Bisnis & Ekonomi

Strategy Inc. Pimpin Lagi Akumulasi Bitcoin, Borong Rp6,5 T Setelah Jeda 10 Minggu

×

Strategy Inc. Pimpin Lagi Akumulasi Bitcoin, Borong Rp6,5 T Setelah Jeda 10 Minggu

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Strategy Saylor Panaskan Mesin Pembelian Bitcoin, Borong Rp6,5 T - Teknologi

jurnalistik.co.id – Strategy Inc. kembali masuk ke pasar Bitcoin setelah jeda sekitar 10 minggu, menandai fase akumulasi baru yang dibarengi langkah pembiayaan dan penataan kas.

Pekan yang berakhir pada 30 Agustus menjadi periode pembelian terbaru perusahaan treasury Bitcoin yang dipimpin Michael Saylor. Berdasarkan laporan yang dirilis Senin, Strategy membeli token senilai US$369,7 juta atau setara Rp6,5 triliun.

Di saat yang sama, Strategy juga menyiapkan pendanaan untuk mendukung aktivitas itu. Perusahaan mengumpulkan US$602,8 juta melalui penjualan saham biasa dan menggunakan hasilnya untuk membiayai pembelian Bitcoin.

Selain penjualan saham biasa, Strategy juga melakukan pembelian kembali saham preferen senilai US$151,8 juta atau setara Rp2,69 triliun. Kombinasi langkah pembiayaan tersebut memperlihatkan upaya perusahaan menjaga kapasitas akumulasi tanpa harus menunggu arus kas sepenuhnya berasal dari aktivitas operasional.

Pergerakan terbaru ini terjadi ketika kondisi model pembiayaan Strategy telah membaik secara moderat. Pemulihan tersebut turut sejalan dengan dinamika harga Bitcoin yang kembali berada di level sekitar US$80.000, yang kemudian berdampak pada saham perusahaan.

Dalam laporan itu, disebutkan bahwa kembalinya harga Bitcoin ke kisaran tersebut membantu mengangkat harga saham Strategy. Dampaknya, nilai kapitalisasi pasar perusahaan bergerak lebih dekat ke nilai kepemilikan Bitcoin yang dimiliki.

Hingga saat ini, Strategy memegang sekitar US$73 miliar dalam bentuk Bitcoin. Dengan posisi aset tersebut, setiap gelombang akumulasi yang baru umumnya dilihat pasar sebagai langkah untuk mempertebal landasan aset yang menjadi ciri bisnis perusahaan.

Penataan kas dan ruang untuk pembayaran

Strategy juga merestrukturisasi neraca keuangannya melalui pembentukan cadangan kas terpisah. Langkah ini dilakukan di samping cadangan yang sudah ada, sehingga memberi fleksibilitas tambahan bagi manajemen dalam memenuhi pembayaran dividen saham preferen, pembayaran utang, dan kebutuhan korporasi lain.

Jumlah cadangan kas baru itu disebut masing-masing sebesar US$5,1 miliar dan US$1,61 miliar. Dengan pemisahan cadangan, perusahaan dapat mengelola kewajiban serta menjaga kesinambungan kebijakan keuangan pada periode berikutnya.

Di tengah rangkaian pembaruan tersebut, Michael Saylor juga menyampaikan isyarat yang selaras dengan aktivitas pembelian. Ia menulis “We’re ₿ack.” pada 30 Agustus 2026, merujuk pada kembalinya Strategy ke siklus akumulasi.

Masuknya kembali Strategy ke pasar Bitcoin setelah jeda ini sekaligus menegaskan pola yang sempat membuat perusahaan dikenal luas. Ketika sentimen kripto melemah dan pasar bearish menekan harga saham, Strategy sebelumnya mengalami tekanan pada kepercayaan terhadap model pembiayaannya dan kemudian menjalani perombakan neraca.

Kini, kombinasi pembelian Bitcoin, penyiapan pendanaan dari penjualan saham biasa, serta pembentukan cadangan kas terpisah menggambarkan upaya perusahaan untuk kembali menyalakan “mesin pembelian” dengan kerangka keuangan yang lebih tertata.

Dengan nilai pembelian terbaru US$369,7 juta, transaksi itu menjadi bagian dari kelanjutan strategi perusahaan untuk memperbesar eksposur ke Bitcoin. Sementara itu, langkah pengumpulan dana hingga US$602,8 juta dan pembelian kembali saham preferen senilai US$151,8 juta menunjukkan bahwa perusahaan menata sumber pembiayaan secara bertahap sesuai kebutuhan.

Langkah-langkah tersebut memperlihatkan bahwa Strategy tidak hanya berfokus pada timing harga Bitcoin, tetapi juga pada cara perusahaan menjaga kemampuan memenuhi kewajiban di periode yang berjalan. Ketika model pembiayaan disebut membaik secara moderat dan saham merespons kenaikan harga aset, perusahaan kembali memperoleh momentum untuk melanjutkan akumulasi.

Bagi investor, fase terbaru ini menjadi sinyal penting terkait kelanjutan strategi Strategy dalam mempertebal kepemilikan Bitcoin, sekaligus menjadi pengingat bahwa aktivitas korporasi seperti penjualan saham, pembelian kembali preferen, dan rekonstruksi cadangan kas akan terus menjadi bagian dari ekosistem akumulasi tersebut.