Bisnis & Ekonomi

Sepuluh Saham yang ‘Gendong’ IHSG ke Area Hijau, Ada BBRI

×

Sepuluh Saham yang ‘Gendong’ IHSG ke Area Hijau, Ada BBRI

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: 10 Saham Ini 'Gendong' IHSG ke Zona Hijau, Ada BBRI - Market

jurnalistik.co.id – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatat penguatan pada perdagangan Sesi I, Rabu (30/9/2026). Pada penutupan sesi tersebut, indeks naik 0,15% dan berada di level 6.130.

Sejak awal perdagangan, IHSG sudah menunjukkan kecenderungan menguat. Indeks dibuka di 6.118 dan sempat bergerak hingga menyentuh level tertinggi intraday 6.187.

Di sisi aktivitas pasar, transaksi selama Sesi I tercatat ramai. Total volume mencapai 19,78 miliar saham dengan nilai transaksi Rp6,46 triliun.

Frekuensi perdagangan juga tercatat tinggi pada periode ini. Terdapat 1,13 juta kali transaksi yang terjadi sepanjang Sesi I.

Komposisi pergerakan saham menggambarkan bahwa aktivitas beli mengimbangi tekanan jual. Sebanyak 413 saham mengalami kenaikan, sementara 252 saham melemah.

Di saat yang sama, ada 124 saham yang tidak mengalami perubahan pergerakan. Dengan demikian, mayoritas emiten berada pada kelompok yang bergerak ke arah berbeda-beda.

Penguatan IHSG pada Sesi I tidak lepas dari pergerakan saham-saham berkapitalisasi besar. Berdasarkan data yang dirujuk pada laporan, kenaikan indeks dipengaruhi langsung oleh sejumlah big caps yang mengangkat nilai kontribusi.

Penyumbang kenaikan IHSG

PT Ekamas Mora Republik Tbk (MORA) menjadi salah satu penopang utama pergerakan indeks. Kontribusi MORA terhadap IHSG tercatat sebesar 4,06 poin.

PT United Tractors Tbk (UNTR) turut memberi dukungan. Saham UNTR menyumbang 3,2 poin ke penguatan indeks.

PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) juga berada dalam daftar penyumbang. Kontribusi AMMN tercatat sebesar 2,96 poin.

Selain itu, PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) berkontribusi terhadap kenaikan IHSG. Nilai kontribusi BRMS disebut mencapai 2,24 poin.

PT Bayan Resources Tbk (BYAN) ikut menguatkan komposit. Kontribusi BYAN terhadap IHSG tercatat 2,04 poin.

PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) menjadi faktor berikutnya yang disebut menopang pergerakan indeks. Kontribusi INDF tercatat sebesar 1,71 poin.

PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) turut memperkuat arah pasar pada Sesi I. Saham BMRI menyumbang 1,64 poin.

PT Bumi Resources Tbk (BUMI) juga masuk dalam penyumbang kenaikan indeks. Kontribusi BUMI tercatat 1,47 poin.

PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) memberikan kontribusi lanjutan terhadap penguatan IHSG. Saham TPIA tercatat menyumbang 1,46 poin.

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) disebut berkontribusi pada penutupan Sesi I. Kontribusi BBRI tercatat sebesar 1,46 poin.

Secara keseluruhan, daftar kontribusi tersebut menggambarkan bagaimana kenaikan sejumlah emiten besar berperan dalam membawa IHSG ke area hijau pada perdagangan Sesi I. Pada saat yang sama, posisi IHSG berada di level 6.130 setelah menguat 0,15%.

Rentang pergerakan indeks yang terlihat sejak pembukaan hingga puncak intraday turut melengkapi gambaran sesi ini. IHSG bergerak dari 6.118 dan sempat mencapai 6.187 sebelum akhirnya ditutup di 6.130.

Berdasarkan data pasar yang tercantum, aktivitas transaksi yang tinggi dan banyaknya saham yang bergerak naik menjadi bagian dari dinamika Sesi I. Dengan volume 19,78 miliar saham dan nilai Rp6,46 triliun, perdagangan pada periode ini berjalan aktif.

Frekuensi 1,13 juta kali transaksi memperlihatkan adanya pertukaran kepemilikan yang intens sepanjang sesi. Situasi tersebut terlihat sejalan dengan pembagian 413 saham naik, 252 saham turun, dan 124 saham yang tidak bergerak.

Dengan demikian, penguatan IHSG pada penutupan Sesi I Rabu (30/9/2026) dapat ditelusuri dari kontribusi berbagai big caps yang disebut dalam laporan. Dari MORA hingga BBRI, kontribusi poin masing-masing emiten berkontribusi pada arah komposit yang menguat.