jurnalistik.co.id – Cincinnati Open kembali menghadirkan kejutan, baik di sektor unggulan maupun dalam laga-laga yang sarat tuntutan fisik. Arthur Fery meraih kemenangan melalui permainan di momen-momen kunci, sementara Novak Djokovic harus mengakhiri kampanye lebih cepat setelah kalah mengejutkan di tengah panas dan kelembapan.
Arthur Fery mengunci kemenangan dan melaju ke babak berikutnya
Arthur Fery tampil percaya diri saat bertemu Jack Duckworth di Cincinnati Open, sekaligus menjadi pengingat bahwa momentum bisa datang dari cara mengatasi tekanan sejak reli-reli awal. Ini merupakan pertandingan pertamanya sejak perjalanan mengejutkannya di Wimbledon bulan lalu, ketika ia mampu melaju sampai semifinal.
Di Ohio, Fery—yang kini menempati ranking dunia tertinggi sepanjang kariernya di posisi 36—berhasil menang dengan skor 6-4 2-6 7-6 (7-4) dalam durasi 2 jam 34 menit. Kemenangan tersebut turut menegaskan ritme permainan yang terus mengeras setelah performa terbaiknya di musim ini.
Fery datang ke turnamen dengan status wildcard untuk grand slam kandang, mengingat sebelum Wimbledon ia berada di peringkat 114 dunia. Ia juga tidak pernah menembus babak kedua di grand slam sebelumnya, namun di turnamen itu ia justru mencapai semifinal sebelum akhirnya kalah dari Alexander Zverev.
Setelah Wimbledon, Fery sempat mengambil waktu off, lalu melanjutkan fase persiapan melalui blok latihan di National Tennis Centre di Roehampton. Di Cincinnati, ia menjadi unggulan ke-32 dan hanya menjalani Masters 1000 keduanya pada musim ini.
Kemenangan atas Duckworth membuat Fery siap menghadapi ujian berikutnya saat ia akan berjumpa dengan Alex de Minaur. De Minaur berstatus unggulan kelima dari Australia, sehingga pertandingan berikutnya berpotensi menghadirkan tensi tak kalah tinggi.
Performa para pemain Inggris juga turut menjadi sorotan. Cameron Norrie harus tersingkir setelah kalah 6-3 3-6 3-6 dari Zverev yang berstatus unggulan teratas dari Jerman.
Djokovic tersungkur karena panas, Tirante mencuri kemenangan besar
Berita Terkait
- Amy Hunt Raih Emas Ketiga dalam 6 Hari saat Inggris Kuasai 4x100m Putri; Dina Asher-Smith Catat Rekor
- UFC 330: Islam Makhachev Tumbangkan Ian Machado Garry dengan Keputusan Bulat, Pecahkan Rekor Kemenangan Beruntun
- Upacara Medali Kejuaraan Atletik Eropa di Birmingham Ditunda Setelah Penangkapan Dugaan Penipuan
Di bagian lain turnamen, Novak Djokovic menghadapi kondisi cuaca yang tidak bersahabat. Petenis peringkat dunia nomor lima itu kesulitan menghadapi panas dan kelembapan sebelum akhirnya kalah mengejutkan dari Thiago Tirante, petenis asal Argentina yang berada di peringkat 50 dunia.
Djokovic, yang merupakan juara 24 kali Grand Slam, terlihat tidak dalam kendali fisik saat match memasuki fase-fase krusial. Ia sempat merosot hingga berlutut dan merangkak, lalu mengambil medical timeout pada set kedua sebelum pada akhirnya menyerah dengan skor 2-6 6-4 6-4.
Djokovic mengungkap perasaannya setelah pertandingan, “It was not an enjoyable match for me, for sure,” ucapnya. Ia menambahkan, “The way I felt. Not the first and I guess not the last time, but it is what it is.”
Kekalahan ini sekaligus menandai penampilan perdana Djokovic di Cincinnati sejak ia kalah dari Jannik Sinner pada semifinal Wimbledon bulan Juli. Sebelumnya, Djokovic tidak pernah gagal mencapai minimal babak 32 besar di turnamen Ohio, sejak debutnya pada tahun 2005.
Namun, kendati sempat mengambil set pertama, permainan Djokovic mulai melemah setelah ia menangkan game ketiga berdurasi 18 menit pada set kedua. Pada titik itu, ia tampak seperti mengalami mual, bahkan seperti muntah dua kali, sehingga bantuan medis harus dikerahkan di lapangan.
Tim medis kemudian memberikan penanganan melalui physio dan dokter. Setelah set kedua usai, kedua pemain kembali menuju ruang ganti, sebelum laga dilanjutkan pada bagian ketiga.
Ketika pertandingan kembali bergulir, Djokovic kehilangan servis pada game kesembilan set ketiga. Dari momen tersebut, Tirante mampu menjaga ritme dan memastikan kemenangan hingga pertandingan selesai.
Djokovic menyatakan bahwa ia sedang menangani kondisi kesehatan yang sudah mengganggu dalam beberapa tahun terakhir. Ia menjelaskan, “It’s just a condition that I have, health wise, that has been bothering me for the past couple of years,” lalu menambahkan, “[It causes] a lot of issues, especially when it is humid and it is hot.”
Bagi Tirante, kemenangan itu bukan sekadar catatan angka, melainkan momen yang sangat berarti secara mental. Ia menyebut hasil tersebut sebagai “best win of my career,” dan menambahkan, “I managed the nerves of playing a legend like Novak. It was all so much pressure.”
Dengan tersingkirnya Djokovic, Cincinnati Open kini memasuki fase baru yang menuntut adaptasi cepat terhadap faktor-faktor di luar kendali, terutama saat cuaca menjadi bagian dari tantangan. Di saat yang sama, Fery menunjukkan bahwa konsistensi dan keberanian mengubah peluang menjadi hasil, saat ia menunggu undian berikutnya melawan Alex de Minaur.












