Bisnis & Ekonomi

GOTO, DADA, dan MAXI Kembali ARB untuk Hari Ketiga Beruntun

×

GOTO, DADA, dan MAXI Kembali ARB untuk Hari Ketiga Beruntun

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Tiga Eks Saham Gocap ARB Lagi, Sudah Tiga Hari Beruntun - Market

jurnalistik.co.id – Saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO), PT Diamond Citra Propertindo Tbk (DADA), dan PT Maxindo Karya Anugerah Tbk (MAXI) kembali menyentuh Auto Reject Bawah (ARB). Ketiganya mencatat hari ketiga ARB berturut-turut setelah floor price Rp50 resmi dilepas oleh Bursa Efek Indonesia (BEI).

Pergerakan GOTO menjadi sorotan pada perdagangan terakhir, ketika saham bergerak masuk area ARB untuk sesi keempat hari beruntun setelah pelepasan floor price tersebut. Pada awal perdagangan hari Rabu (30/9/2026), saham GOTO sudah melemah dan terus berada pada tekanan jual.

GOTO terjerembab di zona ARB setelah kehilangan 5 poin atau turun 13,51% menjadi Rp32 per saham sejak pembukaan pagi hari itu. Di saat yang sama, nilai transaksi mulai melebar meski harga masih terkunci di level ARB.

Sepanjang perdagangan, nilai transaksi saham GOTO mencapai Rp25 miliar dengan frekuensi perdagangan 8.087 kali. Aktivitas tersebut terjadi bersamaan dengan adanya antrean jual yang masih terbilang deras, yaitu mencapai 590 juta lot pada posisi harga Rp32 per saham.

Berbeda dengan dinamika GOTO, saham DADA juga mengalami ARB tiga hari berturut-turut. Meski tetap terpantau pada level ARB, kekuatan antrean jual pada sesi ini tercatat lebih terkonsentrasi dibandingkan nilai transaksinya.

Di level ARB, antrean jual DADA tercatat mencapai 3,03 juta lot. Namun, nilai transaksi perdagangan saham DADA justru jauh lebih kecil, hanya sebesar Rp331 juta dengan frekuensi 1.106 kali.

Transaksi DADA tersebut terjadi pada harga Rp32 per saham yang menjadi batas pergerakan saat saham berada di zona ARB. Kondisi ini menggambarkan bahwa meski perdagangan berlangsung berulang, ukuran transaksi masih relatif terbatas dibandingkan GOTO.

Sementara itu, MAXI berada di harga terendah perdagangan siang hari pada level Rp32 per saham. Antrean jual MAXI saat berada di posisi ARB juga masih terlihat deras, mencapai 115 ribu lot pada harga Rp32 per saham.

Meski demikian, MAXI menunjukkan perbedaan dibanding GOTO dan DADA. Saham MAXI beberapa kali berhasil keluar dari posisi ARB, sehingga pola perdagangannya tidak sepenuhnya stagnan pada satu level.

Atas perubahan frekuensi keluarnya saham dari zona ARB tersebut, aktivitas perdagangan MAXI tercatat lebih ramai. Sepanjang hari, nilai transaksi MAXI mencapai Rp9,58 miliar dengan frekuensi perdagangan menyentuh 16.190 kali.

Catatan perdagangan ini sekaligus menegaskan perbedaan karakter pasar di antara ketiga saham. GOTO dan DADA lebih konsisten tertekan di area ARB, sementara MAXI sempat melewati batas tersebut sebelum kembali berada dalam tekanan jual.

Secara keseluruhan, ketiga saham itu kembali menyentuh ARB pada hari ketiga beruntun setelah floor price Rp50 dilepas BEI. Pada sesi yang sama, harga acuan Rp32 per saham menjadi titik tumpu utama ketika antrean jual masih menumpuk.

Bagi GOTO, angka antrean jual yang mencapai 590 juta lot pada Rp32 per saham menjadi penanda kuat besarnya dorongan jual selama saham berada di ARB. Untuk DADA, antrean jual 3,03 juta lot dengan nilai transaksi Rp331 juta memperlihatkan bahwa volume transaksi relatif lebih kecil namun tetap berada pada batas ARB.

Adapun MAXI, meski sempat terpantau pada posisi ARB dengan antrean jual 115 ribu lot, frekuensi perdagangan yang mencapai 16.190 kali menunjukkan adanya dinamika yang lebih sering berpindah dari dan menuju level ARB. Nilai transaksi Rp9,58 miliar turut mencerminkan bahwa meski harga sempat terkunci, arus transaksi tetap berlangsung aktif.

Dengan kondisi ini, tiga saham tersebut masih berada dalam fase pengamatan yang sama pada level batas perdagangan saat ARB berlaku. Pergerakan GOTO, DADA, dan MAXI pada sesi terakhir terus memperlihatkan bagaimana pelepasan floor price Rp50 dapat langsung berpengaruh pada aktivitas pasar di saham-saham gocap tersebut.