jurnalistik.co.id – Birmingham — European Broadcasting Union (EBU) menerapkan pedoman baru untuk pengambilan gambar siaran televisi yang lebih menghormati atlet perempuan pada Kejuaraan Atletik Eropa. Aturan ini mulai digunakan untuk pertama kalinya di ajang yang digelar di Alexander Stadium, Senin pagi.
Pedoman tersebut disusun setelah diskusi dengan para atlet perempuan agar tayangan tidak menonjolkan sisi yang berpotensi “menseksualisasi” momen olahraga melalui sudut kamera yang tidak diperlukan. EBU menyebut tujuan utamanya adalah memastikan liputan tetap berfokus pada performa, bukan pada framing yang dapat merendahkan martabat atlet.
Dalam proses penerapannya, EBU menekankan bahwa variasi kebutuhan liputan tidak lantas memberi pembenaran bagi pengambilan gambar yang bisa menghasilkan görüntan kompromitatif. Salah satu contoh yang disebut adalah penggunaan sudut kamera rendah dari posisi di bawah atlet pada nomor seperti lompat tinggi maupun lompat galah, karena sudut semacam itu dinilai memiliki peluang besar menampilkan gambar yang tidak semestinya.
Pedoman yang diumumkan bulan lalu ini berisi arahan “positif” dan “negatif” untuk berbagai skenario selama siaran langsung. Dengan kata lain, kru siaran didorong untuk menyesuaikan angle pengambilan gambar agar tetap informatif secara teknis, tanpa menciptakan visual yang berjarak dari konteks kompetisi.
Atlet asal Inggris, Molly Caudery—juara dunia dalam nomor indoor untuk dua kali—menyatakan perubahan tersebut tidak bersifat kontroversial. Ia mengatakan, “It’s not controversial, it’s a very sensible decision. It is a positive guidance and change. “I have experienced it. For this to change for up-and-coming athletes is such a positive change. “In pole vault, there are so many angles you can film from, so just taking one out is not going to be an issue. “It will hopefully lead to everyone just focusing on performance.”
Caudery juga menegaskan bahwa pada lompat galah terdapat banyak pilihan sudut yang tetap mampu menampilkan ritme dan teknik atlet. Karena itu, pengurangan satu jenis angle dinilai tidak akan mengganggu kualitas siaran, sekaligus memperkecil kemungkinan munculnya tayangan yang tidak beradab.
EBU menyusun aturan itu bersama atlet, termasuk mantan pelempar galah asal Inggris Holly Bradshaw, pelompat jauh Serbia Ivana Spanovic, serta pelompat tinggi Kroasia Blanka Vlasic. Salah satu masukan penting datang dari Hannah England, atlet jarak menengah yang terlibat dalam pengembangan pedoman, terutama untuk menjawab dampak gambar yang beredar di internet.
Berita Terkait
England menilai problem utamanya bukan sekadar tampilan di arena, melainkan bagaimana materi kompetisi bisa dipotret ulang dan dipotong sedemikian rupa sehingga menonjolkan posisi yang tidak pantas. Ia menyampaikan, “To be blunt, if you go on the internet and search certain athletes, you get bombarded with clips of them competing in compromising positions. That’s just not OK.” Ia melanjutkan, “It is hard to broadcast athletics. You could be on a safe shot of an athlete and they then need to tie their shoe or pick up a piece of equipment, and you can’t anticipate that. “You can’t hold people to a super-high standard in an environment that’s impossible to police, so I think guidelines are 100% the way to go.”
Di sisi lain, Bradshaw—peraih medali perunggu Olimpiade untuk Inggris—mengangkat pengalaman pelecehan di media sosial dan kemunculan video yang dinilainya tidak layak. Menurutnya, cara olahraga ditampilkan dalam siaran dapat menjadi sangat kuat, tetapi juga bisa berbahaya bagi atlet perempuan maupun penonton perempuan dan anak perempuan.
Ia mengatakan, “How our sport is displayed during live broadcast can be incredibly powerful, yet sometimes harmful to the women competing and the women [and] girls watching,” sebelum menambahkan, “I first-hand have received social media abuse and witnessed inappropriate videos online of myself and colleagues when slow-motion content of us competing is captured.” Bradshaw juga menyoroti bahwa dalam situasi kompetitif, beberapa atlet dapat teralihkan oleh kamera. “Many athletes, myself included have been in competitive scenarios where they are more focused on the cameras instead of their own performance. “On too many occasions cameras are zoomed in, showing super slow-motion action replays of athletes in undignified positions.”
Ivana Spanovic turut menilai dampak angle yang tidak tepat bukan hanya soal ketidaknyamanan sesaat saat pertandingan berlangsung. Ia menyebut bahwa beberapa jenis pengambilan gambar dapat membawa efek jangka panjang terhadap kesehatan mental atlet. Pernyataannya dalam pedoman tersebut menyatakan bahwa sudut tertentu dapat menimbulkan “serious long-term effects on an athlete’s mental health”.
EBU juga menegaskan bahwa isu ini masih merupakan perhatian besar dalam tayangan olahraga. Glen Killane, direktur eksekutif EBU Sport, menyatakan “The sexualisation of women athletes through selective camera angles and editing choices continues to be a significant concern across many sports broadcasts.” Ia menambahkan, “Lingering shots on bodies, low-angle cameras that capture revealing views, and excessive slow-motion replays that serve no technical or storytelling purpose are among the issues observed in the media coverage of women’s athletics competitions today.”
EBU mengingatkan bahwa pedoman ini muncul sebagai upaya sistematis, bukan reaksi sesaat terhadap satu peristiwa. BBC, yang merupakan mitra EBU, menyediakan liputan ajang olahraga untuk 57 negara dan menjangkau audiens lebih dari satu miliar penonton. Namun, EBU juga menyebut bahwa Diamond League—yang juga disiarkan BBC—tidak melalui mekanisme EBU, sehingga penerapan pedoman tidak selalu otomatis berlaku pada semua tayangan.
Penerapan pertama di Kejuaraan Atletik Eropa ini menjadi semacam uji nyata bagaimana pedoman dapat diterjemahkan ke praktik siaran langsung. Dengan arahan yang lebih jelas mengenai sudut “positif” dan “negatif”, EBU berharap liputan atlet perempuan tetap menonjolkan prestasi sekaligus mengurangi kemungkinan gambar yang dapat merugikan atau mempermalukan atlet saat berada di panggung kompetisi.









