Entertainment

KWN: Dari Mengantar Paket Amazon hingga Menjadi Salah Satu Bintang Baru Terpanas di Inggris

×

KWN: Dari Mengantar Paket Amazon hingga Menjadi Salah Satu Bintang Baru Terpanas di Inggris

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: KWN: From delivering Amazon parcels to becoming one of the UK's hottest new stars

jurnalistik.co.id – KWN, penyanyi R&B kelahiran Walthamstow, East London, tidak datang dari jalur yang mudah. Ia pernah menghabiskan waktu mengantar paket Amazon, tetapi kini namanya disebut sebagai salah satu bintang baru Inggris yang paling panas.

“You can fake a lot of things in this industry,” kata KWN. “You can fake streams, followers, likes… all of that stuff. But selling out a venue and having real people come to see you is different.” Bagi penyanyi berusia 26 tahun itu, membuktikan diri di depan penonton yang benar-benar hadir adalah ukuran yang paling nyata.

Pelarian KWN menuju sorotan menanjak pesat setelah debutnya melejit lewat single “Worst Behaviour” tahun lalu. Dalam tempo singkat, ia berhasil membuat ruang-ruang konser penuh oleh penggemar dari berbagai negara, hingga tampil di panggung yang bahkan jarang didatangi penyanyi musik dengan karakter “bedroom jams”.

Panggung besar dan malam yang tak terlupakan

Salah satu momen yang ia soroti terjadi bulan lalu saat KWN membawakan set di Sydney Opera House. Ia membawakan rangkaian lagu yang bernuansa sensual, termasuk “Touch Myself”, “Do What I Say”, serta cover “Ginuwine’s Pony”. KWN menggambarkan reaksinya sebagai sesuatu yang “crazy moment”. Menurutnya, “I don’t think the Sydney Opera House has ever had anybody come in there singing a bunch of sex songs before.” Ia menambahkan bahwa “Everyone was standing up and dancing after 30 seconds,” lalu pihak venue mengatakan, “We’ve never seen it like that before’. It was insane.”

Catatan penting di balik kemajuan cepat itu adalah perjalanan KWN yang pernah jatuh bangun. “Two years ago, she was delivering parcels,” setelah ia ditinggalkan oleh label rekaman pertamanya. Ketika pekerjaan itu belum cukup untuk menutup kebutuhan hidup, ia bahkan menjual mobilnya dan mengambil pekerjaan paruh waktu bersama sang ayah di sebuah restoran.

Demi musik: dari “online gamble” hingga kesepakatan besar

Meski begitu, tekad KWN untuk tetap membuat musik tidak padam. Ia dan managernya, Carlyn Calder, mengakui kondisi finansial mereka yang sangat sulit. KWN mengingat, “Me and my manager [Carlyn Calder] were just like, ‘We’re so broke, we don’t know how we’re gonna do this’.” Mereka mencoba mencari “either a publishing deal or a distribution deal,” tetapi tidak ada pihak yang menawarkan uang sesuai harapan.

Dalam situasi itu, Calder menyodorkan keyakinan yang justru menjadi pengarah langkah berikutnya. KWN menuturkan bahwa managernya berkata, “You’re worth way more than this. I’m not tying you into any of these deals because I know this time next year we’re going to be in a completely different position’.” Seiring berjalannya waktu, keyakinan tersebut terbukti membawa hasil.

Di akhir 2024, KWN mengunggah klip “Worst Behaviour” ke akun media sosialnya. Saat itu lagu tersebut masih berbentuk demo, namun responsnya tidak biasa. Masalahnya, mereka “didn’t have enough money to complete the song and put it on streaming platforms.” Calder kemudian menyusun rencana: membangun situs web khusus dan menjual demo itu langsung kepada para penggemar.

KWN mengingat rasa ragu sekaligus keputusan yang akhirnya mereka ambil. Ia berkata, “I was like, ‘I don’t know, that might make us look a little bit desperate’.” Lalu Calder meyakinkan, “She was like, ‘No, trust me. If we sell it to 500 people for £1.99, that’s £1,000 in our pocket and we can release it [properly]’.” KWN pun mengikuti, “So I said, ‘I’m cool, I trust you, let’s just do it’.” Dalam dua minggu, mereka menjual 5.500 kopi.

Hasil tersebut mengubah cara pandang label-label musik yang sebelumnya menolak KWN. Setelah itu, tawaran menjadi ramai, tetapi KWN memilih bergabung dengan RCA Records, tepat sebelum Natal. Menurut laporan, RCA adalah rumah bagi legenda R&B seperti D’Angelo, SZA, dan Miguel. Ketika “Worst Behaviour” terus menambah basis penggemar, nama Kehlani turut membesarkan gelombang melalui remix.

