Teknologi

OpenAI Pangkas Target Penggalangan Dana US$10 Miliar, Setara Rp181,5 Triliun

×

OpenAI Pangkas Target Penggalangan Dana US$10 Miliar, Setara Rp181,5 Triliun

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Saham AI Lesu, Target Pendanaan OpenAI Dipangkas Rp181 Triliun - Teknologi

jurnalistik.co.id – OpenAI dilaporkan menurunkan target penggalangan dananya sebesar US$10 miliar, setara sekitar Rp181,5 triliun dengan asumsi kurs Rp18.150 per dolar AS. Perubahan rencana ini muncul di tengah tekanan di pasar setelah saham-saham berbasis kecerdasan buatan (AI) mengalami aksi jual.

Laporan Financial Times menyebutkan pemangkasan tersebut juga terkait dengan dinamika persaingan di industri. Pesaing OpenAI, Anthropic PBC, disebut masih menyiapkan langkah melantai di bursa, tetapi rencana tersebut menghadapi kondisi pasar yang makin menyulitkan upaya perusahaan untuk mendapatkan komitmen investor.

Dengan penyesuaian terbaru, OpenAI kini menargetkan penggalangan dana sekitar US$20 miliar dengan valuasi mencapai US$1,25 triliun. Target ini berada di bawah rencana sebelumnya yang sempat disusun dengan angka lebih besar.

FT yang mengutip sejumlah sumber menyatakan, pada bulan lalu OpenAI menempatkan target penggalangan dana sekitar US$30 miliar dengan valuasi US$1,4 triliun. Setelah itu, sejumlah investor disebut mengurangi atau melemahkan komitmen pendanaan mereka dalam putaran pendanaan yang tengah berjalan.

Penurunan target tersebut, menurut laporan yang sama, mencerminkan meningkatnya kehati-hatian investor terhadap besarnya dana yang akan digelontorkan ke sektor AI. Kekhawatiran ini muncul bersamaan dengan sentimen pasar yang sedang tidak mendukung, terutama untuk saham-saham yang terkait langsung dengan tren AI.

Di saat bersamaan, kondisi di bursa turut memperkuat suasana tekanan. Indeks Nasdaq 100 dilaporkan turun 3,5% pada Jumat, menggambarkan bahwa pembelian saham berbasis AI tidak sekuat periode sebelumnya dan pelaku pasar cenderung menunggu kejelasan.

Dalam konteks itu, OpenAI menghadapi tantangan ganda: mempertahankan daya tarik pendanaan sekaligus menyesuaikan ekspektasi terhadap valuasi dan kebutuhan modal. Laporan FT juga menyoroti bahwa proses penggalangan dana tidak berdiri sendiri, melainkan berjalan dalam ekosistem investor yang ikut menilai risiko dari arah pasar yang lebih luas.

Di pihak lain, Anthropic PBC tetap menjadi sorotan karena rencana perusahaan untuk masuk ke bursa ikut memengaruhi perhitungan kompetitif industri. Ketika pasar semakin mempersulit langkah menuju komitmen investor, perubahan strategi pendanaan dari pemain besar seperti OpenAI menjadi semakin masuk akal.

Dengan target yang direvisi menjadi US$20 miliar dan valuasi US$1,25 triliun, OpenAI menunjukkan penyesuaian terhadap respons investor yang semakin selektif. FT mencatat bahwa penurunan ini tidak sekadar angka di atas kertas, melainkan berhubungan dengan berkurangnya komitmen pendanaan dari sejumlah pihak dalam putaran pendanaan.

Bagi pasar, rangkaian kabar ini menambah indikator tentang bagaimana arus dana di industri AI sedang dievaluasi ulang. Ketika indeks saham teknologi juga melemah pada hari yang sama, investor cenderung menimbang ulang besaran dukungan modal yang layak diberikan, termasuk pada perusahaan yang sedang menjadi pusat perhatian karena produk dan rencana ekspansinya.

Secara keseluruhan, laporan tersebut menempatkan pemangkasan target penggalangan dana OpenAI sebagai respons terhadap situasi pasar yang lebih menekan dan perubahan sikap investor. Penyesuaian dari target US$30 miliar dengan valuasi US$1,4 triliun menjadi US$20 miliar dengan valuasi US$1,25 triliun menggambarkan bagaimana komitmen pendanaan dapat bergeser cepat ketika sentimen di sektor AI berubah.

Revisi besaran penggalangan dana itu juga menunjukkan bahwa negosiasi pendanaan di putaran yang sedang berjalan tidak berjalan mulus. Ketika preferensi investor bergeser, perusahaan besar di bidang AI dipaksa menyesuaikan rencana agar tetap relevan terhadap penilaian pasar atas risiko dan prospek jangka pendek.

Dengan target yang kini ditetapkan lebih rendah dibanding rancangan sebelumnya, OpenAI tampak menyesuaikan diri pada lingkungan investasi yang menuntut komitmen lebih kuat sebelum modal dilepas. Situasi ini membuat pendanaan tidak hanya soal angka valuasi, tetapi juga soal kesiapan investor terhadap momentum pasar yang sedang melemah.

Bagi industri, perbandingan antara OpenAI dan rencana bursa yang disebut sedang disiapkan oleh Anthropic turut memperlihatkan bahwa kompetisi tidak berhenti di produk atau model, melainkan juga menyentuh strategi modal. Saat sentimen sektor AI berubah, langkah perusahaan untuk menarik dukungan pendanaan akan semakin bergantung pada seberapa besar investor bersedia mempertahankan komitmennya.