknya hingga menit ke-25.
Mbappe mencatat momen spesial di laga ke-100
Gol Mbappe di pertandingan ini memiliki nilai tambahan. Tercatat, gol tersebut terjadi pada laga ke-100 Mbappe bersama Timnas Perancis.
Selain itu, torehan gol Mbappe di Piala Dunia 2026 bertambah menjadi tiga gol atau 15 gol dalam sejarah Piala Dunia, sehingga ia menyamai rekor Ronaldo Nazario.
Irak berusaha tetap bertahan, hujan deras datang menjelang akhir babak pertama
Memasuki sisa waktu babak pertama, Irak menerapkan pertahanan total. Tim tamu sempat memperoleh peluang pertama melalui Al Hamadi, tetapi hasil akhirnya tidak membuahkan gol.
Menjelang akhir babak pertama, hujan deras mulai turun saat pertandingan memasuki menit ke-37. Kondisi tersebut tidak tampak mengubah jalannya permainan secara berarti bagi kedua tim, setidaknya hingga babak pertama berakhir.
Dengan skor 1-0 untuk Perancis, pertandingan masih menyisakan banyak ruang bagi kedua tim untuk menentukan kelanjutan nasib di Grup I Piala Dunia 2026. Perancis berangkat dengan keunggulan setelah babak pertama yang mereka dominasi, sementara Irak perlu merancang strategi yang lebih efektif agar mampu menembus pertahanan lawan pada babak kedua.
Usai gol pembuka tercipta, Perancis tidak menurunkan intensitas. Mereka terus mengalirkan serangan dan memaksa Irak bekerja lebih dalam, sambil menjaga ritme agar permainan tetap berada dalam kendali Les Bleus.
Di momen-momen transisi, Irak memang beberapa kali mencoba merespons dengan serangan balik. Namun, upaya tersebut sering berhenti di fase awal, sehingga bola belum sampai pada situasi yang benar-benar memaksa lini pertahanan Perancis diuji.
Komposisi awal yang disusun Didier Deschamps membuat Perancis memiliki variasi di sektor depan. Keberadaan empat penyerang andalan—Michael Olise, Bradley Barcola, Ousmane Dembele, dan Kylian Mbappe—membuat kerja sama cepat lebih mudah dirancang, termasuk pada gol yang berawal dari umpan Olise.
Menjelang jeda, hujan deras yang mulai turun pada menit ke-37 membuat suasana permainan semakin berat, tetapi tidak mengubah pola utama pertandingan. Skor 1-0 tetap memberi Perancis modal, sementara Irak perlu menyusun langkah yang lebih efektif agar bisa mengubah jalannya laga di babak kedua Grup I Piala Dunia 2026.












