jurnalistik.co.id – Messi Diakui Dua Rekan Setim di Kelas Berbeda
Pengakuan atas kualitas Messi datang dari dua rekan setimnya di Timnas Argentina, yakni Lisandro Martinez dan Julian Alvarez. Keduanya menilai apa yang ditampilkan Messi bukan sekadar statistik, melainkan perbedaan kapasitas yang terasa di lapangan. Lisandro Martinez, yang dikenal disegani di Liga Inggris bersama Man United, menyatakan bahwa Messi berada di level yang sulit disamai. Baginya, Argentina beruntung memiliki pemain sehebat Lionel Messi dan pantas memberikan penghargaan kepadanya. “Dia berada di kelas yang berbeda. Saya tidak punya kata-kata untuk menggambarkannya. Sungguh perasaan yang luar biasa bahwa dia orang Argentina. Kita harus menghargainya. Kita pantas menang hari ini,” kata Lisandro. Hal senada juga disampaikan oleh Julian Alvarez. Alvarez, penyerang Atletico Madrid, mengakui kekagumannya kepada Lionel Messi, sekaligus menegaskan sosok La Pulga sebagai yang terbaik dalam pandangannya. “Tidak banyak yang bisa dikatakan kita semua bisa melihat bahwa dia (Messi) adalah yang terbaik di dunia,” ungkapnya. Selain bicara soal Messi, Alvarez juga dikenal sebagai striker yang saat ini tengah diincar Barcelona dan Arsenal. Namun dalam konteks laga Argentina vs Austria, fokusnya kembali pada peran Messi yang menentukan jalannya pertandingan.Rekor Berlanjut Setelah Brace ke Gawang Austria
Tambahan dua gol yang dicetak Messi ke gawang Austria membuat perburuan rekor semakin bergerak. Messi disebut menggusur Miroslav Klose ke posisi dua pencetak gol terbanyak di Piala Dunia setelah capaian yang terangkat dari laga ini. Pada catatan berikutnya, Messi memiliki 18 gol dari 28 pertandingan. Angka tersebut membuatnya melampaui Klose yang tercatat dengan 16 gol, sehingga posisi mereka kembali menjadi sorotan dalam daftar sepanjang sejarah turnamen. Kombinasi antara kontribusi di papan skor dan pengakuan dari rekan-rekan setim menunjukkan bahwa dampak Messi pada Piala Dunia 2026 tidak berhenti pada satu laga. Argentina memetik hasil 2-0 atas Austria, sementara Messi melengkapi perannya sebagai pembeda sekaligus pembawa rekor-rekor baru.Menurut Martinez dan Alvarez, yang membuat penampilan Messi menonjol justru ada pada detail yang sulit dijelaskan hanya lewat angka. Keduanya menggambarkan Messi sebagai sosok dengan kemampuan berbeda dari kebanyakan pemain, sehingga ketika Argentina membutuhkan momen penentu, kontribusinya terasa langsung di lapangan. Dengan kata lain, pengakuan yang datang dari rekan setimnya berangkat dari pengalaman melihat Messi mengubah jalannya laga.
Brace Messi juga mengunci momentum sejak awal pertandingan, lalu berlanjut menjadi penutup yang memastikan hasil akhir tetap pada keunggulan Argentina. Gol pada menit ke-38 dan gol di menit 90+5 menjadi fondasi bagi kemenangan 2-0 sekaligus mengantar tim Tango melaju ke fase berikutnya. Di pertandingan yang menentukan, keberhasilan menyelesaikan peluang pada dua waktu berbeda itulah yang kemudian mengantarkannya pada status man of the match.
Keberlanjutan catatan gol Messi memperlihatkan bahwa pengaruhnya tidak berhenti di satu laga. Setelah mencatat 16 gol yang membuatnya melangkahi Miroslav Klose, arah rekor kemudian kembali bergerak dengan tambahan gol yang membuatnya memiliki 18 gol dari 28 pertandingan. Dari sini, daftar pencetak gol terbanyak semakin menegaskan sorotan terhadap Messi sebagai pusat perhatian sepanjang Piala Dunia.












