Olahraga

Gianni Infantino: Presiden FIFA membuka kemungkinan dukungan dana lebih besar untuk anggota

×

Gianni Infantino: Presiden FIFA membuka kemungkinan dukungan dana lebih besar untuk anggota

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Gianni Infantino: Fifa president indicates there could a greater cash pledge to members

jurnalistik.co.id – Gianni Infantino, Presiden FIFA, mengisyaratkan bahwa cadangan kas organisasi berpotensi dimanfaatkan untuk menambah alokasi dana bagi para anggotanya. Pernyataan itu disampaikan dalam surat yang dikirimnya kepada enam konfederasi benua FIFA pada Senin lalu.

Menurut surat tersebut, FIFA memiliki estimasi kas sebesar ÂŁ4,4 miliar, dan jumlah yang lebih besar dari rencana awal bisa didistribusikan kepada anggota. Infantino menyatakan dirinya akan mendukung langkah pendanaan tambahan pada level tertinggi yang masih bisa diberikan secara bertanggung jawab.

Infantino menulis bahwa ia akan mendukung “the greatest level of additional funding that can responsibly be delivered”. Kalimat itu menjadi penegasan bahwa diskusi internal kemungkinan akan mengarah pada nominal yang lebih besar, sekaligus tetap mempertimbangkan batasan kebijakan global organisasi.

Dalam suratnya, Infantino juga menegaskan bahwa ia tidak akan langsung menetapkan angka final. Ia mengatakan, “I will not prejudge the amount,” sambil menambahkan, “A single figure can begin the discussion, but it cannot complete a global policy.” Pernyataan ini menggambarkan bahwa satu angka dapat memulai pembahasan, tetapi tidak menjadi penentu penuh bagi arah kebijakan.

Isyarat pendanaan tambahan ini muncul di tengah tekanan yang terus meningkat terhadap rencana FIFA Forward Enterprise (FFE) yang sebelumnya dibatalkan. FFE sempat digagas dengan pendekatan menjual porsi kepemilikan atas Piala Dunia dan kompetisi lain kepada investor swasta, yang kemudian memicu reaksi keras.

Lonjakan tuntutan juga datang dari konfederasi-konfederasi regional. UEFA dan Concacaf, masing-masing mewakili Eropa serta kawasan Amerika Utara, Amerika Tengah, dan Karibia, meminta agar FIFA membayar dana sebesar $10 juta (ÂŁ7,5 juta) kepada seluruh 211 anggota menggunakan cadangan yang tersedia.

Usulan mengenai pembayaran dana tersebut dijadwalkan untuk dipertimbangkan oleh FIFA Council ketika mereka bertemu pada 15 Oktober. Rangka waktu tersebut menjadi titik penting karena keputusan soal pendistribusian dana akan ditentukan melalui forum internal tertinggi.

Di sisi lain, Infantino kembali membela proposal komersial yang telah ditarik itu. Ia menyatakan rencana terbaru—yang pada akhirnya dicabut—memiliki tujuan untuk memungkinkan FIFA berinvestasi lebih besar dalam sepak bola. Infantino menyebut pengaturan komersial tersebut dimaksudkan untuk menghasilkan uang tambahan yang dapat diarahkan bagi permainan.

Dalam pembelaannya, Infantino juga menggunakan penekanan bahwa proposal yang baru saja ditarik tidak boleh dinilai semata-mata dari dampak politik, tetapi dari maksud awal untuk mengembangkan investasi sepak bola. Ia menulis, “The recent commercial proposal, now withdrawn, was intended to enable Fifa to invest more in football”.

Tekanan terhadap Infantino juga terkait dengan permintaan dokumen dan peninjauan independen. Ketua Asosiasi Sepak Bola Inggris (Football Association), Debbie Hewitt—yang berstatus sebagai wakil presiden FIFA—telah meminta agar Infantino merilis semua dokumen yang berkaitan dengan rencana yang kontroversial. Hewitt juga mendesak adanya peninjauan independen terhadap FFE.

Dengan dinamika tersebut, posisi Infantino menjelang pemilihan menjadi sorotan. Ia dijadwalkan akan maju dalam pemilihan untuk keempat kalinya pada Maret 2027. Lawan-lawannya diberi batas waktu hingga 18 November untuk menemukan kandidat alternatif.

Infantino sendiri pertama kali terpilih sebagai Presiden FIFA pada 2016. Kini, menjelang masa kampanye berikutnya, perdebatan soal bagaimana cadangan kas FIFA dialirkan kepada anggota—serta bagaimana proposal FFE ditanggapi—akan terus memengaruhi arah diskusi di tingkat global.

Di bawah rangkaian komunikasi tersebut, inti pesannya menyoroti adanya ruang untuk penambahan dukungan finansial, namun prosesnya tetap harus mengikuti kerangka kebijakan organisasi. Dengan demikian, pembahasan diarahkan bukan sekadar pada angka, melainkan pada kesesuaian dengan batas tanggung jawab yang disepakati.

Langkah yang kini mengemuka juga tidak lepas dari rencana FIFA Forward Enterprise yang sebelumnya dibatalkan. Setelah FFE menuai keberatan akibat gagasan penjualan porsi kepemilikan atas Piala Dunia dan kompetisi lain kepada pihak swasta, diskusi baru menjadi wadah untuk merespons tekanan dari berbagai pihak internal maupun regional.

Selain itu, permintaan dokumen dan dorongan peninjauan independen turut memperketat pengawasan terhadap arah kebijakan yang sedang bergulir. Menjelang pemilihan Maret 2027, sorotan terhadap posisi Infantino makin besar, sementara tenggat bagi pihak lain untuk menawarkan kandidat alternatif juga menambah momentum dinamika politik di tingkat FIFA.