“Released on Valentine’s Day 2025,” lagu itu menanjak di tangga lagu, didorong video yang menampilkan dua penampil saling berputar dengan hasrat yang nyaris tak terbendung, sebelum diakhiri ciuman penuh gairah. Meski begitu, KWN mengingat proses syuting justru berjalan saat mereka sedang sangat kedinginan dan sakit. “It was crazy. We were both mad sick,” ujarnya sambil tertawa. Ia menambahkan bahwa Kehlani “almost cancelled because she couldn’t speak at all,” sehingga KWN perlu “a doctor to come and give me an IV… But we pushed through.”

Visibilitas hubungan mereka menjadi bagian dari narasi yang lebih luas bagi KWN, terutama karena liriknya. Tanpa membahas detail hubungan secara langsung, KWN menegaskan keberanian lewat karya. Dalam pertunjukan lagu “Stand On It”, penggemar LGBTQ menyambut baris: “I’m not embarrassed/ ain’t gonna love you in private”.

EP perdana, penguatan emosi, dan kemenangan kecil yang terasa besar

“Stand On It” sendiri dibangun di atas progresi chord yang gagap dengan nuansa jazzy. Lagu itu menjadi salah satu yang menonjol di EP debut KWN, “With All Due Respect”, yang dirilis bulan Juni lalu. Proyek itu membuka dengan pernyataan tegas, “I don’t want to be humble no more”, sebuah pesan bagi mereka yang meragukan kekuatan bintang KWN. Ia menjelaskan, “I just wanted people to put respect on me.”

Ketika KWN berbicara tentang proses kreatif, ia juga mengakui perbedaan menulis emosi yang rentan dengan sekadar mengaransemen musik. Ia pernah mengatakan, “Stuff like that’s easy to write,” tetapi menambahkan, “Writing emotional and vulnerable music is a lot harder for me.” Enam bulan kemudian, EP berikutnya “And All Pride Aside” justru menguat dengan kerentanan emosional.

Di lagu “Rather Never Love Again”, KWN menyanyikan kerinduan yang menyakitkan pada mantan: “Even if I get you back I don’t know if it’s going to be the same/ But I will sure as hell spend a lifetime taking all the blame.” Di trek penutup, “Heaven’s In Your Hands”, ia mengungkap duka atas kakeknya yang meninggal pada musim gugur tahun lalu. KWN mengatakan transformasi itu membuatnya lebih dewasa: “I think I’ve just done a little bit of growing up, to be honest.” Ia menambahkan bahwa ia bertemu banyak orang yang mengajarkan bahwa “it’s okay to feel, and to open up to the people around me.” Ia juga menyebut perubahan cara menulisnya, “This time it’s like a one-on-one therapy session with myself.”

Secara musikal, ia merasa lebih percaya diri. “Rather Never Love Again features 150 layers of backing vocals that took two days ‘and a lot of cigarettes’ to perfect,” sementara single “Hopeless Romantic” meledak dengan tabrakan flourishes drum. KWN menceritakan bahwa ia ingin membuat lagu cinta ala pernikahan, tetapi tidak ingin berasa klasik dalam R&B, lalu menyukai hasil akhirnya. “This is fun,” katanya ketika menyatukan pengisian rock drum fills itu.

Ia juga menunjukkan ruang eksperimen tanpa kehilangan karakter intimnya. Pendekatan playful dan sensual KWN masih hadir lewat lagu seperti “’Til The Bedroom Stinks” dan “Risk It All” yang memuat sample licik dari “Nelly’s Hot In Herrre.” KWN menjelaskan sampel itu dibuat saat tur di kamar hotel, tepat sebelum mereka harus naik bus untuk perjalanan semalam ke konser berikutnya. KWN khawatir proses izin sampel akan sulit, tetapi tetap merilisnya karena lagu tersebut terasa terlalu bagus untuk dilewatkan: “Oh no, it’s going to be so tough to clear this sample. Why have I done this? The song’s so good, like, I can’t not put it out.” Pada akhirnya, prosesnya beres tanpa ribut, menjadi tanda penghargaan yang sudah ia dapat dari rekan-rekannya.

Langkah KWN juga bergerak ke panggung penghargaan. Pekan depan, ia masuk nominasi “best new artist” di BET (Black Entertainment Television) Awards di Los Angeles, sekaligus dijadwalkan tampil. Namun ia punya harapan sederhana soal kebutuhan acara. Ia berharap urusan katering di sana lebih baik daripada pengalaman saat MoBo Awards di Inggris. “The Mobos was a crazy little experience,” kata KWN. Ia mengaku bersyukur dinominasikan, tetapi kecewa karena makanannya “hated the food” — porsinya terlalu kecil. Ia sempat melontarkan pertanyaan, “I’m starving, can I get another plate?” tetapi dijawab tidak.

Meski begitu, lintasan karier KWN saat ini memberi alasan untuk percaya bahwa permintaan-permintaan itu tidak akan lama terabaikan. Ia terus membawa performa yang mengguncang batas, mengubah masa lalu yang suram menjadi cerita yang dipenuhi panggung, emosi, dan keberanian untuk mencoba hal baru.