jurnalistik.co.id – Lionel Messi kembali menuliskan namanya dalam sejarah Piala Dunia 2026. Argentina menang 2-0 atas Austria, namun malam itu tetap menyisakan kekecewaan karena Messi gagal mengeksekusi penalti.
Pertandingan Grup J di Stadion Dallas, Arlington, pada 22 Juni 2026 memperlihatkan bagaimana Messi menjadi poros permainan Argentina. Dua gol yang ia cetak memastikan kemenangan dan sekaligus memperpanjang catatan luar biasa di turnamen ini.
Argentina membuka keunggulan pada menit ke-18. Gol pertama Messi lahir dari operan Facundo Medina yang membuat bola terlepas dengan cerdik, kemudian Thiago Almada meloloskan umpan melalui sela dua kaki untuk memberi ruang kepada Messi.
Setelah menerima kesempatan tersebut, Messi menyelesaikannya dengan tembakan terukur ke sudut kiri gawang Austria. Ketajamannya mengantar Argentina unggul dan mengubah laga menjadi panggung kehebatan sang bintang.
Torehan itu juga mengukuhkan status Messi sebagai pencetak gol terbanyak sepanjang masa Piala Dunia. Dengan gol tersebut, ia mengoleksi 17 gol dan melewati rekor Miroslav Klose.
Namun, bagi Messi satu gol ternyata bukan cukup. Ia menambah jumlah kontribusinya dengan gol berikutnya sehingga kini mengoleksi 18 gol dalam enam partisipasi di ajang Piala Dunia yang berbeda.
Argentina memperbesar jarak menjelang akhir laga. Pada menit ke-90+5, Messi menemukan ruang di antara barisan pertahanan Austria dan memulai upayanya ke gawang.
Setelah tembakan pertamanya mental, Messi tidak berhenti. Ia memastikan tidak gagal pada percobaan kedua, dan bola akhirnya bersarang mulus ke gawang Austria untuk mengunci kemenangan 2-0.
Meski hasilnya berpihak pada Argentina, Messi tetap menyimpan emosi dari satu momen yang gagal. Di tengah kemenangan, kegagalan mengeksekusi penalti menjadi bagian yang paling disesalkan dari laga tersebut.
Pada menit ke-9, wasit menunjuk titik putih setelah Lautaro Martinez dijatuhkan di kotak 16 meter. Dengan peluang untuk menambah keunggulan sejak awal, Messi justru tidak mampu menaklukkan kiper dalam situasi penalti.
Sepakan penalti Messi meleset ke sisi kanan gawang Austria. Gagalnya itu membuat pertandingan menjadi lebih dramatis, karena Argentina tetap menang, tetapi catatan penalti Messi menambah deretan penyesalan di Piala Dunia.
Alhasil, Messi sudah tiga kali gagal menendang penalti dalam waktu normal laga Piala Dunia. Catatan itu datang setelah beberapa pengalaman sebelumnya yang juga berujung kegagalan.
Pada Piala Dunia 2022, Messi pernah melihat penaltinya dibendung oleh kiper Polandia, Wojciech Szczesny. Lalu pada 2018, sepakan Messi dari titik 12 pas juga dihentikan oleh kiper Islandia, Hannes Halldorsson.
Setelah pertandingan, Messi tetap berbicara tentang kualitas gol-golnya, sekaligus menyinggung penyesalan dari penalti yang tidak berhasil. Ia menyatakan, “Gol-gol yang saya cetak tercipta dengan cara yang spektakuler,” usai laga, seperti dilansir dari The Athletic.
Dalam evaluasinya, Messi menempatkan kegagalan penalti sebagai hal yang tidak bisa dihapus begitu saja, meski kemenangan sudah memastikan. Ia juga menyebut betapa sulitnya menebak apa yang mungkin terjadi seandainya penalti itu masuk.
Messi mengatakan, “Sayang sekali saya gagal mengeksekusi penalti. Kita tidak pernah tahu apa yang bisa terjadi. Kami senang dengan hasilnya dan dengan apa yang telah kami capai sebagai tim.”
Ia pun mengakui kemarahan atas eksekusi yang dinilai tidak tepat. “Saya marah karena gagal mengeksekusi penalti. Saya menendangnya dengan sangat buruk, tetapi kami mampu membalikkan keadaan,” ujar Messi meratapi kegagalannya menembak dari titik 12 pas.
Di sisi lain, momentum Argentina tetap bergerak ke arah yang positif. Kemenangan atas Austria membuat Tim Tango mengoleksi enam poin dari dua laga Grup J Piala Dunia 2026.
Sebelum menghadapi Austria, Argentina terlebih dulu mengalahkan Aljazair 3-0. Pada pertandingan itu, Messi mencetak hattrick dan menjadi penentu kemenangan yang memperkuat posisi Argentina di klasemen grup.
Dengan hasil tersebut, Argentina sebagai juara bertahan juga sudah dipastikan melangkah ke babak 32 besar Piala Dunia 2026. Kondisi ini memberi ruang bagi tim untuk menjaga ritme permainan sambil tetap menuntaskan target turnamen.
Messi menyampaikan bahwa fokus mereka adalah mempertahankan pola yang membawa tim meraih hasil-hasil penting. Ia mengatakan, “Kami akan mencoba untuk terus mempertahankan ritme ini, ke arah yang sama. Ini langkah demi langkah, ini adalah perjalanan yang panjang dan sulit. Saya menikmati setiap momen di lapangan,” kata Messi seperti dilansir dari The Athletic.
Meski demikian, malam melawan Austria tetap meninggalkan satu pelajaran yang terasa personal bagi Messi: sejarah yang ia tulis lewat gol-golnya juga berdampingan dengan penyesalan ketika peluang besar dari titik penalti gagal menjadi gol. Argentina pulang dengan kemenangan 2-0, tetapi Messi membawa emosi yang jelas—sebuah bentuk motivasi yang mungkin akan kembali menentukan langkah berikutnya di Piala Dunia.












