jurnalistik.co.id – Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, pada Minggu (19/7/2026) malam sudah dipenuhi antusiasme warga yang datang untuk menyaksikan final Piala Dunia 2026 antara Spanyol dan Argentina. Niat nobar ternyata tidak hanya datang dari warga Jakarta, tetapi juga dari luar kota.
Lutfi (41), warga Bogor, Jawa Barat, memilih berangkat dengan kereta dan tiba di lokasi sejak pukul 13.00 WIB. Ia datang bersama istri dan anaknya untuk mengikuti nonton bareng final di Lapangan Banteng.
Lutfi mengatakan kedatangannya merupakan keputusan yang sudah direncanakan. Ia menyebut melihat besarnya antusiasme warga di media sosial sehingga langsung berangkat bersama keluarga.
“Saya dari Bogor memang sengaja niat ke sini karena melihat antusias dari sosial media warga juga, makanya saya langsung meluncur ke sini bersama keluarga,” ujar Lutfi di Lapangan Banteng pada Minggu malam.
Sebelum akhirnya mendukung Spanyol, Lutfi mengaku lebih dulu menggemari Timnas Belanda. Ia mengatakan Belanda gagal melaju ke final, sehingga ia kemudian mengalihkan dukungannya untuk laga Spanyol vs Argentina.
Di sisi lain, Lutfi menyebut istrinya justru mendukung Argentina. Alasannya berkaitan dengan sosok Lionel Messi yang menjadi idola istri, sekaligus andalan Tim Tango pada Piala Dunia.
“Kalau kita beda-beda idolanya, awalnya saya Belanda tapi gugur, nah kalau Istri suka Messi. Ini nonton final sih niat stand by sampai jam 02.00 WIB, bukan konser saja,” kata Lutfi.
Sebelum pertandingan dimulai, Lutfi tidak langsung terpaku pada area nobar. Ia menghabiskan waktu berkeliling membeli makanan ringan di sekitar Lapangan Banteng sambil menunggu suasana menuju laga final.
Ia juga menegaskan kedatangannya lebih awal agar bisa menyaksikan konser yang digelar sebelum pertandingan. Dengan jadwal tersebut, Lutfi berupaya tetap menikmati rangkaian acara di lokasi sekaligus menuntaskan nobar sampai larut.
Konser jadi tujuan utama, nobar hanya sampingan
Berita Terkait
Berbeda dari Lutfi, Nur (36) warga Cipinang, Jakarta Timur, datang dengan fokus menyaksikan penampilan sejumlah musisi. Ia menyebut Armada, Tipe-X, dan Juan Reza menjadi alasan utama ke Lapangan Banteng.
Nur mengatakan ia mulai berdatangan sejak pukul 14.00 WIB. Ia menegaskan niatnya hanya untuk menonton konser dan tidak sampai mengikuti nobar pertandingan hingga selesai.
“Kalau saya dari jam 14.00 WIB, niatnya cuma nonton konser saja, enggak sampai nobarnya,” ucap Nur.
Menurut Nur, pertimbangan waktu menjadi alasan utamanya. Ia menyebut pertandingan berlangsung hingga larut malam, sementara keesokan harinya ia masih harus bekerja.
Meski memilih tidak nobar, Nur tetap mengaku sempat ingin merasakan suasana menonton bersama. Ia menyampaikan rasa ingin tahu itu muncul karena suasana nobar dinilai lebih seru dibandingkan menonton sendirian di rumah.
“Sebenarnya pingin nonton barang tapi takut enggak bangun, senin kerja. Kalau saya dukung Argentina dan optimis Messi bisa cetak Gol,” tutur Nur.
Senada dengan Nur, Siti (22) warga Cempaka Putih, Jakarta Pusat, juga datang untuk menonton pertunjukan musik. Ia menyebut menonton Armada dan Juan Reza sebagai agenda utama di Lapangan Banteng.
Dari pilihan para penonton tersebut, suasana Lapangan Banteng pada malam final memperlihatkan beragam alasan kehadiran. Ada yang menempatkan nobar sebagai tujuan utama, namun ada pula yang datang untuk konser dan menyusun jadwal agar tetap bisa beraktivitas pada hari berikutnya.
Di Lapangan Banteng, keputusan untuk datang lebih awal ternyata juga dipengaruhi kebutuhan menikmati keseluruhan rangkaian acara sebelum pertandingan. Penonton seperti Lutfi memilih memanfaatkan waktu kedatangan sejak siang hari agar suasana semakin ramai dan agenda hiburan bisa ikut dinikmati tanpa mengorbankan rencana menyaksikan laga hingga dini hari.
Nur juga menggambarkan pertimbangan yang serupa dari sisi kesiapan aktivitas harian. Meski ada keinginan merasakan nuansa menonton bersama, ia menahan diri karena mempertimbangkan durasi pertandingan yang berlangsung hingga larut serta kewajiban bekerja pada hari berikutnya. Baginya, pengalaman yang dicari tetap berfokus pada konser, sementara pertandingan ditempatkan sesuai kemampuan mengikuti hingga akhir.
Siti menambah gambaran bahwa minat penonton tidak tunggal, melainkan terbagi berdasarkan idola. Dengan memilih Armada dan Juan Reza sebagai agenda utama, kedatangannya menunjukkan bahwa rangkaian musik turut menjadi magnet di momen final. Kombinasi antara hiburan dan persiapan jadwal membuat sebagian pengunjung tetap bisa menikmati acara tanpa harus menyesuaikan ritme kegiatan keesokan harinya.












