jurnalistik.co.id – Selama bertahun-tahun, mesin diesel sering diasosiasikan dengan suara yang lebih kasar dan getaran yang terasa. Namun, perkembangan teknologi pada kendaraan bermesin diesel modern membuat karakter bunyinya semakin halus, bahkan tidak jarang penumpang sulit membedakan dengan mesin bensin.
Tri Yuswidjajanto Zaenuri, pakar konversi energi dan dosen senior Fakultas Teknik Mesin dan Dirgantara (FTMD) ITB, menjelaskan bahwa perubahan paling menentukan datang dari kualitas proses pembakaran. Menurutnya, apa yang terdengar dari luar mesin sangat dipengaruhi oleh bagaimana bahan bakar terbakar di dalam ruang bakar setelah diinjeksikan.
Tri menyampaikan bahwa pada dasarnya mesin diesel memang didesain untuk bisa bekerja dengan bahan bakar nabati. Karakteristik utamanya, lanjut dia, adalah pembakaran yang terjadi akibat kompresi tinggi di dalam ruang bakar.
“Kalau cetane-nya rendah, artinya respon untuk terbakarnya itu lambat, maka pembakarannya hanya pada beberapa titik tertentu sehingga mesin diesel lama kita, kita dengar suaranya kasar,” kata Tri di Jakarta, Sabtu (27/6/2026).
Inti dari penjelasan tersebut adalah ketepatan dan kecepatan terbakarnya campuran di ruang bakar. Ketika cetane number rendah, respons untuk menyala setelah injeksi menjadi lebih lambat. Akibatnya, pembakaran tidak langsung merata, sehingga prosesnya hanya terjadi pada titik-titik tertentu.
Tri menambahkan bahwa kondisi seperti ini turut membentuk naik-turunnya tekanan yang tidak berlangsung seragam. Dari sudut pandang pendengaran, pola pembakaran yang tidak merata tersebut lebih mudah terdengar sebagai suara kasar pada mesin diesel generasi sebelumnya.
Pembakaran lebih merata pada mesin diesel modern
Berbeda dengan mesin diesel lama, mesin diesel modern memiliki rasio kompresi yang lebih tinggi. Tri mengatakan, rasio kompresi yang lebih tinggi membantu proses pembakaran terjadi di lebih banyak titik dalam ruang bakar secara bersamaan.
“Tetapi untuk mesin diesel yang baru karena kompresinya bisa lebih tinggi, pembakarannya di lebih banyak titik sehingga suaranya lebih halus,” ujarnya.
Ketika pembakaran terjadi lebih merata dan bergerak dalam banyak titik secara bersamaan, kenaikan tekanan berlangsung lebih seragam. Tri menilai, pergeseran karakter tekanan yang lebih merata ini merupakan salah satu penyebab utama suara mesin menjadi terdengar lebih halus.
Dalam konteks yang sama, ia menekankan bahwa mesin diesel modern tidak hanya mengandalkan perubahan desain, tetapi juga mengoptimalkan bagaimana pembakaran berlangsung setelah bahan bakar diinjeksikan. Hasilnya, proses kerja mesin terasa lebih tenang ketika kendaraan bergerak.
Bahan bakar dengan cetane tinggi juga berpengaruh
Selain teknologi mesin yang terus berkembang, kualitas bahan bakar turut menentukan tingkat kehalusan suara. Tri menyebut bahwa penggunaan bahan bakar dengan angka cetane number tinggi memungkinkan bahan bakar terbakar lebih cepat setelah diinjeksikan ke ruang bakar.
“Begitu diinjeksikan responnya cepat langsung terbakar di hampir semua tempat di dalam ruang bakar. Karena itulah kemudian suaranya halus,” kata dia.
Dengan cetane tinggi, respons bahan bakar terhadap pemanasan akibat kompresi menjadi lebih cepat. Pembakaran pun dapat berlangsung di hampir semua bagian ruang bakar, sehingga kerja mesin tidak lagi menampilkan pola menyala yang terpotong pada titik tertentu saja.
Tri menyatakan bahwa pada kendaraan diesel modern, terutama yang berada di segmen premium, karakter suara yang dihasilkan bisa jauh lebih senyap dibandingkan generasi sebelumnya. “Kalau kita berdiri di sebelah mobil diesel dengan merek yang high end, kita enggak sulit untuk menebak ini mesinnya diesel atau bensin karena dua-duanya suaranya halus,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa cetane tinggi memberikan keuntungan lain yang berkaitan dengan performa. Pembakaran yang terjadi lebih cepat membuat tekanan optimal tercapai setelah piston melewati titik mati atas, sehingga dorongan yang dihasilkan menjadi lebih besar dan tenaga mesin menjadi lebih baik.
Dengan demikian, kehalusan suara pada diesel modern dapat dipahami sebagai gabungan dari dua faktor: pembakaran yang lebih merata di ruang bakar akibat desain kompresi dan pembakaran yang lebih responsif karena cetane number yang lebih tinggi pada bahan bakar. Kombinasi keduanya membuat karakter bunyi mesin diesel tidak lagi identik dengan suara kasar seperti yang sering melekat pada generasi sebelumnya.





![[POPULER OTOMOTIF] Hasil Klasemen MotoGP, Jadwal MotoGP Ceko 2026 Otomotif 22 Juni 2026](https://jurnalistik.co.id/wp-content/uploads/2026/06/6a37121cc440a-350x220.jpeg)






