Olahraga

Clearlake Kuasai Penuh Chelsea setelah Boehly, Walter, dan Wyss Lepas Saham

×

Clearlake Kuasai Penuh Chelsea setelah Boehly, Walter, dan Wyss Lepas Saham

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Chelsea: Clearlake Capital acquires full control as Todd Boehly, Mark Walter and Hansjorg Wyss sell stakes

jurnalistik.co.id – Clearlake Capital kini memegang kendali penuh atas Chelsea setelah Todd Boehly, Mark Walter, dan Hansjorg Wyss melepas saham mereka di klub. Perubahan komposisi kepemilikan itu membuat Clearlake yang sebelumnya menguasai 61,5% “mencapai” 100% kepemilikan.

Böehly dan Walter, yang sama-sama menjabat sebagai ketua dan direktur klub, menjual saham mereka kepada pemilik mayoritas tersebut. Wyss, miliarder asal Swiss, juga melakukan hal yang sama, sehingga kendali klub beralih sepenuhnya.

Ketiga pihak yang dilepas sahamnya masing-masing memiliki 12,8% saham Chelsea. Setelah transaksi itu selesai, Clearlake—yang dipimpin co-founder Behdad Eghbali dan Jose E. Feliciano—mengambil alih kendali penuh.

Dengan posisi kepemilikan yang kini menyentuh angka 100%, langkah ini menegaskan berakhirnya struktur kepemilikan sebelumnya yang lebih terfragmentasi. Clearlake yang semula menjadi pemilik dominan lewat 61,5% kemudian melengkapi kontrol penuh setelah penjualan saham dari tiga tokoh tersebut.

Böehly mengakhiri perannya sebagai ketua

Todd Böehly disebut akan meninggalkan perannya sebagai chairman. Ia menjalankan jabatan tersebut sejak 2022, ketika sebuah konsorsium membeli Chelsea.

Kesepakatan pembelian pada 2022 dilakukan dengan nilai £2,3bn dari Roman Abramovich. Saat itu, Abramovich mengalami sanksi dari pemerintah Inggris pada Maret 2022, terkait dugaan keterkaitan dengan Presiden Rusia Vladimir Putin—yang dibantah oleh Abramovich.

Dalam pernyataannya, Böehly menekankan bahwa ia merasa terhormat dapat memimpin Chelsea. Ia menyampaikan, “I would like to thank the many who helped secure a bright future for the club, including the English Premier League, the coaches and players, the talented leadership and staff at Chelsea , and the legions of dedicated fans,”.

Böehly juga menilai kemitraannya dengan Clearlake dan kelompok pemilik yang lebih luas selama periode kepemilikan tersebut. Ia menambahkan, “I have valued my partnership with Clearlake and the wider ownership group, and the collective decisions and investment we have made to support the immediate and long-term success of the club. I am confident that Chelsea is well positioned for continued success under Clearlake’s leadership.”

Awal pembicaraan dipicu retakan dalam kubu kepemilikan

Proses penjualan saham ini tidak terjadi secara instan. BBC Sport melaporkan pada bulan Agustus bahwa Böehly dan Walter tengah menjajaki kemungkinan untuk melepas saham mereka.

Menurut laporan dari sejumlah sumber, pembicaraan mulai mengemuka di dalam kelompok kepemilikan Chelsea setelah adanya “rift”. Retakan itu pertama kali tampak pada 2024, dan kemudian mendorong kedua belah pihak untuk mempertimbangkan skenario saling mengambil alih.

Dalam konteks itu, Clearlake yang sejak awal sudah menjadi pemilik mayoritas kemudian memegang peluang untuk menyelesaikan konsolidasi kendali melalui akuisisi sisa saham yang dimiliki Böehly, Walter, dan Wyss.

Di luar urusan Chelsea, Böehly juga diketahui menjadi co-owner dari franchise bisbol Los Angeles Dodgers. Informasi tersebut menjadi bagian dari profilnya sebagai figur yang selama ini merangkap peran di dunia olahraga.

Perubahan komposisi kepemilikan menjadi “kendali penuh”

Sebelumnya, Clearlake tercatat memiliki 61,5% saham Chelsea, sementara Böehly dan Walter masing-masing memegang 12,8%. Wyss juga memiliki porsi yang sama, yaitu 12,8%, sehingga total seluruh porsi non-Clearlake berada pada tiga pemegang saham tersebut.

Setelah penjualan dilakukan, angka kepemilikan Clearlake berubah dari 61,5% menjadi 100%. Artinya, tidak ada lagi pemegang saham lain yang tersisa dengan porsi kepemilikan setara yang sebelumnya memengaruhi pembagian kendali.

Pemimpin yang disebut memimpin Clearlake juga mengalami penegasan lewat mandat kendali penuh tersebut. Behdad Eghbali dan Jose E. Feliciano kini menjadi pihak yang memimpin klub dalam status kepemilikan penuh.

Dengan adanya langkah ini, Chelsea memasuki fase baru dalam struktur kepemilikan. Böehly dipastikan akan meninggalkan perannya sebagai chairman, sedangkan Clearlake kini menempati posisi sentral dalam pengambilan keputusan.

Perubahan kepemilikan tersebut juga membawa pesan bahwa proses “pelepasan” saham dari tiga tokoh kunci Chelsea telah berujung pada konsolidasi kendali yang lebih sederhana di bawah Clearlake. “More to follow.”