Peristiwa

Irjen Pol Widodo Pimpin Renungan Suci di TMP Pentadio Barat

×

Irjen Pol Widodo Pimpin Renungan Suci di TMP Pentadio Barat

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Kapolda Gorontalo Jadi Inspektur Upacara Di Renungan Suci Taman Makam Pahlawan‎

jurnalistik.co.id – Pada Sabtu, 16 Agustus 2026, rangkaian renungan suci digelar di Taman Makam Pahlawan Pentadio Barat dengan suasana yang sarat penghormatan. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya mengenang jasa para pahlawan yang telah berjuang demi kemerdekaan serta keamanan negara.

Dalam pelaksanaan tersebut, Irjen Pol Drs. Widodo SH.,MH bertindak sebagai inspektur upacara. Kehadiran beliau memimpin jalannya kegiatan yang berlangsung dengan penuh khidmat, di tengah lingkungan TMP yang menjadi tempat peristirahatan terakhir para pahlawan.

Taman Makam Pahlawan Pentadio Barat dihadirkan sebagai saksi bisu sejarah panjang perjuangan bangsa. Melalui renungan suci, para peserta diajak untuk meneguhkan ingatan kolektif mengenai pengorbanan yang telah diberikan demi kelangsungan kemerdekaan dan keselamatan negara.

Acara itu diikuti oleh perwira militer serta anggota kepolisian yang turut berkumpul untuk mengenang kembali nilai-nilai kepahlawanan. Kebersamaan mereka menunjukkan bahwa penghormatan kepada para pendahulu tidak hanya menjadi seremonial, tetapi juga pengingat akan tanggung jawab menjaga persatuan.

Secara khusus, seluruh peserta melakukan upacara penyalaan adat sebagai bentuk penghormatan. Setelah rangkaian penyalaan adat berlangsung, peserta melaksanakan doa bersama untuk merawat makna spiritual dan penghargaan yang terkandung dalam renungan suci.

Kabid Humas Polda Gorontalo, Kombes Pol Marupa Sagala SH.,MH, menegaskan pentingnya merawat nilai-nilai kepahlawanan serta semangat kebersamaan. Ia juga mengingatkan agar generasi muda terus menghargai jasa-jasa para pahlawan dan menjadikan mereka sebagai inspirasi dalam berjuang untuk masa depan yang lebih baik.

Dalam kesempatan tersebut, Kombes Pol Marupa Sagala menyampaikan, “Suasana hening dan khidmat mengisi taman makam ini, mengingatkan kita semua akan pentingnya mengenang sejarah dan menjaga persatuan dalam keberagaman, ” ujarnya. Pernyataan itu menekankan bahwa kenangan terhadap sejarah seharusnya mendorong sikap saling menghargai di tengah perbedaan.

Ia juga menegaskan bahwa renungan suci memiliki makna penting untuk memelihara dan merayakan warisan para pahlawan. Melalui kegiatan seperti ini, semangat yang dibawa para pendahulu diupayakan tetap hadir dalam kehidupan masyarakat dari waktu ke waktu.

Lebih lanjut, ia menambahkan, “Semangat patriotisme dan penghargaan terhadap mereka harus terus hidup dalam setiap generasi, menjadikan Indonesia negara yang kuat dan bersatu,” pungkasnya. Dengan demikian, renungan suci tidak berhenti pada penghormatan hari itu saja, melainkan menjadi dorongan agar nilai patriotisme tetap dijaga dan diwariskan.

Keseluruhan rangkaian renungan suci di Taman Makam Pahlawan Pentadio Barat menjadi momentum yang bermakna dalam memperkuat rasa hormat dan komitmen kebangsaan. Melalui khidmatnya doa bersama, serta peneguhan kembali pesan kepahlawanan, kegiatan ini mengajak seluruh peserta untuk terus menjaga persatuan dan keteguhan dalam keberagaman.

Rangkaian kegiatan renungan suci tersebut juga menegaskan bahwa penghormatan kepada para pahlawan dapat dirasakan melalui setiap tahapan yang dijalankan dengan tertib. Seusai penyalaan adat, seluruh peserta berada pada suasana refleksi yang sama, sehingga pesan kebersamaan tersampaikan secara utuh.

Di sepanjang pelaksanaan, kehadiran unsur aparat negara menjadi penguat bahwa nilai kepahlawanan tidak hanya dikenang, tetapi juga dipraktikkan dalam sikap yang saling menghormati. Kebersamaan perwira militer dan anggota kepolisian turut menunjukkan komitmen menjaga persatuan sebagai landasan hidup bermasyarakat.

Melalui penuturan dan penekanan dari Kombes Pol Marupa Sagala, kegiatan ini kembali mengingatkan bahwa semangat patriotisme harus terus menjadi pegangan generasi penerus. Dengan menempatkan sejarah sebagai cermin, peserta diarahkan untuk mempertahankan keberagaman dalam persatuan, sekaligus menjadikan penghargaan kepada pahlawan sebagai inspirasi perjuangan.