Olahraga

Frenkie De Jong Kembali Menolak Operasi, Barcelona Makin Kesal

×

Frenkie De Jong Kembali Menolak Operasi, Barcelona Makin Kesal

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Frenkie De Jong Lagi-Lagi Tolak Operasi, Barcelona Makin Frustrasi

jurnalistik.co.id – Frenkie De Jong kembali disebut menolak tindakan operasi untuk cedera lutut yang ia alami setelah tampil di Piala Dunia 2026. Kondisi itu membuat Barcelona diperkirakan harus mempersiapkan rencana tanpa jasad yang selama ini menjadi kunci transisi permainan.

De Jong disebut akan kembali menjalani perawatan dengan pilihan yang berbeda dari rekomendasi medis yang sempat diarahkan kepadanya. Ia juga dikabarkan belum menunjukkan tanda akan pulih dalam waktu dekat, sehingga durasi absensinya berpotensi bertambah.

Menurut informasi yang beredar, gelandang asal Belanda itu awalnya mengalami cedera lutut saat gelaran Piala Dunia 2026. Cedera tersebut kemudian membuatnya harus absen setidaknya enam bulan untuk membela Barcelona.

Barcelona sebenarnya pernah berharap proses pemulihan De Jong bisa lebih cepat. Sebelumnya, pemain berusia 29 tahun itu juga sempat kembali lebih cepat ke Barcelona setelah mengalami cedera lutut ketika membela Timnas Belanda di Piala Dunia 2026.

Namun, kini situasinya kembali menjadi persoalan tersendiri bagi Blaugrana. Kesulitan manajer Hansi Flick disebut muncul karena harus menata ulang taktik untuk kompetisi musim 2026-2027.

Dalam periode sebelumnya, De Jong direkomendasikan menjalani operasi untuk mempercepat kesembuhan. Dari skenario itu, ia diperkirakan hanya akan absen empat bulan membela Barcelona.

Sayangnya, De Jong memilih tidak menempuh opsi tersebut. Ia menolak rekomendasi Barcelona dan menyatakan rencana pemulihan yang dipilihnya setidaknya akan membuatnya absen enam bulan, dengan tenggat yang tetap bergantung pada respons tubuh terhadap perawatan.

Pilihan tersebut lantas memicu rasa frustrasi di internal klub. Barcelona disebut mulai jengah karena dalam setahun terakhir De Jong juga belum menunjukkan performa terbaiknya secara konsisten.

Frustrasi itu disebut makin menguat ketika De Jong memilih menjaga kebugaran untuk membela Timnas Belanda di Piala Dunia 2026. Alhasil, ia tidak tampil maksimal bersama Barcelona pada ujung musim 2025-2026.

Dengan kondisi seperti ini, Barcelona diyakini akan mengandalkan opsi lain untuk mengisi ruang di lini tengah sepanjang musim 2026-2027. Klub perlu menemukan ritme baru, sekaligus memastikan transisi permainan dari bertahan ke menyerang tetap berjalan efektif.

Barcelona juga mulai menata bagian itu dengan mempertimbangkan potensi pemain yang tersedia. Marc Bernal dan Gavi disebut menjadi dua sosok yang ingin dimaksimalkan sebagai pengganti De Jong.

De Jong selama ini dinilai sebagai andalan yang membantu Barcelona menjalankan transisi dari bertahan menuju serangan. Karena itu, penyesuaian peran akan menjadi pekerjaan penting bagi Hansi Flick agar struktur tim tidak kehilangan identitasnya.

Langkah lain juga dikabarkan diambil Barcelona untuk menambah kekuatan lini tengah. Klub disebut mencoba mendatangkan Rodri dari Manchester City.

Keberadaan Rodri membuat Barcelona bergerak lebih cepat untuk memulai pembicaraan dengan Manchester City. Rodri disebut baru meraih trofi Piala Dunia 2026 bersama Timnas Spanyol, sehingga nilai pemain tersebut semakin menarik perhatian klub.

Barcelona dikabarkan menyiapkan tawaran senilai 50 juta euro untuk Rodri, dengan perkiraan sekitar 1,034 triliun rupiah. Meski begitu, upaya merekrut pemain tidak bisa hanya berhenti pada angka transfer.

Klub perlu lebih dulu mempertimbangkan ketentuan finansial fair play sebelum melanjutkan proses. Selain itu, Barcelona juga harus memperhatikan komposisi skuad mereka yang memiliki terlalu banyak pemain di lini tengah.

Artinya, untuk bisa memasukkan Rodri ke dalam skuad yang ditangani Hansi Flick, Barcelona perlu melepas pemain lebih dulu. Proses ini akan menjadi tahap penting agar rencana transfer tidak berbenturan dengan aturan serta kebutuhan komposisi tim.

Selain aspek permainan, Rodri juga disebut akan membawa manfaat dalam sisi pembinaan. Ia dikabarkan bisa berperan sebagai mentor bagi pemain muda, termasuk Marc Bernal, yang tengah diproyeksikan menjadi bagian dari masa depan lini tengah Barcelona.

Situasi ini membuat Barcelona berada dalam posisi yang harus bergerak di dua jalur sekaligus. Di satu sisi, klub perlu menyesuaikan rencana tim untuk musim 2026-2027 tanpa De Jong dalam jangka panjang. Di sisi lain, Barcelona juga berupaya mencari opsi terbaik agar kualitas lini tengah tetap terjaga meski dinamika cedera terus memberi dampak.