jurnalistik.co.id – Bruno Guimaraes menjalani debutnya bersama Arsenal dengan cara yang terasa meyakinkan, saat timnya bermain imbang 1-1 dalam laga persahabatan melawan Como di Emirates Stadium.
Proses masuknya sang gelandang baru ke skuat bahkan sempat menahan antusiasme penonton. Guimaraes berstatus sebagai rekrutan bernilai £75m dari Newcastle United, yang secara resmi diumumkan pada Sabtu, lalu diperkenalkan kepada pendukung sebelum Arsenal bertanding dalam laga persahabatan melawan Dortmund pada Minggu.
Pada laga kontra Como, pendukung Arsenal tiba di Emirates pada Rabu malam dengan harapan bisa melihat Guimaraes segera beraksi. Namun, ia baru benar-benar turun ke lapangan setelah jeda.
Babak pertama akhirnya berjalan sesuai skenario yang membuat permainan tetap hidup. Myles Lewis-Skelly, yang menjadi bagian dari materi awal laga, membuka keunggulan Arsenal pada paruh pertama.
Meski begitu, Como tidak menyerah. Tim lawan kemudian menyamakan kedudukan lewat gol dari Martin Baturina, yang disebut tampil dengan eksekusi sangat bagus sehingga membuat skor menjadi 1-1.
Guimaraes baru masuk setelah interval, dan momen itu langsung memantik respons stadion. Yel-yel nama “Bruno” terdengar mengelilingi arena ketika nomor 39 itu melangkah ke rumput, disusul sorakan setelah sentuhan pertamanya pada bola.
Gaya permainan yang selama ini dikenal sebagai sosok berintensitas tinggi dan penuh duel juga tampak sejak menit-menit awal. Ia melakukan satu tekel pemulihan untuk menghentikan serangan balik Como, sebelum kemudian mengalirkan bola kepada David Raya.
Gerak berantai dari penguasaan, pemulihan, hingga umpan tersebut mendapat sambutan yang terasa seperti sebuah gol. Di saat yang sama, muncul pula tanda-tanda awal adanya relasi permainan antara Guimaraes dan kapten Arsenal, Martin Odegaard.
Berita Terkait
Manajer Mikel Arteta sendiri merancang laga dengan komposisi yang bereksperimen. Pada awalnya, ia menurunkan lima lulusan akademi dalam starting XI. Akan tetapi, ketika pertandingan memasuki tanda satu jam, Arteta melakukan penyesuaian dengan memasukkan pemain-pemain yang bisa dianggap sebagai skuad terkuat yang tersedia, dengan pertimbangan laga Community Shield melawan Manchester City pada Minggu.
Dalam perubahan itu, posisi Guimaraes turut ikut tersusun ulang. Ia sempat bermain berdampingan dengan Lewis-Skelly, tetapi saat Lewis-Skelly ditarik dan Mikel Merino serta Odegaard masuk dari bangku cadangan, Guimaraes turun ke peran sebagai pemain terdalam di lini tengah Arsenal.
Setelah rangkaian pergantian tersebut, ritme pertandingan sempat melambat. Jeda minum di babak kedua dan efek perubahan komposisi membuat aliran laga tidak selalu stabil, meski beberapa peluang tetap muncul.
Kai Havertz, Noni Madueke, dan Cristhian Mosquera sama-sama mendapat kesempatan untuk menguji pertahanan Como menjelang akhir pertandingan. Upaya Arsenal juga mengarah pada ruang di belakang lini pertahanan lawan.
Guimaraes sendiri mencoba sebuah umpan chip ke area di belakang pertahanan Como, dan Havertz mampu menyelesaikannya. Namun, bendera offside akhirnya menghapus gol tersebut, sehingga eksekusi tetap tidak menjadi penentu pada skor akhir.
Meski begitu, pola umpan ke belakang pertahanan tersebut disebut dicoba lebih dari sekali. Setidaknya, usaha itu memberi sinyal kepada pendukung bahwa Guimaraes berpotensi membantu Arsenal menemukan alur serangan yang lebih cair seiring berjalannya musim.
Penting juga untuk ditempatkan dalam konteks yang tepat: laga ini bukan pertandingan yang semestinya langsung mengunci gambaran masa depan Guimaraes di London Utara. Tetapi, fakta bahwa ia bisa “settle in” dengan mulus menjadi alasan mengapa Arsenal rela membayar biaya besar untuk mendapatkan jasanya.
Usai peluit akhir, pertandingan dilanjutkan dengan adu penalti yang sudah disepakati sebelumnya. Pada momen tersebut, Guimaraes menjalankan tugasnya dengan percaya diri dan mencetak gol dari titik putih, sebuah hasil yang bisa menjadi tambahan dorongan menjelang laga kompetitif pertama Arsenal pada Minggu.












