jurnalistik.co.id – Manchester City masuk jeda internasional dengan atmosfer penuh sukacita setelah meraih 24 jam yang digambarkan sebagai sempurna di akhir pekan ini. Tim asuhan Enzo Maresca memaksimalkan hasil akhir pekan untuk menjaga momentum sekaligus memberi tekanan tambahan pada Arsenal.
Sabtu lalu, Arsenal yang berstatus juara mendapatkan pukulan telak ketika mereka ditundukkan Brighton dengan skor 3-0. Keesokan harinya, City menjawab dengan kemenangan 5-3 atas Sunderland di Etihad Stadium dalam laga yang berlangsung dramatis.
Maresca menyebut pertandingan melawan Sunderland sebagai ujian yang paling sulit sejauh ini sebelum laga Minggu. Baginya, hasil akhir menegaskan awal yang ideal untuk peran barunya di City, setelah ia menghadapi tugas berat menggantikan Pep Guardiola pada musim panas.
Tekanan publik terhadap Maresca sempat meningkat setelah Community Shield, saat City menelan kekalahan dari Mikel Arteta. Namun, respon berikutnya justru datang lewat rangkaian hasil positif yang mereka bangun dengan cara meyakinkan di semua kompetisi.
“To be honest, I prefer to win 1-0 than 5-3 but I expected a very difficult game,” kata Maresca. Ia juga menjelaskan bahwa Sunderland punya kualitas yang berbeda, terutama dalam cara mereka menekan saat City kehilangan bola dan memanfaatkan ragam opsi ketika bola sudah berada di kaki lawan.
“I knew how they good are, off the ball very aggressive and on the ball they have different weapons, set-pieces and [Brian] Brobbey.” Maresca menilai, meski laga terasa rumit, timnya tetap menemukan jalan untuk menang dan merasakan bahwa setiap pertandingan dalam tujuh laga resmi yang mereka jalani memiliki cerita yang berbeda-beda.
“I know it was a difficult game but [I’m] happy because we found a way to win the game and the good thing also is that these seven official games we played, they are all different, we experienced different things.” Ia menambahkan bahwa pengalaman dari laga sebelumnya juga menjadi bahan pelajaran, termasuk momen ketika City harus bermain dengan sepuluh pemain dan perjumpaan lain yang bahkan sempat tertinggal.
“In the last one with 10 men and today was a complicated one – the Bournemouth one we were losing 1-0 so also a chance to learn from the game.”
Hasil tersebut ikut menguatkan posisi City di klasemen. Mereka menjadi satu-satunya tim di empat divisi teratas Inggris yang mempertahankan rekor kemenangan 100% sekaligus melesat ke puncak dengan keunggulan tiga poin.
Maresca juga mencatatkan pencapaian yang jarang terjadi untuk manajer Liga Premier di klubnya. Ia menjadi manajer keenam yang memenangkan lima pertandingan pertamanya sebagai pelatih di Liga Premier setelah Carlo Ancelotti, Craig Shakespeare, Maurizio Sarri, dan Ole Gunnar Solskjaer—dengan nama lain yang juga identik ketika Guardiola memulai perjalanannya di City pada 2016.
Dari sisi permainan, City memperoleh banyak sinyal positif. Antoine Semenyo kembali tampil dalam performa terbaiknya dengan dua gol dan satu assist. Laga ini juga menampilkan kualitas dari Rayan Cherki, sementara Enzo Fernandez ikut menambah catatan dengan gol pertamanya untuk klub.
Di momen akhir, Erling Haaland melengkapi malam dengan golnya sehingga Sunderland masuk daftar tim yang sudah ia taklukkan di Premier League. Kini ia telah mencetak gol melawan seluruh 25 tim Premier League yang sudah ia hadapi.
Berita Terkait
Dengan rangkaian awal musim yang kuat ini, City secara otomatis memberi tekanan pada Arsenal sejak fase pembukaan. Arsenal memang sebelumnya digadang sebagai favorit berat untuk mempertahankan gelar, tetapi City mengambil alih panggung lewat konsistensi hasil.
Namun, cerita kemenangan tidak menutup kebutuhan evaluasi. Setelah jeda internasional tiga pekan, City menunggu ujian serius berikutnya ketika mereka menghadapi Liverpool yang belum terkalahkan pada hari Minggu tanggal 11 Oktober.
Charlie Adam menilai ini sebagai langkah awal yang brilian untuk City. Dalam siaran BBC Radio 5 Live, ia menyatakan, “A lot to work on but [positive] to score five goals at home and have shown that level of performance.” Ia juga menambahkan bahwa kondisi puncak klasemen memang bisa menjadi keuntungan saat Arsenal tergelincir.
“With Arsenal losing on Saturday, [City] could have gone into the break top of the table and they have done that today.”
Lebih jauh, ada perhatian yang muncul dari aspek kontrol permainan. Sebelum bertemu Sunderland, City baru kebobolan dua gol dalam empat pertandingan Liga Premier pertama. Akan tetapi, melawan Sunderland mereka akhirnya kebobolan tiga kali dalam tempo 90 menit, dan cara tim kehilangan kendali menjadi fokus evaluasi Maresca.
Dalam laga tersebut, Brobbey menjadi ancaman utama bagi City. Ia membuat Ruben Dias bekerja keras sepanjang pertandingan dan meraih pencapaian langka: mencetak hat-trick Premier League sekaligus tetap berakhir di pihak yang kalah. Brobbey pun menjadi pemain keenam yang mengalami statistik yang tidak diinginkan itu.
Sunderland juga memiliki peluang untuk mencetak lebih banyak. Tim asuhan Regis le Bris mencatat expected goals (xG) 4,25—tertinggi yang pernah dimiliki pihak tamu dalam catatan pertandingan Liga Premier di Etihad Stadium.
Maresca menyinggung soal gol yang dianggap terlalu mudah. Ia mengatakan, “I am always concerned, always trying to see what we can do better. For sure, two of the three goals we conceded were too easy.”
Ia melanjutkan evaluasi terkait asal gol kedua dan ketiga: “The second coming from a quick [Granit] Xhaka free-kick and that cannot happen. The third goal comes from another free-kick, too easy in that way.”
“We concede more chances but we scored five, created [more] and could score two or three more.”
Adam menilai Maresca tetap bisa merasa puas dengan jalannya musim sampai tahap ini, termasuk adaptasi para pemain baru dan perubahan yang City lakukan untuk menyesuaikan diri dengan gaya pelatihnya. Ia menyebut, “Maresca will be delighted in terms of how it has gone, the new players coming in and how he has adapted to being the Manchester City manager.”
Meski begitu, ia menggarisbawahi sisi yang perlu ditingkatkan. “In terms of things to improve on, they can’t go through a season playing like that, they need to be able to control spaces at times, instead of getting dragged everywhere man against man.”
Menurut Adam, kemenangan dan evaluasi yang menyertainya memberi rasa positif yang nyata. Ia menilai ini akan menjadi “real positive feeling” dan City bisa menjalani jeda internasional “with real pride”.












