jurnalistik.co.id – Oxford United dikabarkan sedang menyiapkan wajah baru untuk mengarungi musim 2026-2027 setelah resmi berpisah dengan Matt Bloomfield.
Kabar yang beredar menyebut klub yang menaungi striker Timnas Indonesia, Ole Romeny, akan menunjuk legenda Arsenal, Aaron Ramsey, sebagai pelatih kepala.
Langkah pergantian pelatih itu muncul tidak lama setelah Oxford terdegradasi ke League One, kasta ketiga sepak bola Inggris.
Bloomfield sendiri hanya bertahan sekitar enam bulan sebagai pelatih Oxford United. Setelah masa tersebut, manajemen memutuskan mengakhiri kerja sama dan mulai mencari sosok baru untuk memimpin tim.
Dalam pernyataannya, klub menyampaikan, “Kami ingin mengucapkan terima kasih kepada Matt atas usahanya dan mendoakan kesuksesan baginya di masa depan,” lalu menambahkan, “Proses penunjukan pelatih kepala tim utama putra yang baru akan segera dimulai, dan klub akan memberikan informasi terbaru pada waktunya.”
Seiring pengumuman pemecatan Bloomfield, nama Aaron Ramsey langsung disebut sebagai kandidat terkuat untuk mengisi posisi tersebut.
Dari laporan The Athletic, Oxford United yang dimiliki Erick Thohir dikatakan telah mencapai tahap akhir dalam proses perekrutan Ramsey. Ramsey bahkan disebut telah bertemu dengan petinggi klub pada Senin malam waktu setempat.
Setelah pertemuan itu, Ramsey disebut akan diperkenalkan secara resmi sebagai pelatih baru Oxford.
Pengalaman Ramsey dan potensi peran di Oxford
Aaron Ramsey tercatat memiliki pengalaman panjang sebagai pemain di level tertinggi. Sepanjang kariernya, ia pernah membela Cardiff City, Arsenal, Nottingham Forest, Juventus, Rangers, Nice, hingga UNAM Pumas.
Selain pengalaman sebagai pemain, Ramsey juga pernah menempati peran pelatih interim di Cardiff City pada musim 2025-2026. Saat itu, ia memimpin tim dalam tiga pertandingan terakhir musim kompetisi.
Jika benar bergabung dengan Oxford, jabatan tersebut akan menjadi pekerjaan pertamanya sebagai pelatih tetap.
Dengan kemungkinan penunjukan ini, Ramsey juga akan menjadi pelatih keenam Oxford United dalam kurun tiga tahun terakhir.
Peluang Ole Romeny bersama skema baru
Kedatangan Ramsey disebut bisa membuka peluang baru bagi Ole Romeny di Oxford. Sejak bergabung pada Januari 2025, Romeny belum mendapatkan kesempatan bermain dalam jumlah besar.
Dalam 1,5 musim bersama Oxford, Romeny mencatatkan 32 penampilan di semua kompetisi.
Ketika tim masih ditangani Gary Rowett, Romeny tampil 21 kali dan mencetak satu gol. Sementara pada era Matt Bloomfield, ia hanya bermain sembilan kali.
Adapun dua penampilan lainnya terjadi ketika Oxford dipimpin pelatih interim, Craig Short.
Hingga kini, belum diketahui berapa lama kontrak yang akan diberikan Oxford kepada Aaron Ramsey.
Namun, jika penunjukan ini terealisasi, perubahan di kursi pelatih diharapkan dapat memengaruhi komposisi dan kesempatan bermain Ole Romeny musim mendatang, sesuai kebutuhan tim menghadapi persaingan di League One.
Perubahan yang dilakukan Oxford United juga datang dalam momentum yang relatif cepat. Setelah memastikan diri turun ke League One, manajemen tampak ingin segera membenahi arah tim, termasuk dengan memulai proses mencari pelatih kepala yang dianggap paling pas untuk fase berikutnya.
Pada sisi lain, rangkaian informasi perekrutan Ramsey menunjukkan proses yang tidak hanya berhenti pada tahap wacana. Laporan menyebut Oxford berada di tahap akhir, serta Ramsey dilaporkan telah bertemu petinggi klub pada Senin malam waktu setempat, sebelum nantinya diperkenalkan secara resmi.
Bagi Aaron Ramsey, peluang menjadi pelatih kepala permanen membawa konsekuensi penting karena ini akan menjadi langkah penuh pertamanya setelah pengalaman sebagai pelatih interim. Sebelumnya, ia pernah memimpin Cardiff City di musim 2025-2026 untuk tiga pertandingan terakhir, dan jika terealisasi, jabatan di Oxford akan menjadi pekerjaan tetap yang pertama.
Ramsey juga disebut berpotensi melanjutkan pola pergantian pelatih yang cukup sering di Oxford. Dengan kemungkinan penunjukan ini, ia akan menjadi pelatih keenam dalam rentang tiga tahun terakhir, sehingga pergantian pendekatan kerja dan pengelolaan skuad kemungkinan akan kembali menjadi sorotan jelang musim.
Keterkaitan dengan Ole Romeny pun menjadi bagian yang menarik untuk dipantau. Meski sudah bergabung sejak Januari 2025, kesempatan bermainnya selama 1,5 musim masih terbatas, tercermin dari perbedaan jumlah penampilan pada masa Rowett, Bloomfield, dan era interim Craig Short. Jika perubahan kursi pelatih benar terjadi, Romeny berpeluang mendapatkan dinamika baru dalam komposisi tim dan peluang bermain pada musim mendatang, sambil menunggu kejelasan kontrak Ramsey.












