Olahraga

Amy Hunt: Iklan Sydney Sweeney dinilai bisa jadi penghalang bagi perempuan muda di olahraga

×

Amy Hunt: Iklan Sydney Sweeney dinilai bisa jadi penghalang bagi perempuan muda di olahraga

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Sydney Sweeney: Amy Hunt says advert is barrier to girls in sport

jurnalistik.co.id – Sprinter Inggris, Amy Hunt, menilai iklan kontroversial yang menampilkan Sydney Sweeney berpotensi menjadi “penghalang” bagi gadis-gadis muda untuk ikut berolahraga. Menurut Hunt, pesan iklan seperti itu tidak sejalan dengan upaya menumbuhkan ketertarikan anak muda pada olahraga.

Hunt menyampaikan kekhawatiran tersebut setelah tampil dalam lomba 200 meter pada Ultimate Championship di Budapest, Minggu. Ia mencatat waktu terbaik semusim 22,10 detik untuk final, lalu menyatakan pandangannya tentang makna perempuan dalam olahraga.

“This is what women in sport look like,” kata Hunt, seperti dikutip dalam pemberitaan yang sama. Pernyataan itu muncul di tengah perdebatan publik terkait materi promosi dari perusahaan taruhan olahraga yang menampilkan Sydney Sweeney.

Iklan tersebut memperlihatkan aktris Amerika itu tampil tanpa busana namun menutup beberapa bagian tubuh menggunakan berbagai perlengkapan olahraga. Bagi Hunt, cara penyajian seperti itu dapat menggeser fokus olahraga dari kemampuan tubuh ke penampilan.

Perempuan muda dinilai perlu contoh bahwa olahraga soal kemampuan

Atlet berusia 24 tahun tersebut menegaskan bahwa ketika olahraga ingin menarik minat anak muda—terutama remaja putri—maka contoh yang ditampilkan semestinya berbicara tentang apa yang bisa dilakukan tubuh. Ia menyebut bahwa pesan yang menonjolkan tubuh dan penampilan berisiko menghalangi partisipasi.

Hunt mengatakan, ia berharap pesan yang disampaikan mampu menunjukkan bahwa olahraga berkaitan dengan kemampuan, bukan semata-mata bagaimana rupa seseorang terlihat. Ia menambahkan bahwa ketika menyimak data mengenai banyaknya anak perempuan yang berhenti berolahraga, tidak seharusnya ada hambatan tambahan yang dipasang.

Ia merujuk pada angka bahwa 64% remaja putri berhenti berolahraga dan berpartisipasi dalam olahraga sebelum menginjak usia 16 tahun. “When we’re trying to provide role models for young people and young women in sport, we really want to show that it’s about what your body can do, not so much what it looks like,” ujarnya.

Dengan latar angka itu, Hunt menilai iklan semacam penggambaran tersebut tidak diperlukan. Ia menegaskan bahwa tidak ada alasan untuk “menempatkan penghalang” bagi anak muda agar tetap memperoleh kesempatan dan dorongan agar berolahraga, apapun bentuknya.

Ia menekankan bahwa olahraga tidak harus dimaknai secara sempit hanya untuk jalur profesional. Dalam pandangannya, berolahraga bisa berarti ikut kegiatan terstruktur maupun memilih turun lari atau berjalan bersama teman.

“we don’t need to place any kind of barrier whatsoever in their way in terms of providing the opportunity and the empowerment for them to still exercise, whatever that looks like – professional or kind of just going to do a Parkrun with your friends,” kata Hunt. Ia menambahkan bahwa inti pesannya adalah membangun rasa percaya diri agar remaja putri tidak dibayangi kekhawatiran terkait penampilan.

Menurut Hunt, pemberdayaan seharusnya membuat anak muda berani keluar dan bergerak tanpa merasa perlu khawatir dengan apa yang mereka lihat atau apa yang mereka kenakan. “So it’s about empowering young girls and young women and young people to show that you really can just get out there, and you don’t have to worry what you look like. You don’t have to worry about what you’re wearing,” tegasnya.

Musim terbaik dan pengalaman langsung menghadapi kenyataan olahraga

Hunt juga mengaitkan sikapnya dengan perjalanan musim yang sedang ia jalani. Ia menyebut bahwa ia mengalami terobosan di tahun ini, termasuk meraih empat medali emas di Kejuaraan Eropa yang berlangsung di Birmingham bulan lalu.

Dalam wawancara itu, ia tidak menutup fakta bahwa olahraga berisi bagian-bagian yang tidak selalu “indah” saat dijalani. Ia menggambarkan bahwa selama latihan ia kerap mengalami kondisi kurang nyaman, seperti mual selama sesi, atau sampai menitikkan air mata ketika sesuatu tidak berjalan sesuai rencana.

Ia menyatakan, “sport is not pretty,” sekaligus menggambarkan proses latihan yang sesungguhnya. Bagi Hunt, pengalaman tersebut justru memperkuat argumennya bahwa olahraga bukan ajang pencitraan, melainkan kerja keras yang nyata.

Respons publik dinilai lebih besar daripada kontroversinya

Selain mengkritik pesan iklannya, Hunt juga mengatakan bahwa respons publik justru melampaui kontroversi itu sendiri. Ia menilai reaksi yang muncul lebih banyak memuat hal positif dibanding perdebatan awal.

“The reaction has almost outweighed the moment because the first thing I saw was all of the positive compilations of women in sport,” tuturnya. Pernyataan itu menunjukkan bahwa, meski iklan memicu perbincangan, sorotan yang kemudian muncul lebih menegaskan representasi perempuan dalam olahraga.

Dengan demikian, Hunt memosisikan perdebatan bukan sebagai akhir dari diskusi, melainkan sebagai pengingat bahwa olahraga seharusnya memberi ruang bagi perempuan muda untuk merasa berhak hadir, berani mencoba, dan tetap menikmati aktivitas fisik tanpa beban menilai diri dari tampilan.

Melalui kritiknya terhadap iklan yang membidik penonton lewat sosok selebritas, Hunt menegaskan kembali satu pesan: olahraga layak dipresentasikan sebagai sesuatu yang memberdayakan. Bukan lewat penghalang yang membuat anak muda ragu apakah mereka cukup “sesuai”, tetapi lewat dukungan agar mereka tetap bergerak, kapan pun dan dalam bentuk apa pun.