jurnalistik.co.id – Paramount Skydance dan Warner Bros Discovery menangguhkan rencana merger senilai $110 miliar sambil menunggu proses gugatan hukum. Penundaan ini berlaku hingga Juni 2027, mengikuti pertimbangan hakim terhadap tantangan yang diajukan pihak penentang.
Kesepakatan untuk “membekukan” proses merger diumumkan setelah munculnya gugatan dari 12 negara bagian AS serta Writers Guild of America (WGA). Para penggugat menilai penggabungan dua perusahaan besar berpotensi melemahkan persaingan.
Dengan jeda tersebut, sidang pengadilan darurat yang semula dijadwalkan juga dibatalkan. Meski proses di pengadilan terhenti sementara, kedua pihak menyatakan tetap menilai merger sebagai langkah strategis untuk menghadapi persaingan dari raksasa layanan streaming digital dan konglomerat teknologi.
Di sisi lain, persetujuan regulasi di Eropa sudah lebih dulu keluar, namun tidak tanpa syarat. Otoritas Eropa menyetujui kesepakatan dengan ketentuan bahwa Paramount harus mengakhiri kerja sama distribusi film besar dengan Universal Pictures di kawasan tersebut.
Dalam pernyataannya, Paramount menyebut kesepakatan penundaan sebagai “significant win”. Perusahaan juga mengatakan langkah ini memberi “direct path to a trial based on the evidence” dan menilai proses persidangan merupakan cara tercepat untuk membuktikan bahwa merger “good” bagi persaingan, konsumen, serta kreator.
Pihak Warner Bros tidak menyampaikan bentuk rincian bisnis baru dalam konteks penundaan ini, namun menegaskan bahwa status operasi yang terpisah tidak mengubah tujuan jangka panjang penggabungan. Sampai putusan final keluar—atau hingga 1 Juni 2027—Paramount dan Warner Bros tetap menjadi entitas yang berjalan sendiri dan bersaing.
Di ranah hukum AS, Departemen Kehakiman Amerika Serikat (US Department of Justice) telah menyetujui kesepakatan pada Juni. Namun, pejabat negara bagian dan serikat pekerja Hollywood berpendapat merger akan memberi kendali yang terlalu besar pada satu perusahaan, yang pada akhirnya menekan posisi tawar penulis dan kru.
Berita Terkait
Menurut argumen para penentang, penggabungan juga dapat memperkecil opsi proyek serta membatasi pilihan penonton. WGA, melalui pernyataan yang pernah disampaikan, mengkhawatirkan dampak pada kondisi kerja; ketua WGA, Tom Fontana, sebelumnya memperingatkan bahwa merger bisa menekan upah dan menghapus peluang bagi penulis yang baru berkembang.
Pihak koalisi yang menolak merger juga menyatakan sikap yang tidak berubah. Block the Merger Coalition menyampaikan, “It remains our view that this merger is unlawful, and we will continue the fight to block it,” dalam pernyataan tertanggal 24 Juli.
Meski rangkaian pengadilan awal dilewati akibat penundaan, tim hukum dari kedua kubu kini harus menyiapkan tahap persidangan. Mereka diminta menyerahkan rancangan jadwal sidang yang diusulkan paling lambat 31 Juli.
Paramount mengaitkan perubahan status pengadilan dengan keyakinan bahwa konsumen akan tetap memperoleh manfaat. Perusahaan berjanji akan merilis 30 film di bioskop setiap tahun, atau dua kali dari capaian penayangan saat ini.
Dengan kerangka waktu yang sudah ditetapkan, fokus berikutnya bergeser dari proses awal di pengadilan menuju penjadwalan trial dan pembuktian materi gugatan. Hingga hakim mengeluarkan putusan final, merger tidak berjalan, dan persaingan antara dua studio raksasa tetap berlangsung dalam pasar film dan konten.
Penundaan hingga Juni 2027 juga berarti seluruh langkah operasional yang terkait penyatuan manajemen tidak mengalami pergeseran menuju integrasi penuh. Dengan status entitas yang tetap terpisah, kedua pihak tetap menjalankan strategi masing-masing sambil menunggu proses persidangan berjalan sampai hakim menjatuhkan keputusan akhir.
Beragamnya respons di wilayah berbeda menjadi bagian dari dinamika yang terus menyertai perkara ini. Di Eropa, persetujuan datang lebih dulu, tetapi mengharuskan penyesuaian pada kerja sama distribusi film besar. Sementara itu, di AS, persetujuan dari Departemen Kehakiman berdampingan dengan penolakan dari sejumlah pihak lain yang menilai potensi dampaknya terhadap persaingan dan posisi pelaku industri.
Menjelang tahap trial, pihak-pihak yang bersengketa kini menyiapkan dokumen dan usulan jadwal untuk memastikan alur pemeriksaan gugatan bisa berlangsung. Pada saat bersamaan, kedua kubu juga terus menyampaikan narasi yang saling berlawanan: pendukung menekankan manfaat bagi konsumen, sedangkan penentang tetap menganggap penggabungan berisiko mengunci pasar dan membatasi peluang dalam ekosistem kreatif.












