jurnalistik.co.id – Liverpool resmi menyelesaikan perekrutan penyerang sayap asal Prancis, Bradley Barcola, dari Paris St-Germain (PSG) dengan nilai yang dapat mencapai £123 juta.
Barcola didatangkan sebagai bagian dari pergerakan skuad musim panas Anfield, dan ia menandatangani kontrak berdurasi lima tahun untuk menjadi rekrutan kelima Liverpool pada jendela ini.
Kesepakatan transfer dan kontrak
PSG sebelumnya menilai Barcola sebesar £145 juta, sementara Liverpool membayarkan £106 juta di muka ditambah £17 juta dalam bentuk add-on yang berpotensi membuat totalnya naik hingga £123 juta.
Dalam proses tersebut, Liverpool juga menyertakan komponen yang berkaitan dengan kewajiban solidaritas PSG kepada Lyon—pembayaran itu merupakan bagian dari kesepakatan yang membawa Barcola ke Paris tiga tahun lalu.
Barcola menyatakan kegembiraannya atas kepindahan ini, “It took a long time but I’m really happy today to be able to play for Liverpool and all I want is to be on the pitch and be able to play,” ucapnya.
Ia menambahkan, “I hope to achieve very big things. First of all, winning the Premier League – it’s one of my biggest dreams in my life.”
Barcola menegaskan arah jangka panjangnya di klub, “It is to do that and to stay in this team in the long term – that’s why I signed a long contract – and I hope I can do it.”
Di Liverpool, pemain berusia 23 tahun tersebut akan mengenakan nomor punggung 29 dan terutama bermain di sisi kiri, meski ia juga dapat beroperasi di berbagai posisi lini depan.
Ia hadir untuk menambah kedalaman skuad Liverpool di era Andoni Iraola setelah Mohamed Salah pergi, sementara Hugo Ekitike menjalani absensi cedera jangka panjang, dan potensi penjualan Cody Gakpo masih menjadi faktor dinamika bursa.
Barcola mengikuti jejak rekrutan lain, yakni winger Victor Munoz serta para bek Jeremy Jacquet, Ronald Araujo, dan Ifeanyi Ndukwe.
Kontribusi musim terakhir dan perjalanan internasional
Pada musim sebelumnya, Barcola mencatatkan 13 gol dan tujuh assist dari 49 pertandingan di semua kompetisi bersama PSG.
Di level timnas, ia tampil di seluruh delapan laga Prancis pada Piala Dunia 2026, dengan tiga gol saat Les Bleus melaju hingga babak play-off perebutan tempat ketiga.
Berita Terkait
Barcola bergabung dengan PSG dari Lyon pada 2023 dengan nilai yang dilaporkan sebesar £38.5 juta, dan selama periode tersebut ia meraih tiga gelar Ligue 1, dua gelar Champions League, dua trofi Piala Prancis, serta kemenangan di UEFA Super Cup dan FIFA Intercontinental Cup.
Di Prancis, kiprahnya juga terlihat dari peran yang dibangun dalam skema klub, di mana ia menjadi salah satu pemain yang sanggup memaksimalkan ruang ketika tim melakukan serangan dari sisi sayap.
Profil permainan: “grasshopper” yang menangani rintangan
Menurut ulasan statistik, Barcola pada dasarnya adalah winger kiri yang membentuk permainannya dengan naluri khas penyerang tengah, meski ia sering tampil di sisi lapangan.
Ia pernah memainkan peran sebagai striker hingga usia 17 tahun, dan karakter pergerakannya serta pilihan tembakan pun ikut tercermin dari kebiasaan tersebut.
Musim lalu di Ligue 1, Barcola rata-rata melakukan 3.5 shots per 90 menit, membuatnya berada di kelompok pemain paling aktif dalam urusan tembakan, meski ia beroperasi dari area sayap.
Angka expected goals (xG) 9.83 yang ia kumpulkan menempatkannya pada persentil ke-95 di antara winger liga-liga top Eropa lima besar—artinya, hanya sekitar 5% winger melebar yang konsisten berada pada posisi lebih baik dalam urusan peluang mencetak gol.
Barcola mengubah peluang tersebut menjadi 11 gol liga, bahkan melampaui xG yang ia buat, dengan catatan tak ada pemain PSG atau winger Ligue 1 yang mencatat total xG lebih tinggi selama kampanye 2025-26.
Serangan Barcola juga terlihat dari cara ia menyerang bek, termasuk kemampuannya menghasilkan momen tembakan melalui aktivitas membawa bola yang berujung pada tembakan.
Ia tercatat sebagai satu-satunya pemain di seluruh liga top lima Eropa yang rata-rata lebih dari dua shot-ending carries per 90 menit, yakni 2.06, yang menunjukkan kecenderungannya mendorong lawan sebelum menciptakan peluang tembakan bagi dirinya sendiri.
Di area berbahaya, Barcola juga rata-rata melakukan 8.69 sentuhan di dalam kotak penalti lawan per 90 menit, angka yang menjadi peringkat ketujuh tertinggi dari lebih dari 1,500 pemain yang memenuhi syarat.
Peta tembakannya menggambarkan pemain yang menyerbu ruang-ruang berbahaya di area sentral, bukan sekadar mengandalkan upaya spekulatif dari jarak jauh.
Dalam konteks volume tembakan dan penciptaan peluang di Ligue 1, hanya Ousmane Dembele yang memiliki gabungan shot volume dengan chance creation lebih baik daripada Barcola.
Aspek kerja tanpa bola juga menjadi bagian dari alasan tim rekrutmen Liverpool mengaguminya, karena intensitas pressing dan usaha merebut penguasaan bola tercermin dalam angka.
Barcola menempati posisi kesembilan di liga-liga top lima Eropa untuk metrik possessions won di final third musim lalu, sebuah ukuran yang menyoroti pressing agresif dan intensitas yang selaras dengan tuntutan di bawah Andoni Iraola.












